Masih ingatkah kamu sewaktu dulu?
Ketika kamu mengucapkan janji itu
Janji dimana kita akan selalu dapat bertemu
Meski kesibukan tak pernah meminjamkanmu waktu
Kamu
bilang laut itu berwarna biru,
Dia diam, tak pernah mengeluh dan menggerutu
Kamu bilang langit itu juga biru,
Begitu indah walaupun tak bisa disentuh
Dia diam, tak pernah mengeluh dan menggerutu
Kamu bilang langit itu juga biru,
Begitu indah walaupun tak bisa disentuh
Tapi
sayangnya aku bukanlah laut
Aku tidak bisa diam dan selalu cemberut
Aku tidaklah seperti langit biru
Aku adalah orang yang penuh dengan cemburu
Aku tidak bisa diam dan selalu cemberut
Aku tidaklah seperti langit biru
Aku adalah orang yang penuh dengan cemburu
Biru?
Bagaimana dengan luka di hati ini?
Tak terlihat, tapi terasa sakit sekali
Sering sekarat dan seperti membatu
Akibat babak belur dihajar rindu
Biru?
Bagaimana dengan pikiranku?
Tak bisa berfikir yang bukan tentangmu
Tak bisa bertindak yang bukan karenamu
Tak bisa mengucap yang bukan untukmu
Bagaimana dengan pikiranku?
Tak bisa berfikir yang bukan tentangmu
Tak bisa bertindak yang bukan karenamu
Tak bisa mengucap yang bukan untukmu
Biru
itu tidak selalu indah,
Kadang biru adalah bukti terluka,
Kadang biru adalah tanda pucat,
Sekarat, akibat beban yang semakin berat.
Kadang biru adalah bukti terluka,
Kadang biru adalah tanda pucat,
Sekarat, akibat beban yang semakin berat.
Anggap
saja ini seperti senandung biru,
Ketika kamu tak dapat menemukanku,
Carilah senandung tulisanku,
Apakah aku masih dihatimu,
atau sudah terusir oleh waktu…
Ketika kamu tak dapat menemukanku,
Carilah senandung tulisanku,
Apakah aku masih dihatimu,
atau sudah terusir oleh waktu…


0 komentar:
Post a Comment