December 22, 2014
Surat terbuka untuk wanita yang kupanggil Mama
Halo ma, apa kabarmu?
rasanya aneh sekali melontarkan pertanyaan itu
kita satu rumah, tapi kadang kabarmu saja aku tak tahu
padahal tiap hari aku disajikan masakanmu
Mungkin kita jarang berbicara
saat diskusi, hanya adu argumen yang ada
tapi mama hanya tersenyum saja
melihat ego dan kesok-tahuan anaknya
Aku boleh bertanya, apa cita-cita sewaktu mama seumurku?
dokter? fotografer? artis? atau penulis buku?
apapun itu pasti mama telah mengorbankannya untukku
demi aku, yaitu anakmu
Aku melihatmu sebagai pekerja keras
pekerjaan rumah sering membuat keringatmu diperas
ketika mama meminta bantuan dengan nada tegas
aku hanya mengeluh dengan nada malas
Mama pernah mengajarkanku berjalan dan berbicara
mengajarkan tulis dan juga membaca
mengulang kata-kata demi aku mengerti maknanya
tapi kini, giliranku untuk menjaga mama
Ma, kini wajahmu mulai menua
aku mulai menemukan keriput yang tak biasanya
aku tahu mama takkan hidup selamanya
tapi ijinkan aku menyampaikan sesuatu untuk mama
Terima kasih telah memperkenalkanku pada dunia
maafkan anakmu ini yang penuh dosa
mama telah mengajarkan apa arti dari perjuangan
dengan kasih sayang dan juga perhatian
Aku hanya bisa berharap menjadi pribadi seperti dalam doamu
secerewet apapun dirimu mengingatkanku
mama tetap wanita nomor satu bagiku
semoga kita bisa terus bersama-sama merayakan hari ibu
Aku bersyukur bisa dirawat dan dibimbing mama
teruslah menjadi teladanku selamanya
surat terbuka ini aku sampaikan untukmu
dari penggemar beratmu nomor satu, aku anakmu :')
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 komentar:
Post a Comment