Halo ma, apa kabarmu?
rasanya aneh sekali melontarkan pertanyaan itu
kita satu rumah, tapi kadang kabarmu saja aku tak tahu
padahal tiap hari aku disajikan masakanmu
Mungkin kita jarang berbicara
saat diskusi, hanya adu argumen yang ada
tapi mama hanya tersenyum saja
melihat ego dan kesok-tahuan anaknya
Aku boleh bertanya, apa cita-cita sewaktu mama seumurku?
dokter? fotografer? artis? atau penulis buku?
apapun itu pasti mama telah mengorbankannya untukku
demi aku, yaitu anakmu
Aku melihatmu sebagai pekerja keras
pekerjaan rumah sering membuat keringatmu diperas
ketika mama meminta bantuan dengan nada tegas
aku hanya mengeluh dengan nada malas
Mama pernah mengajarkanku berjalan dan berbicara
mengajarkan tulis dan juga membaca
mengulang kata-kata demi aku mengerti maknanya
tapi kini, giliranku untuk menjaga mama
Ma, kini wajahmu mulai menua
aku mulai menemukan keriput yang tak biasanya
aku tahu mama takkan hidup selamanya
tapi ijinkan aku menyampaikan sesuatu untuk mama
Terima kasih telah memperkenalkanku pada dunia
maafkan anakmu ini yang penuh dosa
mama telah mengajarkan apa arti dari perjuangan
dengan kasih sayang dan juga perhatian
Aku hanya bisa berharap menjadi pribadi seperti dalam doamu
secerewet apapun dirimu mengingatkanku
mama tetap wanita nomor satu bagiku
semoga kita bisa terus bersama-sama merayakan hari ibu
Aku bersyukur bisa dirawat dan dibimbing mama
teruslah menjadi teladanku selamanya
surat terbuka ini aku sampaikan untukmu
dari penggemar beratmu nomor satu, aku anakmu :')
Sesungguhnya tujuanmu ada di depan mata
begitu mudah untuk mendekap dengan nafas lega
begitu hebat jika kamu bisa meraih segala darinya
tapi kamu lari dari kejujuran yang sebenarnya
Kamu rindu
tapi dihadapannya, dirimu hendak membatu
menolaknya seperti tak tahu malu
lalu menyesal melewatkan saat itu
Kamu juga suka
sebenernya singkat dan jelas apa maksudnya
kamu suka membicarakan apa yang menjadi kesenangannya
dan ketika bertemu, diam, seperti tak mengenalnya
Jika memang tak suka
kenapa kamu sering cemburu buta?
jika memang ingin menghindarinya
kenapa kamu cari tahu apa kegiatannya?
Mungkin rindumu memang tak pernah imitasi
cuma terkadang tertutup karena gengsi
lalu kemana kamu kan mencari
ketika memang dia telah pergi
Kamu merasa tahu diri
bahwa dirimu sebenarnya tak berarti
gender menjadi alasan tersendiri
untuk menjelaskan dirimu pantas bergengsi
Orang yang maju dan mulai duluan
bukan berarti dia murahan
hanya waktu yang dia manfaatkan
sebelum datangnya sebuah penyesalan
Kenapa wanita suka menjaga gengsi?
karena jauh di dalam pribadi dan hati
tak ada isi ataupun prestasi
hanya gelembung gas delusi bernama gengsi
yang sebenarnya adalah perihal persinggahan
rasa sedih dan perih tidak terhindarkan
tapi perpisahan tak selalu berakhir pahit, bukan?
Aku bingung, apa yang harus kutulis sebagai pengakhir hubungan?
kebaikan dan kejelekanmu datang bergantian
terkadang aku ingin mengumpat
tapi sisa cinta datang tuk menghambat
Kamu pasti tahu, betapa bodohnya aku menghadapi perpisahan
betapa lambatnya otak ini menerima kenyataan
saat jatuh cinta padamu, aku menulis banyak kenangan
sebanyak itu juga kini aku perlu menulis untuk melupakan
Orang bilang aku hanya tak bisa lepas darimu
tapi aku seperti tak punya pilihan apa-apa
aku kira hanya cinta yang mampu menyakiti orang setega itu
membuatku mengerti apa itu mati rasa
Ada pepatah lama yang mengerti kisah ini
cinta tak pernah salah, yang salah cara kita mencintai
sudah tahu kita tidak bisa bersama
tapi masih saja keras kepala
Sudah tahu kita itu terlalu berbeda
mulai dari cara berdoa hingga keinginan cita-cita
kini perpisahan tak bisa dihindari
seakan jadi pengingat, kita lebih leluasa berjalan sendiri-sendiri
Aku rasa kita lebih dari sekedar ini
berbahagia di masa muda - menua - bekerja - lalu mati!
Kamu, yang bahunya sempat jadi tempat favorit melepas kepenatan
yang muka lelapnya sanggup kupandangi semalaman
menjadi sebuah jawaban atas pengharapan
yang selama ini diam-diam kita terus panjatkan
Kini, kamu bisa mencintai yang lain dengan sepenuh hati
aku pun jadi lebih tahu diri
tidak layak menampakkan gelagat sakit hati lagi
karena kisah kita sekedar persinggahan hati
kamu dan aku sama-sama pantas mendapatkan kisah baru minim emosi
tanpa tindakan dan kata-kata yang mengecewakan hati
kita berhak menemukan dia, yang dengan gembira menyambut di ujung hari
seseorang yang mampu menyembuhkan babak belur hati ini
Dewasa, barangkali menuntut keikhlasan diantara kita
menyadari bahwa kita hanyalah persinggahan sementara
kelak, akan ada orang lain yang membenarkan
senikmat apapun persinggahan, kita harus tetap melanjutkan perjalanan
Medan perjuangan kita sudah tidak lagi di satu segitiga sama sisi
Kini hanya doaku yang kuharap menjagamu setiap pagi
janganlah keras kepala dan jatuh cinta dengan bodoh lagi
persinggahan ini cukup menyiksa di hati :')
Apa kabarmu sekarang?
adalah pertanyaan bodoh yang sering aku lontarkan
kamu boleh panggil aku pecundang
karena setiap pagi, kamu adalah beritaku setelah sarapan
Rasanya aku tak keberatan
bila harus kehabisan roti tawar hingga tak sarapan
selama masih bisa tahu apa yang kamu kerjakan
lapar dan sakitpun masih sanggup kutahan
Apa kamu masih ingat kejadian itu?
perkenalan singkat ketika kamu tanyakan namaku
sambil melontarkan beberapa cerita lucu
membuatku gila setiap mengingatmu
Buatku, ujian berat adalah saat kita duduk berhadapan
mau tak mau, harus saling berpandangan
meski tanpa harus saling memandang mata
ketahuilah hal-hal tentangmu tak pernah hilang dari kepala
Menyukaimu sekian lama membuatku pintar baca pertanda
melihat, mendengar, ataupun mencari tentang berita
kamu barangkali tak menyadari betapa ku memperhatikanmu
tapi yang pasti, aku selalu mendukung dan mendoakanmu
Sebelum jatuh hati padamu tanpa rencana
kupikir cinta selalu dipenuhi coklat-warna pink-dan bunga
aku tak pernah sadar bahwa sebaik-baik cinta
adalah rasa yang tetap membumi dan sederhana
Kau mengajarkanku bahwa cinta perkara memberi
menjadi sebaik-baiknya pribadi
tanpa perlu khawatir dan peduli
apakah kasih sebesar itu akan kembali
Terima kasih, sudah pernah ada
memberi cerita, tawa, tentang kita berdua
kini semua tentang kita mulai berbeda
semoga aku tetap bisa mengagumimu dengan sama
Kini, selamat melanjutkan perjalanan
semoga kelak kita bertemu di satu persimpangan
dengan penuh pengharapan
tanpa ada lagi rasa yang harus disembunyikan :)
PENDAHULUAN
Informasi adalah suatu mantra sakti yang tersebar luas di abad ini. Karena informasi inilah menyebabkan banyak pemerintahan di dunia ini berupaya keras untuk mengekang laju deras arus informasi dengan bermacam cara. Karena sebuah informasi bahkan dapat menyebabkan suatu rejim menjadi jatuh berguguran. Informasi juga bisa menjadikan seseorang yang dikenal bersih tiba – tiba duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa koruptor di Pengadilan. Namun informasi juga diperlukan oleh para eksekutif di korporasi – korporasi bisnis, baik kecil ataupun besar, untuk menentukan strategi bisnis yang apik untuk dapat menjangkau para konsumennya.
