Ini bukan hanya sekedar petualangan,
ini adalah kisah tentang perempuan,
yang gemar bergonta-ganti pasangan,
entah tiap minggu atau mungkin tiap bulan.
Nona pergi ke arah barat,
mencari, mengenal, lalu menjerat,
mencari hasil bibit dari kaum konglomerat,
sehabis recehan dan kepingannya sekarat,
mencari mangsa baru layaknya keparat.
Siapa yang tak kenal nona,
banyak teman prianya terpesona,
banyak teman wanitanya bermuka dua,
sayang hatinya tak secantik rupanya.
Nona pergi ke arah selatan,
mengeksplorasi semua pria bermuka tampan,
memanfaatkan seluruh pria tergolong mapan,
mudah memulai dan juga mudah menyelesaikan,
tak ada makna lain untuk sebuah hubungan,
ketika nona sudah punya alasan dan tujuan.
Nona begitu lucu menggemaskan,
senyumnya penuh kesan akan perhatian,
begitu sempurna layaknya tiap perawan,
begitu dominan layaknya putri kerajaan.
Nona pergi ke arah timur,
mencari yang muda sampai yang berumur,
dengan jurusnya yang mudah membaur,
hati para pria pun dengan mudahnya hancur.
Nona sering dianggap murahan,
karena nona dengan mudahnya berganti pasangan,
kini nona berada di kehidupan yang serba mewah,
karena sering mendapatkan hadiah yang berlimpah.
Nona pergi ke utara,
dan semakin mudahnya nona mengucap cinta,
hubungan kini semakin tidak ada artinya,
kerena semua harus sesuai dengan rencana nona.
Kini nona berhenti di satu tempat,
menangis dengan jeritan penat,
kini nona berjanji untuk mengakhiri,
tapi tak ada yang percaya nona lagi.
Aku memperhatikan nona,
bukan karena terpikat dengan pesona,
namun karena kasihan dan iba,
aku ingin menolong nona.
Jika nona tak mau lagi menjadi piala bergilir,
jika nona memilih tuk mencari petualangan akhir,
aku ada untuk mengajari,
bahwa cinta tak harusnya begini.
Jika nona siap berhenti bertualang,
aku akan membantu nona mencari jalan pulang :))


0 komentar:
Post a Comment