March 30, 2014 0 komentar

Untuk Perempuan, Lelaki dan Pekerjannya


Jika seseorang lelaki tidak bekerja, marahlah !
Jika ia tidak mendapatkan pekerjaan, bantulah !
Jika ia tidak mau bekerja, tinggalkanlah !

Jika seorang lelaki memiliki pekerjaan, dukunglah !

Jika ia lelah karena bekerja, manjakanlah !
Jika ia berhasil di dalam pekerjaannya, nikmatilah !

Jika seorang lelaki sedang bekerja, percayalah !

Jika ia sedang bersusah payah dalam pekerjaannya, doakanlah !
Jika ia gagal, semangatilah !

Jika seorang lelaki itu pekerja keras,

dan ia adalah lelakimu,
maka bersyukurlah !


Inspired and Adapted by Z.H
March 23, 2014 0 komentar

Dari Jauh


Hari demi hari terlihat berantakan,
seperti halnya orang yang dikecewakan,
entah kemana hilangnya harapan,
semuanya dibuat hancur oleh perasaan.

Tidak sebentar aku di bumi ini,

telah banyak yang kutemukan,
hingga detik ini aku percaya,
mencintai bukanlah suatu kebetulan.

Memang tidaklah keliru,
mewaspadai semua tindak manisku,
sebab aku manusia yang bisa salah,
menginginkan hal hal tentang mereka semua.

Bukan kepastian dariku yang kau perlukan,
karena aku bukan apa dan siapamu,
kamu hanya perlu memastikan kalau mampu tertawa,
ada atau tanpaku.

Karena tawamu mudah kuingat, 
bahkan sekalipun aku pelupa.
Tertawalah, 
walau tak harus bersamaku.

Adakah disini perempuan yang sedang menangis?

Sebab daripada aku tertawa sendirian,
aku lebih baik menangis bersamanya.

Bimbanglah karena orang lain termasuk aku,

supaya kau tidak sembarang pikir mencinta,
tentang mudah atau dia adalah tepat.

Entah harus bilang apalagi,

tetapi ini pengakuanku,
yaitu tenang kudapatkan diriku,
ketika aku bercermin pada matamu,
Meski itu sudah tak bisa ku lakukan lagi.

Bukan aku yang menjauh,

melainkan kamu yang meragu.
Dan semenjak malam itu, 
apa yang kamu pikirkan,
tidak semanis biasanya, tentangku.

Kau berpikir terlalu jauh,

seakan aku sudah meninggalkanmu,
padahal aku belum beranjak sedikitpun,
tapi baiklah, aku akan.

Aku lelah disakiti,

aku bosan mengecewakan,
terjebak di permainan sendiri,
entah kapan hati bisa dipertemukan.

Sesungguhnya aku ingin segera hadir,

untuk sekedar buatmu tertawa,
Namun sampai pada saatnya ...
dimana aku sedang khawatirkan kamu,
dengan nyamannya sedang menangisiku :)
March 17, 2014 0 komentar

Karena kamu


Kamu,
Aku berpikir untuk tidak memikirkanmu,
yang membuatku selalu tak habis pikir.
Terkadang aku ingin berdamai dengan waktu,
menjadikanmu sebagai bagian dari putarannya yang berlalu.
karena kamu seperti puisi yang berbelit-belit,
indah, namun sulit dimengerti.

Menyebalkan itu seperti cinta yang diabaikan,

seperti seorang yang terlupakan,
dan seperti kita yang dipertemukan,
tapi tidak dipersatukan.

Kelucuanmu adalah sebab dari kesenanganku menertawakan sedih.

Ketika senyummu mulai melebar,
ada aku yang seakan melebur.

Kamu tidak perlu jadi sempurna,

aku bisa mencintaimu tanpa karena.
Sebab mendapatkanmu adalah sulit,
maka melepasmu pun tidak akan menjadi mudah.

Kamu, masa lalumu ...

Masa lalumu yang meninggikanmu terlalu tinggi,
bisa jadi dia yang pada akhirnya menjatuhkanmu terlalu dalam.
Akan kulepas genggamanku di tangan kirimu,
jika tangan kananmu masih saja menyeret masa lalu.
Karena ketika kamu menyendiri,
sebenarnya kamu tidak sedang sendiri,
Ada masa lalumu menemani.

Kamu, egomu ...