Internet sampai saat ini dikenal sebagai senjata yang ampuh untuk penyebarluasan informasi, tak heran jika banyak pemerintah di negera – negara otoriter atau setengah demokratis begitu memusuhi atau setidak – tidaknya mengkhawatirkan pengaruh dari Internet terutama untuk kestabilan pemerintahan. Banyak alat yang digunakan untuk mengkontrol internet dari mulai yang kuno hingga penggunaan alat – alat canggih. Yang kuno sendiri yaitu upaya untuk meningkatkan sensor diri yang berlebihan melalui hukum, terutama hukum pidana dengan ancaman pidana yang tinggi dan tak masuk akal, sementara yang canggih menggunakan metode sensor atau filtering untuk menghambat arus informasi Sebagai manusia yang hidup di tengah masyarakat, sangat sulit membayangkan jika ada seseorang yang dapat hidup tanpa informasi. Dalam setiap tahapan kebudayaan selalu terdapat proses dan mekanisme bagaimana setiap orang mendapatkan informasi dari pihak lain. Namun secara pasti, semakin mudah informasi didapat maka semakin cepat pertukaran informasi terjadi dan semakin tinggi kemampuan manusia untuk menentukan langkah strategis apa yang akan diambil sehubungan dengan informasi yang diperoleh olehnya.
Internet dan Rezim Ketertutupan
Informasi
Perilaku korupsi dimulai setidaknya karena adanya ketertutupan informasi, sehingga informasi menjadi barang mahal untuk dijajakan dan memiliki nilai komoditasnya tersendiri di pasaran. Hal ini terjadi karena informasi memegang peranan penting dalam kehidupan manusia dan mudah untuk dilihat bagaimana masyarakat pada umumnya memiliki kesulitan untuk mengakses informasi ke badan – badan/lembaga – lembaga negara ataupun lembaga – lembaga pelayanan umum lainnya.
Internet memegang peran penting di sini, selain Menyediakan informasi dan mendobrak ketertutupan informasi, namun sekaligus juga sebagai sarana untuk mengkonfirmasi tentang praktek – praktek koruptif yang merugikan masyarakat. Ada banyak pihak yang dapat diidentifikasi punya keinginan untuk berusaha menutupi informasi, yaitu aparat pemerintahan yang korup, instansi kemiliteran - terkait dengan operasi – operasi militer yang melanggar HAM, dan perusahan- perusahan pencemar lingkungan. Blog, Twitter, Facebook, dan Email memegang peran penting untuk penyediaan informasi ini. Sifatnya yang massal dan murah serta nyaris tak berbatas menjadikan internet menjadi senjata ampuh yang digunakan masyarakat sipil.
Internet dan Kebebasan Berekpresi
Internet adalah sarana yang memudahkan orang untuk saling bertukar ide, gagasan, dan juga informasi. Tak pelak, hal ini justru menunjukkan hubungan yang erat antara internet dan kebebasan berekspresi. Kebebasan berekspresi sendiri dijamin dalam berbagai peraturan hukum nasional dan juga internasional. Peraturan – peraturan itu adalah sebagai berikut:
• Pasal 28 UUD 1945
Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang undang.
• Pasal 28 E ayat (3) UUD 1945
Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.
• Pasal 28 F UUD 1945
Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari,memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia
• Pasal 14 UU No 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia
(1) Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi yang diperlukan untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya.
(2) Setiap orang berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan
informasi dengan menggunakan segala jenis sarana yang tersedia.
Peka, rewel, ceriwis
Media sosial, dari blog sampai mikroblog, memberi kesempatan kepada setiap orang untuk bersuara. Inilah era ketika masyarakat bisa memiliki medianya sendiri sehingga dapat menyuarakan kepentingannya. Bandingkanlah dengan era sebelum ada internet: setiap orang harus mengirim surat pembaca ke koran dan majalah tetapi tak tahu kapan akan dimuat. Semuanya bergantung pada tuan-tuan editor. Banyak naskah berebut tempat, padahal kapling terbatas. Sudah begitu naskah harus berbagi ruang dengan iklan.
Blog memberi kesempatan kepada kita. Masing-masing dari kita menjadi reporter sekaligus editor dan bahkan distributor merangkap kepala bagian iklan. Belum pernah ada era penerbitan personal yang semudah ini. Memang pada era media cetak pernah ada model penerbitan ringkas-manajemen seperti itu, tetapi persebarannya terbatas. Misalnya koran Daily Star seperti dalam komik Lucky Luke dan koran Adil di Solo yang dijalankan oleh seorang kakek sampai akhir 80-an. Nah, lantas bagaimana contoh konkret menyuarakan masalah itu? Saya sering diledek sebagai blogger atau narablog rewel yang sering meledek atau mengeluhkan soal kota, terutama hak pejalan kaki.
Pewarta Sukarela dan Peluang
Blog menjadikan kita sebagai penulis dan sekaligus penerbit. Kendali ada pada kita. Jika menyangkut perkabaran, di manakah posisi kita?
Ketika diperhadapkan dengan media terlembagakan, seorang narablog jelas kalah dalam banyak hal. Tetapi informasi yang diberikan oleh narablog di kota manapun, tak hanya Jakarta, akan tersimpan dalam pengindeksan mesin pencari. Bukan tidak mungkin apa yang mulanya diwartakan oleh seorang narablog akan menjadi umpan bagi Media terlembagakan untuk ditindaklanjuti dan disebarkan. Tak semua narablog beruntung dalam arti semua postingnya dibaca dan menjadi umpan bagi pewarta profesional dan media terlembagakan. Tetapi juga konten terus diperbarui, dan isi blog dapat dipercaya, maka secara perlahan reputasi akan didapat. Agar narablog sebagai pewarta sukarela tak terlalu besar berharap maupun terlalu tinggi menempatkan diri, ada baiknya mengenali perbedaan posisinya bila dibandingkan pewarta profesional.
Narablog, sejarah, dan konvergensi
Lantas buat apa menulis itu semua? Sederhana saja: menuliskan kesaksian agar menjadi potret zaman. Ah, abstrak! Baiklah, misalkan Anda warga Tulungagung atau Takalar, apakah Anda berharap informasi tentang kota Anda yang terdeteksi oleh Google maupun Bing hanya dari situs pemerintah daerah? Apapun yang Anda ceritakan tentang kota Anda, atau desa Anda, jika isinya mudah dipahami, dan dipercaya, maka akan dicari dan dirujuk orang. Artinya Anda tak hanya menyumbangkan isi ke dalam belantara teks bernama internet tetapi juga turut mencatat sejarah. Akan memalukan jika info tentang kota atau desa Anda justru didapatkan dari sumber-sumber asing.
Tapi nanti dulu, kenapa hanya disebut blog dan narablog? Sabar, itu hanya contoh. Sebetulnya semua layanan media sosial itu saling melengkapi. Hanya saja sejauh ini, yang pengarsipannya paling bagus dan ramah mesin pencari adalah blog. Tanpa tweetbackup.com Anda akan kesulitan mencari kicauan Anda sendiri dan teman lain. Dan sejauh perkembangan hari ini, sulit sekali mencari tulisan dan foto yang Anda cemplungkan ke Facebook secara cepat.
Risiko: Apa boleh buat!
Kita terlahir dalam risiko. Bahkan ketika kita memutuskan untuk tidak melakukan apapun itu juga tetap mengundang risiko. Dalam menuliskan laporan, takarlah risikonya. Berikut ini beberapa patokannya:
1. Utamakan bukti, misalnya foto atau dokumen pendukung.
2. Jika pihak yang Anda hadapi sangat kuat, dalam arti dapat melakukan gugatan maupun cara lain yang
bersifat memaksa, samarkanlah identitas orang maupun lembaganya.
