December 10, 2014

Dari pengagum rahasiamu


Apa kabarmu sekarang?
adalah pertanyaan bodoh yang sering aku lontarkan
kamu boleh panggil aku pecundang
karena setiap pagi, kamu adalah beritaku setelah sarapan

Rasanya aku tak keberatan
bila harus kehabisan roti tawar hingga tak sarapan
selama masih bisa tahu apa yang kamu kerjakan
lapar dan sakitpun masih sanggup kutahan

Apa kamu masih ingat kejadian itu?
perkenalan singkat ketika kamu tanyakan namaku
sambil melontarkan beberapa cerita lucu
membuatku gila setiap mengingatmu

Buatku, ujian berat adalah saat kita duduk berhadapan
mau tak mau, harus saling berpandangan
meski tanpa harus saling memandang mata
ketahuilah hal-hal tentangmu tak pernah hilang dari kepala

Menyukaimu sekian lama membuatku pintar baca pertanda
melihat, mendengar, ataupun mencari tentang berita
kamu barangkali tak menyadari betapa ku memperhatikanmu
tapi yang pasti, aku selalu mendukung dan mendoakanmu

Sebelum jatuh hati padamu tanpa rencana
kupikir cinta selalu dipenuhi coklat-warna pink-dan bunga
aku tak pernah sadar bahwa sebaik-baik cinta
adalah rasa yang tetap membumi dan sederhana

Kau mengajarkanku bahwa cinta perkara memberi
menjadi sebaik-baiknya pribadi
tanpa perlu khawatir dan peduli
apakah kasih sebesar itu akan kembali

Terima kasih, sudah pernah ada
memberi cerita, tawa, tentang kita berdua
kini semua tentang kita mulai berbeda
semoga aku tetap bisa mengagumimu dengan sama

Kini, selamat melanjutkan perjalanan
semoga kelak kita bertemu di satu persimpangan
dengan penuh pengharapan
tanpa ada lagi rasa yang harus disembunyikan :)

1 komentar:

Post a Comment

 
;