June 07, 2014
Luka merah
Pernah aku merasakan luapan amarah
Penuh ocehan dan keluh kesah
Seakan mulut ini sudah terlanjur basah
Mengatakan ucapan yang sekiranya bikin gerah
Pernah aku diam tak berbicara
Seperti dikuasai luapan emosi marah
Akibat satu persoalan dengan dirinya
Semua lingkunganku ikut kena imbasnya
Sebenarnya aku tak tahu apa mau emosiku
Rasa sayang kini berubah menjadi batu beku
Tak mau mendengarkan alasan apapun itu
Menyimpulkan satu, tidak mau tahu
Sebut saja aku si pembuat luka merah
Luka yang tidak seperti biasanya
Mungkin dimaafkan, tapi tak bisa lupa
Karena luka ini pasti selalu ada bekasnya
Tapi ada hal baru yang aku pelajari
Jika aku melukai, aku harus pandai mengobati
Ini semua adalah sebuah konsekuensi
Dari sebuah luka merah yang pernah kualami
Tapi kini aku telah berjanji
Jika aku membuat luka merah lagi
Aku takkan mau mengampuni diri ini
Karena lebih baik aku memilih mati!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 komentar:
Post a Comment