3. Pilihlah cara berkomunikasi yang dapat diterima semua pihak, jangan mengutarakan (“Dasar birokrat goblok doyan sogokan!”). Respon negatif bisa muncul karena perasaan terhina.
4. Bisa juga menggunakan gaya bertanya, “Apakah benar ngurus KTP itu gratis, Pak Camat?”
5. Gunakan cara meledek yang moderat, semacam cerita komedi yang menyindir halus. Misalnya, “Pak Kapolda, itu polantas lucu banget, kayak anak kecil yang suka petak umpet, bersembunyi di balik pohon, nunggu orang terjebak. Atau karena dia nggak mau kepanasan? Mestinya sih justru ngingetin pemotor supaya jangan ngelanggar lampu merah.”
6. Genjot kreativitas untuk menyampaikan opini, misalnya seolah-olah punya empati terhadap pelaku ketidakberesan. Padahal di balik itu Anda melakukan serangan tajam dan pedas, namun tak kentara.
Mengapa risiko harus ditakar? Ketika Anda hanya warga biasa, bukan jurnalis profesional, maka Anda relatif kurang terlindungi. Lain halnya jika Anda punya teman pengacara.
Kata kuncinya: Sadar hak dasar!
Kata kuncinya adalah kesadaran kita akan hak dasar yang dimiliki sebagai pelaku/pembuat/penggiat/ produsen informasi (pewarta warga). Seberapa besar atau jauh hak kita adalah selalu berdampingan dengan kewajiban terhadap orang lain atau hak orang lain. Dalam konteks seperti itu, akhirnya sebuah penghargaan akan rasa saling menghormati satu sama lain tetap menjadi yang utama. Jikapun terjadi suatu benturan kepentingan, sampaikan apa yang sesungguhnya menjadi “hak dasar” kita dalam berkomunikasi dan berinformasi di dalam kehidupan keseharian.
Kehadiran media sosial makin memberikan “ruang demokrasi” di Indonesia menjadi lebih terbuka. Bahkan kritik pedaspun tidak jarang menghiasi forum diskusi. Cukup hanya menggerakan jari jemari kita di ponsel atau di keyboard komputer kita sudah dapat berpartisipasi dalam pergaulan di dunia maya. Dalam hitungan
detik, seluruh dunia akan mengetahui informasi apa yang anda sampaikan. Khusus para produsen informasi (blogger), selain memahami akan adanya hak anda di negara ini, berikan suatu pernyataan hukum (desclaimer) guna menegaskan proporsionalitas informasi yang anda sampaikan.
Mau berekspresi di Internet? Pake etika! :)
sumber: artikel, e-book, wawancara, dan internet
Apa maksud pelangi?
kenapa engkau hanya muncul setelah hujan
bahkan tidak disemua hujan
tolong berikan aku sebuah penjelasan
Apa maksud pelangi?
menyatukan tujuh warna yang penuh perbedaan
seolah mengajarkan arti keselarasan
tapi jarang ditemukan
Apa maksud pelangi?
kenapa engkau gemar sembunyi?
bahkan engkau takut untuk digemari
siapa yang tahu kau akan muncul hari ini
Apa maksud pelangi?
engkau selalu indentik dengan keindahan
mewarnai, tanpa sedikitpun alasan
tapi engkau muncul ketika diluar dugaan
Apa maksud pelangi?
memberikan kebahagiaan?
menjelaskan arti kedamaian?
atau sekedar ciptaan Tuhan?
Apa maksud pelangi?
untukmu, sebenarnya ada ribuan pertanyaan
tapi ketika melihatmu muncul dihadapan
seakan engkau beri aku semua jawaban
Apa maksudmu, pelangi?
terlalu banyak diam dan penuh tanya
terlalu pucat kehilangan cahaya
terlalu aneh untuk seorang perempuan paruh baya
Kini kamu sering bertindak sadis
semua hal kamu lakukan penuh egois
dengan muka wanita yang terpasang sinis
layaknya pemain film antagonis
Kenapa kamu harus berpura-pura
apa kamu merasa kurang dengan yang kamu punya?
berhentilah mengikuti seorang idola
wanita itu manis jika apa adanya
Topeng wanita adalah drama
membuat hal kecil, terlihat begitu besar akibatnya
membuat hal sepele, terlihat begitu penting maknanya
semuanya palsu, tidak apa adanya
Topeng itu tanda kepalsuan
membuat kalimat klise seperti tak punya kepribadian
tak ada lagi yang namanya perhatian
hingga semua berakhir dengan penyesalan
Apa kamu masih ingat sewaktu kecil dulu
tanpa topeng, kamu bebas melakukan apa yang kamu mau
tak peduli akibatnya, kamu terus maju
sampai menangis pun tak perlu malu
Dengan topeng, yang kamu lihat hanyalah mimpi
tak ada yang nyata, hanya kepentingan pribadi
terlihat palsu, tak punya arti
semua bagai lilin yang kehilangan api
Berhentilah memakai topeng, wahai wanita
aku dan mereka suka kamu apa adanya
kehidupan ini sudah penuh dengan topeng tanda tanya
tak perlu lah kamu menjadi salah satunya
Tak selamanya topeng membuatmu bahagia
jikapun bisa, takkan pernah lama
karena kepalsuan cepat atau lambat akan nyata
menjadikanmu wanita yang penuh dengan rasa hina
lalu, apa kamu siap menerimanya?
Janganlah mengotori hal yang seharusnya indah
dengan kemunafikan sebuah topeng wanita
ini bukanlah pertunjukkan drama
tapi ini kehidupan yang harus disyukuri setiap maknanya
dan apa adanya :)
Kami menyebutnya seorang pujangga
dia tak banyak bicara
dia pendiam, tapi penuh makna
sekali berkata, indah sekali artinya
Biasanya dia merenung di pojokan sana
mencari inspirasi dengan menganalisa
setiap hal-hal kecil yang ada didekatnya
lalu, dia tulis kata per kata
Setiap malam dia habiskan dengan menulis
mengubah kata biasa menjadi begitu puitis
kadang penuh dengan rasa romantis
kadang juga bisa membuat menangis
Pujangga selalu diam, seperti anti-sanguinis
selalu berpikir dan terlalu melankolis
kadang dia butuh tantangan yang koleris
tanpa konflik, karena dia begitu plegmatis
Kini pujangga itu hilang
Kertas dan pena yang sering digunakan, kini mulai usang...
Pujangga itu masih bernyawa
hanya saja, kini tampak sangat berbeda
kini dia penuh canda dan tawa
seperti ada hal yang sedang merasukinya
Ada hal yang begitu berbeda
apa yang kita lihat tidak seperti pujangga biasanya
merenung kini bukan lagi hobinya
bahkan menulis sudah jadi kebiasaan lamanya
ternyata, pujangga sedang jatuh cinta
Apa ini kekuatan cinta?
mampu mengubah seorang pujangga
untuk berhenti menulis dan mengarang rima
membuat kertas dan pena tak ada lagi gunanya
Cinta...
mungkin adalah alasan pujangga tak mau menulis lagi
karena apa yang selama ini ditulisnya
ternyata tidak semua selalu menjadi tragedi
semua hanya tampak bagai cerita, yang begitu indah di depan mata :)
Aku kehabisan kata
ketika kamu bilang cinta
yang entah datang darimana
semua terjadi tiba-tiba
Aku kehabisan kata
ketika kamu selalu membuat sarapan pagi
padahal aku tak minta
tapi kamu bilang ingin berbagi
Aku kehabisan kata
ketika aku lelah menaklukan dunia
kamu datang penuh dengan tawa
hingga hitamnya hati kembali berwarna
Aku kehabisan kata
ketika tahu dia benar-benar nyata
aku begitu hebat dibuatnya
serasa hidup semakin sempurna
Aku kehabisan kata
ketika kamu mengambil gambar bersamaku
kamu penuh dengan rasa manja
lalu menunjukkan dunia betapa bahagianya dirimu
Aku kehabisan kata
ketika tiba-tiba kamu menciumku
dan aku hanya bisa menikmatinya
karena semua tubuhku kini telah diam membeku
Aku kehabisan kata
ketika dia juga kehabisan kata
tapi kami tak pernah kehabisan cinta :)
aku tertikam oleh kesendirian
aku terbunuh oleh kesunyian
seperti sudah hilang semua harapan
Tergores luka saat melihat bayangan hitam
aku makin tak bergerak, hanya diam
aku makin kaku, hanya bergumam
mungkin ini akibat memimpikanmu semalam
Aku masih hafal bagian mana saja yang kamu sentuh
tapi semakin mengingatnya, aku semakin runtuh
seakan badan ini sudah tak lagi utuh
semuanya berbayang, kamu seperti hantu!
