September 10, 2014 0 komentar

Pisau tajam itu bernama kerinduan


Aku tertusuk oleh kesepian
aku tertikam oleh kesendirian
aku terbunuh oleh kesunyian
seperti sudah hilang semua harapan

Tergores luka saat melihat bayangan hitam
aku makin tak bergerak, hanya diam
aku makin kaku, hanya bergumam
mungkin ini akibat memimpikanmu semalam

Aku masih hafal bagian mana saja yang kamu sentuh
tapi semakin mengingatnya, aku semakin runtuh
seakan badan ini sudah tak lagi utuh
semuanya berbayang, kamu seperti hantu!

Aku seperti kehilangan sebagian diriku
rasanya tak hangat lagi seperti dulu
rasanya tak berwarna lagi, sudah berdebu
rasanya tak ada keceriaan lagi, seperti sewaktu ada kamu

Aku seperti memegang pisau tajam tanpa pegangan
yang cepat atau lambat, aku pasti tertusuk pelan
karena pisau itu tak bisa dibuang atau dihancurkan
pisau tajam itu bernama kerinduan...

Semakin hari, semakin babak belur penuh malu
semakin hari, sepi ini makin membuat biru
entah apakah aku bisa bertemu dirimu
atau keburu mati terkubur rasa rindu...
 
;