Suatu hari ketika hadirnya gelap,
seketika itu juga kesendirian menyergap,
memanjakan diri dengan tidur terlelap,
seperti sudah tidak ada hal yang bisa terucap.
Tanpa disadari ada hal datang dengan indah,
ada aku dan kamu sedang mendesah,
menghabiskan waktu hanya berdua,
membuat orang lain dianggap seperti tiada.
kita berpergian ke taman bunga,
menghabiskan waktu dengan saling cerita,
seakan tiada habisnya kita saling menggoda,
seperti berjanji tiada hal lain seindah tawa.
kemudian kita beranjak ke pinggir pantai,
saling menikmati satu sama lain dengan santai,
membuat istana dari pasir yang tak bisa tenggelam,
sampai tak ingat waktu kalau ternyata sudah malam.
Ketika pulang dan seketika turun hujan,
kita berlarian mencari tempat peneduhan,
menunggu hujan reda sambil berpegangan tangan,
saling menatap mata dengan penuh kemesraan.
keesokan harinya kita mendaki ke atas gunung,
saling menghangatkan ketika suasana mendung,
saling menjaga agar tak ada yang tersandung,
karena di puncak, akan kita rayakan dengan bersenandung.
kemudian kita beralih ke bioskop terdekat,
berdua saja hingga kini semakin dekat,
sampai saat dimana lampu mulai dipadamkan,
semua penonton gemuruh melihat kita berciuman.
Kini tiba saatnya untuk makan malam,
makan berdua dengan penuh keromantisan,
berbicara tentang hal yang berbau keseriusan,
sampai sepakat, sampai tangan saling menggenggam.
begitupun ketika menonton pertunjukkan esoknya,
di dalam keramaian kita saling menjaga,
saling memeluk dengan sekuat tenaga,
sambil menikmati dengan seru semua adegannya.
sampai pada akhirnya kita ada di rumahmu,
bertemu semua yang kamu sebut keluargamu,
menghabiskan canda dengan penuh malu,
berharap mereka akan selalu memberikan kita restu.
... ... .....
sampai pada akhirnya aku dibangunkan,
membuka mata tanpa sedikitpun senyuman,
karena ternyata semua hanya mimpi bualan,
karena aku disini, masih sendirian...


0 komentar:
Post a Comment