Aku seperti kehilangan sebagian diriku
rasanya tak hangat lagi seperti dulu
rasanya tak berwarna lagi, sudah berdebu
rasanya tak ada keceriaan lagi, seperti sewaktu ada kamu
Aku seperti memegang pisau tajam tanpa pegangan
yang cepat atau lambat, aku pasti tertusuk pelan
karena pisau itu tak bisa dibuang atau dihancurkan
pisau tajam itu bernama kerinduan...
Semakin hari, semakin babak belur penuh malu
semakin hari, sepi ini makin membuat biru
entah apakah aku bisa bertemu dirimu
atau keburu mati terkubur rasa rindu...
Kapan kamu terakhir kali menangis?
apa ketika merasakan hidup yang begitu tragis
apa ketika terharu melihat kejadian magis
atau mungkin ketika hanya pura-pura menangis
Mungkin hanya dengan air mata kita akan mengerti
bagaimana hidup ini sebenarnya tak pernah abadi
sehabis bertemu tak lama pasti akan pergi
karena hidup hanya fase yang harus kita lewati
Memang air mata kadang tak menyelesaikan
tapi dengan air mata lah yang kadang melegakan
air mata sebagai bukti ketulusan
setiap hal apapun yang telah kita kerjakan
Entah gagal ataupun berakhir
kesedihan memang pasti menjadi senjata mutakhir
bukan untuk berlama-lama menyalahi takdir
tapi untuk terus bangkit dan berpikir
Ketika kamu berdiam diri meratapi kesedihan
orang lain sudah bergerak jauh membuatmu ketinggalan
sedih boleh, tapi jangan dijadikan kebiasaan
karena kamu mempertaruhkan banyak hal di masa depan
Semua orang pasti pernah sedih
karena mereka pernah merasa pedih
semua orang pasti pernah menangis
karena semua hal tak selalu berakhir manis
Ini bukan tentang apa yang menjadikanmu sedih
tapi ini tentang bagaimana kamu menanggapi
karena hidup harus terus berlanjut
karena masih ada masa depan yang harus kita rajut
Jangan sedih, jangan menangis
karena sedih dan menangis akan membuatmu lupa
lupa kalau Tuhan masih mencintaimu :))
Apa yang kita lihat
kadang tak bisa selalu kita ingat
baik tentang pengalaman hebat
maupun kisah yang sering bikin penat
Apa yang kita dengar
kadang tak bisa selalu kita putar
padahal banyak kisah yang bisa bikin gemetar
padahal banyak cerita yang membuat kita belajar
Apa yang kita rasakan
kadang tak bisa selalu disimpan dalam rekaman
sehingga kita lupa dengan apa yang telah dilakukan
hingga kita tak ingat apapun tentang kenangan
Lalu aku mulai menulis
untuk mengabadikan apa yang aku lihat
lalu aku mulai menulis
karena apa yang aku lihat, aku catat
dan aku menyukai menulis
untuk merekam apa yang aku dengar
dan aku menyukai menulis
sehingga semua inspirasi bisa aku putar
kini menulis adalah hobiku
untuk meluapkan apa yang pernah kurasakan
kini menulis menjadi hobiku
karena menulis adalah bekerja untuk keabadian
Seperti kata Pramoedya Ananta Toer,
"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Karena menulis adalah bekerja untuk keabadian."
Kini menulis adalah caraku mengagumimu
mengagumi semua hal yang aku lihat, dengar, dan rasakan :))
bukan karena tak ada keluarga atau teman
juga bukan karena tidak ada pasangan
tapi karena semua harus dilakukan sendirian
Ada saatnya kita tak boleh ketergantungan
harus dikerjakan sendiri tanpa bantuan
karena tak semua orang bisa melakukan
hanya dirimu seorang yang dapat menyelesaikan
Ada saatnya ketika kita punya pasangan
tapi seperti tak punya teman
bahkan tak pernah diberi perhatian
hidup seperti benar benar sendirian
Tapi itu bukan saatnya kita untuk menyerah
masih banyak orang lain yang merasa kalah
karena kita tak boleh sedikitpun gerah
walaupun hidup penuh dengan masalah
Ketika kamu sendiri dalam keramaian
banyak orang, tapi tak ada yang memperhatikan
bukan saatnya untuk melamun
karena masih banyak orang yang harus kamu buat tersenyum
Sendiri tak berarti mati
sendiri tak berarti berhenti
sendiri itu adalah sebuah tanda diri
bahwa kini saatnya kamu yang menemani
Walaupun sendiri, kita harus tetap meramaikan
walau berat, kita harus tetap meringankan
walau sedih, kita harus tetap menyenangkan
walau hampir mati, kita harus tetap menghidupkan
Karena menurut prinsip matahari,
walaupun sendiri, tapi harus tetap bersinar dan menyinari :))
Ketika kamu menggenggam tanganku
seolah mengisi ruang jari-jariku
mengepal dengan kuatnya
sampai telapak tanganku berkeringat
seakan kamu tak mau melepaskanku
Aku lupa rasanya...
Ketika kamu memelukku dengan erat
begitu kencang sampai membuatku sulit bernafas
kamu menyenderkan kepalamu di bahuku
seperti memberikanku kehangatan
seakan aku begitu nyaman bagimu
seakan aku begitu aman untukmu
hingga kamu tak mau sedikitpun melepaskanku
seperti kamu memeluk boneka kesayanganmu
Kini aku lupa rasanya...
Ketika kamu menciumku waktu itu
begitu pelan, begitu hangat
sampai matamu terpejam
sampai nafasmu terhambat
dengan menyentuh pipi dan daguku
sepertinya kamu begitu menikmatinya
Akupun lupa rasanya...
Aku lupa semua rasanya...
tapi kenapa kamu mengingat semuanya?
sedangkan kini seperti tak tahu malu
awalnya semua baik-baik saja
sampai saat ini terasa ada yang berbeda
Kita berteman baik
entah awal mulanya darimana
mungkin dari pertemuan tiba-tiba
yang pada akhirnya menumbuhkan rasa
Kita pernah berhubungan baik
saling berbagi tawa dan duka
saling mendukung tuk menaklukkan dunia
bersama-sama, hanya berdua
Hingga kita pada akhirnya berpisah dengan baik
entah apa yang membuatnya berakhir
sampai kita dipisahkan jarak
sampai tak ada lagi yang namanya kontak
Lalu datanglah hari ini
hari dimana kita dipertemukan lagi
hari dimana teman-teman kita membahasnya lagi
hari dimana seakan ada yang berbeda di antara kita
Kamu terlihat seperti sudah tidak mau tahu
terlihat kuat ketika semua teman menggodamu
kamu menganggapku seperti orang baru
yang bahkan kamu tak tahu siapa namaku
Kamu seakan membatasi komunikasi
kamu seakan takut rasa itu muncul lagi
kamu seakan ingin kabur entah kemana lagi
mencari tempat, asal tak bertemu aku lagi
Jika memang kita bertemu dengan baik
jika memang kita pernah berhubungan baik
lalu mengakhirinya pula dengan baik
apa tak bisa kita menjadi teman baik?
