April 27, 2014

Untuk apa?


Kamu melihatku dari jauh sana,
seakan mencari tahu aku itu siapa,
seakan aku jadi pusat fokusmu semata,
tapi untuk apa?

Kamu menyapaku dengan penuh malu,
menggodaku dengan penuh senyum lucu,
sepertinya kamu jatuh hati padaku,
tapi untuk apa?

Kini semua mulai terlihat tabu,
aku adalah sesuatu yang menjadi hobi barumu,
aku menjadi hal yang kini kau sebut rindu,
tapi untuk apa?

Semua ceritamu kini adalah tentangku,
semua isi coretanmu kini adalah untukku,
semua celotehanmu pun penuh dengan aku,
tapi untuk apa?

Kini orangtuamu sudah tahu semuanya,
kini lingkunganmu sudah tahu ceritanya,
begitupun aku, sebagai sumber utama cinta,
tapi untuk apa?

Ketika kamu menceritakan apa yang terjadi,
ternyata benar, kamu sedang jatuh hati,
pada diriku yang selama ini kamu kagumi,
tapi untuk apa?

Bukan maksudku, tidak mengacuhkanmu,
bukan mauku untuk menghindarimu,
bukan aku jika tidak menghargai perasaanmu,
tapi untuk apa?

Akupun kini penuh dengan tanya,
ini bukan hal sepele yang tanpa ada alasannya,
karena kamu tidak tahu kemana tujuannya,
lalu untuk apa?

Untuk apa?
aku lelah disakiti,
aku bosan mengecewakan hati,
lalu untuk apa?


0 komentar:

Post a Comment

 
;