Pagi ini aku terbangun,
dengan sisa-sisa egomu yang masih tersangkut di kepala.
Jika berbeda pendapat kau sebut pertarungan,
maka kita akan terus sekarat di ego masing-masing.
Seakan tiap pagi aku harus menerimanya.
Bukan kamu, tapi egomu.

Kamu,

Sepasang matamu cukup dalam,
untuk menenggelamkan aku hanya dengan satu pejam.
Melihat tatapanmu seperti menyelam,
Seketika aku berharap, semoga ada aku di dalam.

Tatap aku dalam-dalam,

tenggelamkan aku di dalamnya hingga tak terselamatkan.
Pukul aku keras-keras,
dengan rindumu hingga aku tergeletak lemas.

Kamu, waktu itu ...

Kita pernah berdua mengabiskan waktu,
sampai akhirnya waktu yang menghabisi kita.
Kamu adalah apa yang membuat bahagia,
menjadi sesuatu yang tidak membosankan.
Rasa ingin kita bertemu, kelak. 
Sebelum rindu memukulku, telak.

Mendung kian mendukung,
memuntahkan rindu yang terselubung di sela-sela jantung.
Rindu ini begitu tajam. Seperti dirajam.
Hingga membuatku sulit terpejam.
Jika rindu bisa dicerna otak,
mungkin tiap hari kepalaku kian mendingin dan membesar.
Begini rasanya dingin yang berwarna biru,
persis seperti hati yang babak belur dihajar rindu.

Aku diam bukan berarti pendiam,
kata-kataku terlalu bahaya jika semuanya kau artikan bahagia.
Sebagai pria,
wanita yang kuinginkan adalah mereka,
Hanya saja yang aku butuhkan tetap satu, yaitu kamu.

Mungkin kamu sedang sibuk menganalisa,

Mungkin suatu saat kamu baru bisa percaya,
Mungkin nanti kepalamu akan bersandar di pundaknya,
lalu menangisi aku dengan hebatnya.

Jika Tuhan menggariskan hidupku untuk tidak bersamamu,
mungkin aku berdosa,
tapi kuharap Tuhan amnesia ....
Ya, jangan terlalu percaya padaku,
aku takut semua bidadari itu cemburu,
cemburu karena tak bisa seperti kamu.

Kamu,

aku mengagungkan Tuhanku dengan cara mengagumimu.
Kamu selalu menyajikan cita rasa yang berbeda,
seakan jika aku lapar, takkan ada habisnya.
Karena kamu, 
adalah isi dari proposal yang kuajukan ke Tuhan dalam bentuk doa :)
March 16, 2014 0 komentar

Perpindahan


Berbicara tentang perpindahan,
Perpindahan adalah bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain.

Sejak lahir, kita pindah, dari gelap dan sunyinya kantong rahim,

Menuju terang dan ramainya dunia.

Setiap tahunnya pun kita pindah,

lebih berumur, lebih dewasa, lebih mengerti apa yang baik dan buruk,

Dalam agamaku pun begitu, junjungan Nabi ku, juga pindah.

Perpindahan beliau bernama Hijrah,
Hijrah ke tempat yang lebih baik.

Pindah, tak lepas dari kehidupan kita sebagai manusia.

Itu berarti, sejak kecil,
Kita terjebak dalam perpindahan,
Lingkungan sekitar kita ikut pindah,
Setiap cerita yang kita dengar juga mengandung unsur pindah,
Sekolah kita pun pindah, ke tempat yang seharusnya,
Teman kita juga pindah,
Asmara kita juga ikut berpindah-pindah.

Jika ingin pindah ke sesuatu yang baru, maka harus siap pindah dari yang lama,

Dan kita, harus pindah.
Karena dalam sesuatu yang baru pasti ada perpindahan yang lebih baik.

Dan jika kita tidak memilih pindah, kita hanya akan diam tak bergerak. 

Pindah bukan berarti melupakan, tapi mengambil pelajaran.
Jika ada pilihan untuk pindah, lekas berpindahlah,
kita takkan tau apa yang akan kita temukan sebelum berpindah.

Memang perpindahan awalnya tak nyaman,

butuh waktu buat beradaptasi, 
namun disitulah kita berkembang. 
Pindah ke arah yang lebih baik.

Kita pindah, untuk menghargai apa yang telah kita tinggalkan. 

Bukan untuk dilupakan, tapi dijadikan pembelajaran.

Lalu apa yang masih membuatmu berdiam diri disitu? Yuk pindah! :))
 
;