Yang lalu biarlah jadi pelajaran
bukan malah menghindar, menjadi lawan
seandainya kita bisa selalu berteman
rasanya, pasti sangat berkesan :))
karena wanita identik dengan sempurna
mereka adalah makhluk paling terpercaya
dan juga makhluk paling berbahaya
Perihal cinta,
seakan wanitalah jagonya
padahal mereka mudah menumbuhkan cinta
tapi mereka jugalah yang sulit melupakan rasa
Katanya, mereka adalah makhluk paling seksi
menurutku, mereka itu penuh gengsi
mempunyai hobi menyiksa diri
dengan perasaan yang sembunyi
Waktu jaman kanak-kanak
merekalah yang paling jago main masak
namun ketika beranjak dewasa
belum tentu mereka menguasainya
Mereka makhluk yang paling manis
penuh drama dan kata-kata romantis
punya kepribadian berlapis-lapis
dengan senjata utama, yaitu menangis
ketika menyebrang, wanita didahulukan
ketika diselamatkan, wanita diutamakan
tetapi sewaktu memulai pendekatan
wanita tak pernah mau maju duluan
Wanita itu penuh dengan cemburu
selalu mengekang dan tak mau tahu
tapi jika ada hal yang menguntungkannya
apapun pasti diperbolehkannya
Wanita lebih memilih tuk menunggu
berharap banyak sambil menggerutu
jika yang ditunggu tak kunjung menentu
wanita hanya diam dan bisu
Mereka mendukung emansipasi wanita dari dulu
tapi hanya wanita yang punya hari ibu
tapi hanya wanita yang punya komnas perempuan
tapi hanya wanita yang memiliki pemberdayaan
Dan apapun hal tentang wanita
tetap saja para pria pasti membutuhkannya :))
Kamu pernah bertanya bagaimana caranya memahami. Dan aku bisa saja menjawabnya panjang lebar, tapi apakah kamu tahu bahwa memahami itu tidak dapat dijelaskan satu buku sekalipun. Bagaimana jika aku bertanya balik, 'ketika kamu ingin tahu bagaimana caranya memahami, apa kamu tahu bagaimana caranya melupakan?'. Percuma saja jika kamu ingin tahu caranya memahami, tapi tak tahu caranya melupakan. Ini hanya akan membuatmu kecewa karena apa yang terjadi bila kamu ditinggalkan pergi, kamu tak memahami bagaimana caranya melupakan. Bukankah melupakan juga harus dipahami? Jika kamu ingin tahu bagaimana caranya memahami, lebih baik pelajari dulu bagaimana caranya melupakan.
Kamu pernah bertanya bagaimana caranya agar keberadaan kita diakui. Sebenarnya mudah, kamu tahu kan kita akan lebih menghargai sesuatu jika kita kehilangan hal tersebut. Itulah jawabannya, jika keberadaanmu ingin diakui, cobalah menghilang. Apa kamu siap menghilang?
Kamu pernah bertanya bagaimana mengambil keputusan atau pilihan yang tepat. Sebenarnya itu mudah. Pilihan itu tidak ada yang tepat ataupun salah. Apapun pilihanmu punya yang namanya konsekuensi. Pertanyaannya adalah apa kamu siap menerima konsekuensinya? Jika tidak, maka jangan pernah mencoba untuk memilih.
Kamu pernah bertanya bagaimana caranya meyakinkan. Sebenarnya ketika kamu meyakinkan, maka mereka akan semakin tidak yakin. Salah satu cara terbaik untuk meyakinkan adalah dengan tidak meyakinkan apapun itu. Mungkin kamu tidak percaya, tapi silahkan saja dicoba. Karena dengan meyakinkan, maka kamu menjelaskan bahwa pasti ada satu keraguan.
Kamu pernah bertanya bagaimana dia bisa mencintaimu? jawabannya sederhana, cintailah dirimu sendiri. Perbaiki penampilanmu, perluas wawasanmu, perbanyaklah teman baru, cobalah hal-hal baru, dengan demikian jangankan dia, siapapun pasti punya kesempatan untuk mencintaimu. Pertanyaannya, apa kamu siap dicintai banyak orang?
Lalu, apa lagi yang ingin kamu tanya?
Mereka lebih dari sekedar pengguna rasa
Mereka lebih dari sekedar gumpalan payudara
Merekalah yang menghidupkan cinta
Wanita itu mungkin ibu kita
Yang melahirkan, juga mengajarkan
Memberikan arti hidup yang sebenarnya
Mengajari cara ampuh untuk bertahan
Wanita itu mungkin kekasih kita
Kekasih yang selalu menemani
bagaimana caranya kita menaklukan dunia
dengan cara yang mereka pahami
Wanita itu mungkin teman kita
Yang selalu menghabiskan waktu bersama
Bercerita dan berdongeng apa saja
Seperti yang paling pintar menghidupkan suasana
Mereka adalah wanita
Yang menangis dalam kekuatan
Yang bertahan dalam kesusahan
Yang membantu dalam kesulitan
Mereka menyala dalam kegelapan
Mereka berbisik dalam keheningan
Mereka gagah dalam kelembutan
Mereka bisa bicara, tanpa suara
Mereka patuh pada takdirnya
Ketika piatu datang menangis dengan remukan
Mereka hadir dengan pelukan
Mereka selalu bangga dengan segala sebutan mereka
Dari gadis, perawan tua, hingga sebutan janda
Bahkan pelacur sekalipun
Tapi tulang tetaplah tulang
Tetap menggigil jika tak diselimuti daging
Walaupun kokoh memopang tubuhnya
Merekapun sama, bagaimanapun kuatnya mereka
Wanita, tetap wanita...
Apa kamu pernah merasakan rasanya dicintai?
Dikelilingi oleh orang yang ingin berbagi
Berbagi kisah hidup yang pernah mereka lewati
Kepada sosok yang kini mereka kagumi
Apa yang kukatakan adalah petuah emas
Karena mencintaiku tak pernah membuatmu malas
Karena cemburumu adalah rasa cemas
Sampai melakukan apapun yang tak waras
Janganlah memahat sosoknya dalam hatimu
Karena ketika kamu ingin melupakannya
Kamu harus menyakiti dirimu dulu
Padahal belum tentu dia melakukannya
Janganlah terlalu mendewakan dirinya
Apa yang dikata, selalu kamu turuti begitu saja
Dia seperti penentu kebahagiaanmu semata
Seperti dunia ini hanya milikmu berdua
Janganlah terlalu mengingat perhatiannya
Karena ketika kamu ingin membencinya
Kamu akan terus dan terus dibayanginya
Karena otakmu tak bisa dibuang begitu saja
Memang cinta tak ada kaitannya dengan logika
Karena teori apapun takkan bisa menemukan rumusnya
Tapi jika kamu mencintai apa adanya
Semua akan lebih indah untuk dirasa
Karena ini adalah cinta,
bukan drama ataupun cerita sandiwara
karena cinta,
juga butuh rasa dan karsa...
Pernah aku merasakan luapan amarah
Penuh ocehan dan keluh kesah
Seakan mulut ini sudah terlanjur basah
Mengatakan ucapan yang sekiranya bikin gerah
Pernah aku diam tak berbicara
Seperti dikuasai luapan emosi marah
Akibat satu persoalan dengan dirinya
Semua lingkunganku ikut kena imbasnya
Sebenarnya aku tak tahu apa mau emosiku
Rasa sayang kini berubah menjadi batu beku
Tak mau mendengarkan alasan apapun itu
Menyimpulkan satu, tidak mau tahu
Sebut saja aku si pembuat luka merah
Luka yang tidak seperti biasanya
Mungkin dimaafkan, tapi tak bisa lupa
Karena luka ini pasti selalu ada bekasnya
Tapi ada hal baru yang aku pelajari
Jika aku melukai, aku harus pandai mengobati
Ini semua adalah sebuah konsekuensi
Dari sebuah luka merah yang pernah kualami
Tapi kini aku telah berjanji
Jika aku membuat luka merah lagi
Aku takkan mau mengampuni diri ini
Karena lebih baik aku memilih mati!
