December 10, 2014

Sebuah persinggahan


Tentang sebuah cerita perpisahan
yang sebenarnya adalah perihal persinggahan
rasa sedih dan perih tidak terhindarkan
tapi perpisahan tak selalu berakhir pahit, bukan?

Aku bingung, apa yang harus kutulis sebagai pengakhir hubungan?
kebaikan dan kejelekanmu datang bergantian
terkadang aku ingin mengumpat
tapi sisa cinta datang tuk menghambat

Kamu pasti tahu, betapa bodohnya aku menghadapi perpisahan
betapa lambatnya otak ini menerima kenyataan
saat jatuh cinta padamu, aku menulis banyak kenangan
sebanyak itu juga kini aku perlu menulis untuk melupakan

Orang bilang aku hanya tak bisa lepas darimu
tapi aku seperti tak punya pilihan apa-apa
aku kira hanya cinta yang mampu menyakiti orang setega itu
membuatku mengerti apa itu mati rasa

Ada pepatah lama yang mengerti kisah ini
cinta tak pernah salah, yang salah cara kita mencintai
sudah tahu kita tidak bisa bersama
tapi masih saja keras kepala

Sudah tahu kita itu terlalu berbeda
mulai dari cara berdoa hingga keinginan cita-cita
kini perpisahan tak bisa dihindari
seakan jadi pengingat, kita lebih leluasa berjalan sendiri-sendiri

Aku rasa kita lebih dari sekedar ini
berbahagia di masa muda - menua - bekerja - lalu mati!

Kamu, yang bahunya sempat jadi tempat favorit melepas kepenatan
yang muka lelapnya sanggup kupandangi semalaman
menjadi sebuah jawaban atas pengharapan
yang selama ini diam-diam kita terus panjatkan

Kini, kamu bisa mencintai yang lain dengan sepenuh hati
aku pun jadi lebih tahu diri
tidak layak menampakkan gelagat sakit hati lagi
karena kisah kita sekedar persinggahan hati

kamu dan aku sama-sama pantas mendapatkan kisah baru minim emosi
tanpa tindakan dan kata-kata yang mengecewakan hati
kita berhak menemukan dia, yang dengan gembira menyambut di ujung hari
seseorang yang mampu menyembuhkan babak belur hati ini

Dewasa, barangkali menuntut keikhlasan diantara kita
menyadari bahwa kita hanyalah persinggahan sementara
kelak, akan ada orang lain yang membenarkan
senikmat apapun persinggahan, kita harus tetap melanjutkan perjalanan

Medan perjuangan kita sudah tidak lagi di satu segitiga sama sisi
Kini hanya doaku yang kuharap menjagamu setiap pagi
janganlah keras kepala dan jatuh cinta dengan bodoh lagi
persinggahan ini cukup menyiksa di hati :')

0 komentar:

Post a Comment

 
;