May 30, 2014

Senandung Biru


Masih ingatkah kamu sewaktu dulu?
Ketika kamu mengucapkan janji itu
Janji dimana kita akan selalu dapat bertemu
Meski kesibukan tak pernah meminjamkanmu waktu

Kamu bilang laut itu berwarna biru,
Dia diam, tak pernah mengeluh dan menggerutu
Kamu bilang langit itu juga biru,
Begitu indah walaupun tak bisa disentuh

Tapi sayangnya aku bukanlah laut
Aku tidak bisa diam dan selalu cemberut
Aku tidaklah seperti langit biru
Aku adalah orang yang penuh dengan cemburu

Biru?
Bagaimana dengan luka di hati ini?
Tak terlihat, tapi terasa sakit sekali
Sering sekarat dan seperti membatu
Akibat babak belur dihajar rindu

Biru?
Bagaimana dengan pikiranku?
Tak bisa berfikir yang bukan tentangmu
Tak bisa bertindak yang bukan karenamu
Tak bisa mengucap yang bukan untukmu

Biru itu tidak selalu indah,
Kadang biru adalah bukti terluka,
Kadang biru adalah tanda pucat,
Sekarat, akibat beban yang semakin berat.

Anggap saja ini seperti senandung biru,
Ketika kamu tak dapat menemukanku,
Carilah senandung tulisanku,
Apakah aku masih dihatimu,
atau sudah terusir oleh waktu…

0 komentar:

Post a Comment

 
;