Aku menghilang, untuk mengajarkanmu kerinduan
Mengukur sampai mana rindu bisa tertahan
Menilai seberapa kuat kamu bisa bertahan
Melihat bagaimana kamu menanggapi kehilangan
Aku menghilang, untuk mengajarkanmu kedewasaan
Tak ingin lagi aku melihat kamu ngambekan
Seperti anak kecil yang tak punya mainan
Atau seperti orang tua yang kekanak-kanakan
Aku menghilang, untuk mengajarkanmu kekuatan
Seberapa kuat kamu bisa mengurangi tekanan
Seberapa pantas kamu untuk dipertahankan
Seberapa hebat kamu menghiraukannya dengan kesibukan
Aku menghilang, untuk mengajarkanmu mandiri
Bukan untuk selalu dimanjakan bagai seorang puteri
Tak membuatku menjadi pelayan yang selalu memenuhi
Setiap permintaanmu yang kadang tak tahu diri
Aku menghilang, untuk mengajarkanmu pertemanan
Bahwa sebenarnya cepat lambat kamu akan kehilangan
Bahwa sebenarnya kamu masih butuh kawan
Dan berhenti menjadi orang yang ketergantungan
Aku menghilang, untuk mengajarkanmu menghargai
Bagaimana merawat apa yang telah dicintai
Bagaimana menjaga apa yang telah dipunyai
Memberi tahumu bahwa semua patut disyukuri
Tapi sebenarnya,
Aku tak menghilang,
Aku hanya memberimu waktu,
Agar kamu menyadari arti kehadiranku :)
Ini bukan tentang masa sekolah
Tapi ini tentang dua sejoli yang punya kisah
Mereka berdua saling mencinta
Tanpa terikat, hanya kenyamanan semata
Dua sejoli itu adalah kita
Kita yang tak punya apa-apa
Yang tidak terikat dengan cinta
Tapi lebih dari kata teman semata
Dunia mengira kita adalah pasangan
Padahal kita hanyalah saling berkawan
Entah mengatasnamakan kenyamanan
Atau ada rasa lebih dari sekedar teman
Kita cuma punya modal percaya
Tak mengekang, hanya saling bekabar saja
Tapi ketika kita dituntut setia
Kita tahu hati ini hanya untuk siapa
Apa teman tidak boleh bergandengan tangan?
Apa kawan tidak boleh berpelukan?
Asalkan kita berdua punya kesepakatan
Dunia ini pun rasanya mudah tuk ditaklukan
Kita juga sering bertengkar
Dari masalah sepele sampai yang berakar
Tapi ini juga yang menguatkan kita
Karena kita tak hanya sekedar soal cinta
Entah berakhir atau memang dipersatukan
Kisah abu-abu ini akan mengakar di ingatan
Karena hubungan bukan hanya perihal cinta
Ada hal lain yang tak bisa dijelaskan maknanya
Mungkin kalian semua takkan ada yang percaya
Tapi kisah abu-abu ini menjadi buktinya...
Bahwa jatuh cinta dan mencintai adalah hal yang berbeda :)
Aku sangat menyukai kopi hitam yang panas
Seperti aku menyukai sosokmu yang ‘panas’
Kopi
hitam itu membuatku bahagia
Seperti halnya ketika kita bicara berdua
Kopi hitam juga selalu mengawali hariku
Begitu juga aku yang mengawali hari dengan memikirkanmu
Aku paling suka ketika mencium aroma kopi hitamku
Seperti aku yang hafal dengan aroma parfummu
Kopi hitam kadang membuat grogi diriku
Layaknya aku yang salah tingkah ketika bertemu dirimu
Kopi hitam sering memberiku kehangatan
Seperti ketika kita saling berdekatan
Begitu hangat, tak terlupakan
Baik kopi hitam yang kuat atau lembut
Asalkan kopi hitam, aku tetap suka itu
Seperti melihatmu sedang tertawa atau cemberut
Tak peduli akan hal itu, aku tetap mengagumimu
Kopi hitam mengajariku bersabar
Karena kenikmatan ada setelah ampas kopi
Seperti diriku yang terus belajar
Bagaimana caranya kamu bisa dipahami
Jika kamu bertanya seberapa besar aku menyukaimu,
Aku menyukaimu seperti aku menyukai secangkir kopi hitamku :)
Seperti halnya ketika kita bicara berdua
Kopi hitam juga selalu mengawali hariku
Begitu juga aku yang mengawali hari dengan memikirkanmu
Aku paling suka ketika mencium aroma kopi hitamku
Seperti aku yang hafal dengan aroma parfummu
Kopi hitam kadang membuat grogi diriku
Layaknya aku yang salah tingkah ketika bertemu dirimu
Kopi hitam sering memberiku kehangatan
Seperti ketika kita saling berdekatan
Begitu hangat, tak terlupakan
Baik kopi hitam yang kuat atau lembut
Asalkan kopi hitam, aku tetap suka itu
Seperti melihatmu sedang tertawa atau cemberut
Tak peduli akan hal itu, aku tetap mengagumimu
Kopi hitam mengajariku bersabar
Karena kenikmatan ada setelah ampas kopi
Seperti diriku yang terus belajar
Bagaimana caranya kamu bisa dipahami
Jika kamu bertanya seberapa besar aku menyukaimu,
Aku menyukaimu seperti aku menyukai secangkir kopi hitamku :)
Masih ingatkah kamu sewaktu dulu?
Ketika kamu mengucapkan janji itu
Janji dimana kita akan selalu dapat bertemu
Meski kesibukan tak pernah meminjamkanmu waktu
Kamu
bilang laut itu berwarna biru,
Dia diam, tak pernah mengeluh dan menggerutu
Kamu bilang langit itu juga biru,
Begitu indah walaupun tak bisa disentuh
Dia diam, tak pernah mengeluh dan menggerutu
Kamu bilang langit itu juga biru,
Begitu indah walaupun tak bisa disentuh
Tapi
sayangnya aku bukanlah laut
Aku tidak bisa diam dan selalu cemberut
Aku tidaklah seperti langit biru
Aku adalah orang yang penuh dengan cemburu
Aku tidak bisa diam dan selalu cemberut
Aku tidaklah seperti langit biru
Aku adalah orang yang penuh dengan cemburu
Biru?
Bagaimana dengan luka di hati ini?
Tak terlihat, tapi terasa sakit sekali
Sering sekarat dan seperti membatu
Akibat babak belur dihajar rindu
Biru?
Bagaimana dengan pikiranku?
Tak bisa berfikir yang bukan tentangmu
Tak bisa bertindak yang bukan karenamu
Tak bisa mengucap yang bukan untukmu
Bagaimana dengan pikiranku?
Tak bisa berfikir yang bukan tentangmu
Tak bisa bertindak yang bukan karenamu
Tak bisa mengucap yang bukan untukmu
Biru
itu tidak selalu indah,
Kadang biru adalah bukti terluka,
Kadang biru adalah tanda pucat,
Sekarat, akibat beban yang semakin berat.
Kadang biru adalah bukti terluka,
Kadang biru adalah tanda pucat,
Sekarat, akibat beban yang semakin berat.
Anggap
saja ini seperti senandung biru,
Ketika kamu tak dapat menemukanku,
Carilah senandung tulisanku,
Apakah aku masih dihatimu,
atau sudah terusir oleh waktu…
Ketika kamu tak dapat menemukanku,
Carilah senandung tulisanku,
Apakah aku masih dihatimu,
atau sudah terusir oleh waktu…
Pernahkah
kamu mencintai seseorang?
Bukan dari fisik ataupun perangainya
Pernahkah kamu mengagumi seseorang?
Hanya dari celotehan merdu suaranya
Bukan dari fisik ataupun perangainya
Pernahkah kamu mengagumi seseorang?
Hanya dari celotehan merdu suaranya
Suaranya itu seringkali menggema
Mencerminkan lelaki yang arif bijaksana
Suaranya itu berkesan cukup berat
Menggetarkan hati yang pernah sekarat
Tak
penting apa yang keluar dari suaranya
Yang terpenting adalah bagaimana merdunya
Untuk dinikmati telinga tiap wanita
Sampai hafal siapa tuan pemilik nadanya
Yang terpenting adalah bagaimana merdunya
Untuk dinikmati telinga tiap wanita
Sampai hafal siapa tuan pemilik nadanya
Pernahkah kamu dapat panggilan spesial?
Bukan dari sebutannya, tapi dari lantunannya
Seakan panggilannya menggoda nakal
Seakan kamu punya arti lain baginya
Apa kamu tahu apa kelebihan utamanya?
Suara berat dengan penuh tawa
Seperti saat ada yang diucapkannya
Semua yang mendengar, begitu menikmatinya.
Apa kamu tahu siapa pria bersuara berat itu? :)
rasa yang pernah terjadi pada diriku,
aku begini karena mengambil pelajaran dulu,
karena aku tak ingin hasil yang sama.
Apakah kamu pernah mencintai?
tapi kamu malah terus tersakiti?
entah siapa yang tak tahu diri,
rasaku ini tak pernah sedikitpun dihargai.
Apakah kamu pernah percaya?
tapi yang kamu dapat adalah dikhianati?
aku tak mengerti apa yang dia mau lagi,
diri ini terlalu sibuk memuji dirinya.
Apakah kamu pernah memiliki?
tanpa tahu apa arti kehilangan?
merasakan sendiri rasa sakit hati,
menjerit sendiri menikmati kenangan.
Apakah kamu pernah merasa tulus?
tapi kamu terus dan terus dibohongi?
membuat diri semakin sekarat tak terurus,
akibat celah hati yang tak dapat diobati.
Apakah kamu pernah memilih setia?
tapi yang kamu dapat adalah diduakan?
Entah siapa yang tak punya perasaan,
begitu mudah berpaling tanpa jelas alasannya.
Apakah kamu pernah berharap?
tapi harapan itu menjadi palsu dan sia-sia?
menanti warna pada hati yang sudah gelap,
mencari apa arti cinta yang sebenarnya.
Apakah kamu pernah berpikir untuk pergi?
ketika semua rasamu tak pernah dihargai?
Dan aku,
kini memilih pergi,
karena hal paling bijak untuk orang yang tak pernah menghargai adalah...
pergi meninggalkannya.
karena masih banyak yang mampu menghargaimu.
Tapi tenang saja, aku pasti akan kembali.
Ketika kamu sudah mengerti apa arti menghargai :))
Suatu hari ketika hadirnya gelap,
seketika itu juga kesendirian menyergap,
memanjakan diri dengan tidur terlelap,
seperti sudah tidak ada hal yang bisa terucap.
Tanpa disadari ada hal datang dengan indah,
ada aku dan kamu sedang mendesah,
menghabiskan waktu hanya berdua,
membuat orang lain dianggap seperti tiada.
kita berpergian ke taman bunga,
menghabiskan waktu dengan saling cerita,
seakan tiada habisnya kita saling menggoda,
seperti berjanji tiada hal lain seindah tawa.
kemudian kita beranjak ke pinggir pantai,
saling menikmati satu sama lain dengan santai,
membuat istana dari pasir yang tak bisa tenggelam,
sampai tak ingat waktu kalau ternyata sudah malam.
Ketika pulang dan seketika turun hujan,
kita berlarian mencari tempat peneduhan,
menunggu hujan reda sambil berpegangan tangan,
saling menatap mata dengan penuh kemesraan.
keesokan harinya kita mendaki ke atas gunung,
saling menghangatkan ketika suasana mendung,
saling menjaga agar tak ada yang tersandung,
karena di puncak, akan kita rayakan dengan bersenandung.
kemudian kita beralih ke bioskop terdekat,
berdua saja hingga kini semakin dekat,
sampai saat dimana lampu mulai dipadamkan,
semua penonton gemuruh melihat kita berciuman.
Kini tiba saatnya untuk makan malam,
makan berdua dengan penuh keromantisan,
berbicara tentang hal yang berbau keseriusan,
sampai sepakat, sampai tangan saling menggenggam.
begitupun ketika menonton pertunjukkan esoknya,
di dalam keramaian kita saling menjaga,
saling memeluk dengan sekuat tenaga,
sambil menikmati dengan seru semua adegannya.
sampai pada akhirnya kita ada di rumahmu,
bertemu semua yang kamu sebut keluargamu,
menghabiskan canda dengan penuh malu,
berharap mereka akan selalu memberikan kita restu.
... ... .....
sampai pada akhirnya aku dibangunkan,
membuka mata tanpa sedikitpun senyuman,
karena ternyata semua hanya mimpi bualan,
karena aku disini, masih sendirian...
Banyak yang berkata begini,
kita tak dapat mencintai,
sebelum kita menyayangi,
semua hal tentang diri kita sendiri.
Semua hal memang butuh apresiasi,
bukan hanya setelah dipuji,
bukan hanya setelah dibantu sana sini,
tetapi juga tentang hal-hal yang ada di dalam diri.
Pernahkah kamu bekerja keras,
membanting tulang sampai keringat diperas,
tak pandang apakah hujan atau panas,
sampai lupa bahwa badan ini juga butuh nafas.
Pernahkah kamu punya target sesuatu?
sampai semua hal kamu lakukan demi satu,
tak pandang tenaga, uang, dan waktu,
padahal tubuh ini sudah babak belur penuh batu.
Pernahkah kamu pergi kesana kemari,
menghabiskan tenaga tanpa tahu diri,
seperti sekarat layaknya mau mati,
tapi tampaknya kamu tidak sedikitpun peduli.
Pernahkah kamu terlalu mencintai,
sampai lupa rasanya menyayangi diri sendiri,
bahkan sampai ingin bunuh diri,
jika kemauanmu tak kunjung dipenuhi.
Kini aku belajar tentang arti menghargai,
bukan hanya tentang yang datang dan pergi,
namun juga yang keras hati,
apa yang dikata selalu menjadi harga mati.
Hargailah dirimu sendiri,
jika bukan dirimu, lalu siapa lagi? :))
Dear mantanku,
Apa kabarmu? aku harap kamu baik-baik saja. Apa kamu masih mengingatku? ah apapun jawabanmu itu tidak penting, yang terpenting sekarang adalah kita bisa berkomunikasi seperti ini. Walau hanya lewat surat ini, aku ingin menyampaikan sesuatu. Semoga kamu mau mendengarkan celotehan dari orang yang pernah menyakitimu ini...
Bagaimana keadaanmu? bagaimana perasaanmu?
Aku harap kamu sudah bisa move on dan mendapatkan pasangan yang lebih baik dari aku.
Apa kau tau? semenjak disini, aku sudah bahagia dengan orang lain.
Kau tau kan aku bukanlah orang yang cepat jatuh cinta, tapi mengapa aku bisa bersama orang lain sekarang?
Jawabannya adalah aku memang gak bisa move on, tapi aku harus move on.
Move on adalah caraku menghargai hubungan kita dulu, agar aku bisa belajar dari kesalahan dan memperbaikinya di hubungan yang sekarang.
Jadi, aku disini ingin menyampaikan bahwa aku ingin menjadi temanmu, teman tanpa beban dan ikatan, karena aku merindukan peristiwa dimana kita tertawa dan menangis bersama.
Mungkin pasanganku saat ini tidak sebaik dirimu,
dia tidak bisa memahamiku seperti kamu memahamiku.
Dia mudah ngambek, tidak sepertimu yang selalu sabar menanti kabarku.
Dia mudah kesal, tidak sepertimu yang selalu setia walau tersakiti terus menerus olehku.
Dia sangat cuek, tidak sepertimu yang selalu mengingatkanku segala hal sekecil apapun itu.
Dia itu merepotkan, tidak sepertimu yang selalu mendukung segala kegiatanku.
Tapi, aku harus berterima kasih padamu, karena berkat itu semua, pasanganku kini lebih mau belajar agar dia bisa lebih hebat darimu.
Lalu bagaimana denganmu, wahai mantanku?
Aku harap kamu tidak terlarut denganku, dengan semua kenangan kita dulu,
itu semua hanya untuk dikenang, bukan terus dijalani sampai saat ini,
banyak di luar sana yang menunggumu, yang bisa memberikan hal yang lebih baik daripada aku.
apapun alasanmu bertahan di aku, aku hargai itu, tapi dunia ini butuh kamu,
kamu tidak bisa terus diam dan hanya berdiri di satu titik saja,
jika kamu memang masih sangat menyayangiku, kamu harus mampu melepasku.
Apa kamu masih berpikir untuk kembali denganku?
sesayang apapun aku padamu, aku takkan memilih itu,
kecuali memang takdir dan jodoh yang mengembalikan kita lagi,
aku harap kamu mengerti maksudku.
Setauku kamu itu hebat, tapi kenapa kamu malah diam terpaku dengan aku? kemana kehebatanmu?
yang aku tau kamu itu tegar, tapi kenapa kamu masih sering menangisiku? mana ketegaranmu?
aku tau kamu itu perasa, tapi kenapa semua yang mendekatimu, kamu acuhkan begitu saja gara-gara aku?
kamu kan cantik, tapi kenapa kamu malah jadi malas mengurus dirimu?
kamu harusnya bisa tampil lebih baik daripada waktu bersamaku dulu.
Aku mengatakan ini semua bukan karena aku membencimu,
tapi karena aku merindukanmu yang pernah menjadi cerita dan bagian dari hidupku,
banyak hal yang bisa dipelajari waktu kita bersama dulu,
kini aku hanya bisa mendukung apapun keinginanmu yang bukan tentangku,
aku percaya, kamu itu bisa hidup lebih baik tanpaku, aku percaya itu.
Ohiya satu hal lagi, aku ingin menantangmu.
jika kamu masih sayang padaku, mampukah kamu melepasku?
jika kamu masih peduli denganku, mampukah kamu hidup tanpaku?
jika kamu masih merindukanku, mampukah kamu menerima kenyataan ini semua?
aku menantangmu, masih bisa kah kamu membuka hatimu untuk orang lain?
aku percaya kamu pasti bisa menyelesaikan semua tantanganku.
aku tunggu surat balasanmu dengan cerita baru yang membuatku cemburu,
aku tunggu...
jangan kecewakan aku, mantanku.
maaf untuk semua kelakuanku selama ini,
dan terima kasih telah memberikanku kesempatan untuk hadir di hidupmu :))
Dengan penuh kenangan,
Mantanmu
Ini bukan hanya sekedar petualangan,
ini adalah kisah tentang perempuan,
yang gemar bergonta-ganti pasangan,
entah tiap minggu atau mungkin tiap bulan.
Nona pergi ke arah barat,
mencari, mengenal, lalu menjerat,
mencari hasil bibit dari kaum konglomerat,
sehabis recehan dan kepingannya sekarat,
mencari mangsa baru layaknya keparat.
Siapa yang tak kenal nona,
banyak teman prianya terpesona,
banyak teman wanitanya bermuka dua,
sayang hatinya tak secantik rupanya.
Nona pergi ke arah selatan,
mengeksplorasi semua pria bermuka tampan,
memanfaatkan seluruh pria tergolong mapan,
mudah memulai dan juga mudah menyelesaikan,
tak ada makna lain untuk sebuah hubungan,
ketika nona sudah punya alasan dan tujuan.
Nona begitu lucu menggemaskan,
senyumnya penuh kesan akan perhatian,
begitu sempurna layaknya tiap perawan,
begitu dominan layaknya putri kerajaan.
Nona pergi ke arah timur,
mencari yang muda sampai yang berumur,
dengan jurusnya yang mudah membaur,
hati para pria pun dengan mudahnya hancur.
Nona sering dianggap murahan,
karena nona dengan mudahnya berganti pasangan,
kini nona berada di kehidupan yang serba mewah,
karena sering mendapatkan hadiah yang berlimpah.
Nona pergi ke utara,
dan semakin mudahnya nona mengucap cinta,
hubungan kini semakin tidak ada artinya,
kerena semua harus sesuai dengan rencana nona.
Kini nona berhenti di satu tempat,
menangis dengan jeritan penat,
kini nona berjanji untuk mengakhiri,
tapi tak ada yang percaya nona lagi.
Aku memperhatikan nona,
bukan karena terpikat dengan pesona,
namun karena kasihan dan iba,
aku ingin menolong nona.
Jika nona tak mau lagi menjadi piala bergilir,
jika nona memilih tuk mencari petualangan akhir,
aku ada untuk mengajari,
bahwa cinta tak harusnya begini.
Jika nona siap berhenti bertualang,
aku akan membantu nona mencari jalan pulang :))
mengungkapkan semua yang belum sempat,
tentang anggapan yang membuat sekarat,
sehingga kebaikan ku sudah tertutup rapat.
Luapan rasa ini seperti mau meledak,
disana sini aku sudah seperti tak tampak,
dimana mana hanya membuatku semakin retak,
ingin rasanya diselesaikan dengan berteriak!
Awalnya kalian menganggapku baik,
tapi kini seakan kalian memandangku licik,
dulu kita menghabiskan waktu bersama,
kini itu hanyalah sebuah cerita lama.
Kalian anggap aku punya banyak modusan,
padahal aku hanya ingin berteman,
kalian pandang aku sebagai playboy kacangan,
padahal aku hanya mencari arti keharmonisan.
Mungkin yang kalian tau aku dari keluarga mampu,
tapi keringat ini mengalir sebagai saksi bisu,
apa yang kini kalian bayangkan itu palsu,
aku hanyalah anak bukan dari keluarga yang utuh.
Aku hanya ingin terus dan terus belajar,
bukan maksud diri menjadi kurang ajar,
aku hanya ingin mencari tantangan baru nan segar,
supaya masa indahku lebih tergambar.
Aku hanya mencoba menjadi pribadi yang ramah,
tapi respon kalian seakan membuatku terjamah,
aku hanya ingin jadi pribadi penuh senyum,
karena ilmu tertinggi adalah ilmu untuk maklum.
Ini bukan hal tentang siapa yang sok tampan,
tapi ini adalah hal siapa yang bisa lebih mapan,
karena aku belajar dari arti kedewasaan,
aku bukan lagi anak kecil yang mudah ngambekan.
Tanpa alasan yang jelas aku tak mau menghakimi,
karena kini yang aku lakukan hanya mencoba memahami,
semua orang bisa tahu, tapi tidak semua orang mengerti,
karena aku, tidak mau berteriak seperti ini lagi :')
Kamu melihatku dari jauh sana,
seakan mencari tahu aku itu siapa,
seakan aku jadi pusat fokusmu semata,
tapi untuk apa?
Kamu menyapaku dengan penuh malu,
menggodaku dengan penuh senyum lucu,
sepertinya kamu jatuh hati padaku,
tapi untuk apa?
Kini semua mulai terlihat tabu,
aku adalah sesuatu yang menjadi hobi barumu,
aku menjadi hal yang kini kau sebut rindu,
tapi untuk apa?
Semua ceritamu kini adalah tentangku,
semua isi coretanmu kini adalah untukku,
semua celotehanmu pun penuh dengan aku,
tapi untuk apa?
Kini orangtuamu sudah tahu semuanya,
kini lingkunganmu sudah tahu ceritanya,
begitupun aku, sebagai sumber utama cinta,
tapi untuk apa?
Ketika kamu menceritakan apa yang terjadi,
ternyata benar, kamu sedang jatuh hati,
pada diriku yang selama ini kamu kagumi,
tapi untuk apa?
Bukan maksudku, tidak mengacuhkanmu,
bukan mauku untuk menghindarimu,
bukan aku jika tidak menghargai perasaanmu,
tapi untuk apa?
Akupun kini penuh dengan tanya,
ini bukan hal sepele yang tanpa ada alasannya,
karena kamu tidak tahu kemana tujuannya,
lalu untuk apa?
Untuk apa?
aku lelah disakiti,
aku bosan mengecewakan hati,
lalu untuk apa?
Subscribe to:
Comments (Atom)






















.jpg)

















- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact