November 18, 2012 0 komentar

Brand Building

Tugas Komunikasi Pemasaran
Konsentrasi Desain Grafis 3A
Teknik Grafika dan Penerbitan
Politeknik Negeri Jakarta
2012

I. Merk/Brand
Merk adalah nama, istilah simbol atau desain khusus atau beberapa kombinasi unsur – unsur ini yang dirancang untuk mengidentifikasikan barang atau jasa yang ditawarkan penjual. [Stanton dan Lamarto (1994:269 )]

Merk adalah cara membedakan sebuah nama dan/atau simbol seperti logo, trademark, atau desain kemasan yang dimaksudkan untuk mengidentifikasikan produk atau jasa dari satu produsen atau satu kelompok produsen dan untuk membedakan produk atau jasa itu dari produsen pesaing. (Aaker, 1991)

Merk (Brand) adalah nama produk yang sudah ditetapkan, yang biasanya mengandung nilai-nilai kelayakan bagi konsumen maupun perusahaan yang bersangkutan dan biasanya telah didaftarkan ke kantor Pencatatan Hak Paten. [Norman A. Hart dan John Staplenton dalam kamus Marketing (1995 : 23,24,104)]

II. Pemberian Nama Produk (Merk)

A. Produsen dapat menerapkan beberapa strategi dalam pemberian nama merek, antara lain :
• Nama merek untuk semua produk. Strategi ini memberikan nama merek yang berbeda untuk produk yang berbeda.
• Nama merek kelompok bagi semua produk, yaitu memberikan nama merek yang sama bagi semua produk.
• Nama kelompok yang terpisah-pisah bagi setiap produk. Strategi ini memberikan nama merek pada kelompok produk sehingga produk turunan dalam kelompok tertentu mempunyai nama yang sama.
• Nama perusahaan dikombinasikan dengan nama merek setiap produk.
Keuntungan dalam memberikan merek, antara lain :
• Merek memudahkan pemrosesan order dan melacak masalah yang terjadi pada produk.
• Merek yang didaftarkan akan dapat menjadi perlindungan hukum bagi perusahaan yang mendaftarkannya.
• Kesetiaan pelanggan pada merek tertentu merupakan perlindungan bagi perusahaan dalam pemasaran produknya dari para pesaingnya.
• Merek membantu penjual untuk membedakan segmen pasar.
• Merek yang kuat akan meningkatkan citra perusahaan.

B. Menurut Philip Kotler (1992 : 114), produsen yang ingin mencantumkan merek pada produknya akan menghadapi beberapa pilihan stategi pemberian nama merek, yaitu : 
1. Nama merek khusus (individual brandname), yaitu pemberian nama merek yang berbeda bagi tiap item jenis produk.
2. Nama kelompok gabungan bagi semua produk (a blanket family name), yaitu pengunaan nama merek yang sama pada semua item dan lini produk.
3. Nama kelompok yang terpisah (separate family name), yaitu pemakaian nama merek yang berbeda bagi tiap lini produk.
4. Nama perusahaan digabung dengan nama khusus (company trade name combined with individual product names).

C. Elemen – elemen dari merk adalah Nama, Logo, Symbol, Desain, Slogan, dan Kemasan. Beberapa kriteria yang harus diperhatikan dalam pemilihan elemen merek:
1. Mudah diingat
Artinya elemen merek yang dipilih hendaknya yang mudah diingat, dikenali, dan disebut/diucapkan. Simbol, logo, nama yang digunakan hendaknya menarik, unik sehingga menarik perhatian masyarakat untuk diingat dan dikonsumsi.
2. Memiliki makna
Artinya elemen merek hendaknya mengandung sebuah makna maupun penjelasan/ deskripsi dari produk. Diharapkan makna ini dapat mempengaruhi konsumen untuk mengkonsumsi produk tersebut.
Deskripsi makna yang terkandung dapat berupa:
a. informasi umum tentang kategori dan isi dari produk
b. informasi tentang komposisi penting yang ditonjolkan produk dan manfaat dari produk.
3. Menarik dan lucu
Pendekatan lain untuk menarik perhatian konsumen adalah dengan variasi elemen merek yang unik, lucu, pemilihan elemen yang kaya akan visualisasi dan imajinasi. Dalam hal ini yang ditonjolkan adalah desain yang menarik dan lucu.
4. Fleksibel
Artinya elemen merek dapat dimengerti dan tetap dapat diterima oleh daerah/pasar, bahkan budaya lain. Nama yang digunakan pun tidaklah terlalu sulit untuk diterjemahkan. Seringkali pemilihan elemen merek mudah diingat oleh masyarakat lokal, namun sangatlah sulit dimengerti oleh masyarakat lain. Hal ini tentunya akan menghambat produsen untuk masuk dalam pasar yang baru.
5. Legal
Artinya brand elemen tersebut sah menurut hukum dan undang–undang yang berlaku, sehingga berada di bawah perlindungan hukum.

III. Strategi Merk

A. Strategi merk dari para ahli:
1. Aaker
Dalam bukunya, Buillding strong brand (1996), Aaker mengatakan bahwa merek yang kuat adalah yang memiliki posisi kuat. Pembentukan posisi yang kuat dimulai dengan menganalisis situasi untuk mengetahui posisi merek-merek pesaing dan posisi merek saat ini (merek yang sudah diluncurkan). Setelah itu perusahaan perlu merancang identitas merek, yaitu posisi merek yang diinginkan, dan kemudian mengkomunikasikannya melalui proses brand positioning. Hasilnya adalah posisi merek.
2. Davis
Davis juga sepakat dengan Aaker, malah dalam bukunya yang berjudul Brand Asset Management (2001), Aaker memberi restu dan berbagai pujian kepada Davis. Tetapi langkah Davis sedikit berbeda karena menurutnya sebelum melakukan analisis situasi, kita harus mengetahi visi merek terlebih dulu, yakni sasaran yang diperoleh melalui pembuatan merek. Setelah posisi merek tersebut, yang merupakan tahap akhir dari konsep Aaker tentang pembentukan merek yang kuat, Davis merasa perlu melakukan evaluasi merek sebagai tahap akhir.
3. Knapp
Knapp mengatakan bahwa merek bukan bukan sekedar nama besar (bila merek sudah terkenal), merek adalah cara hidup; didalamnya terdapat keinginan, janji dan komitmen yang harus dipenuhi perusahaan. Karena itu Knapp memberikan lima strtegi untuk membentuk merek yang kuat, yaitu:
1. lakukan penilaian merek. Ini kira-kira sama dengan evaluasi posisi merek pada analisis situasi Aaker. Merek perlu dipandang sebagai subjek, bukan hanya objek. Untuk itu perlu diketahui faktor-faktor asosiasi yang melekat pada merek sebagai subjek.
2. Mengembangkan janji merek, yaitu harapan tentang bagaimana merek bekerja sebagai konsumen. Atau nilai apa yang terdapat pada merek, sebagaimana pada tahap identifikasi merek ala Aaker. Dengan sendirinya, kalau sudah berjanji, merek akan berusaha menepatinya.
3. Menciptakan blueprint merek. Ini sama dengan identitas merek (brand identity) dalam konsep Aaker dan arsitektur merek (brand architecture) dalam konsep Davis.
4. Membudayakan merek, yang berarti perlu keterikatan emosional agar konsumen loyal terhadap merek. Caranya dengan memberikan manfaat-manfaat yang menimbulkan sentuhan emosional. Misalnya, dealer mobil memberikan hadiah ulang tahun atau bingkisan Hari Raya kepada para pelanggannya.
5. Meningkatkan keuntungan merek. Merek yang kuat tidaklah berguna kalau perusahaan tidak memperoleh keuntuntungan. Oleh karena itu, merek perlu dimanfaatkan seoptimal mungkin.

B. Berikut merupakan informasi mengenai lima strategi merk menurut Kotler (2000):

1. Lakukan perluasan lini. Perluasan lini dapat dilakukan para pelaku usaha dengan cara menambahkan varian baru pada produk mereka. Hal ini sengaja dilakukan untuk memperluas target pasar yang mereka bidik dan menguatkan merek tersebut di kalangan masyarakat luas. Salah satu produk yang telah menggunakan strategi ini adalah produk sampo Sunsilk. Mereka sengaja mengeluarkan beragam varian produk sampo sesuai dengan jenis rambut konsumennya, seperti sampo untuk rambut rontok, rambut berketombe, rambut kering, rambut berminyak, dan lain sebagainya. Selain itu, merk laptop Fujitsu meluncurkan koleksi Lifebook Series terbaru dengan varian lini produk antara lain S2110, C1320, dan P1510. Tidak ketinggalan
2. Perluasan merek (Brand Extension). Strategi ini sering dilakukan beberapa perusahaan besar untuk menguasai pasar. Mereka memanfaatkan merek yang sudah dikenal banyak orang, untuk mengeluarkan produk baru guna menjangkau pangsa pasar yang lebih luas. Lihat saja merek lifebuoy yang dulunya dikenal masyarakat sebagai merek sabun, sekarang mulai melebarkan sayapnya dengan meluncurkan produk handwash (sabun cuci tangan), serta sampo untuk memperluas merek produknya di pasaran.
3. Gunakan strategi multi-merek. Selain menambahkan varian baru pada produk Anda, salah satu strategi pemasaran lainnya yang bisa digunakan yaitu menggunakan tambahan merek untuk kategori produk yang sama. Strategi ini dilakukan para pengusaha untuk menarik minat konsumen dari berbagai kalangan. Contohnya saja seperti perusahaan Indofood yang sengaja meluncurkan merek Indomie, Supermi, serta Sarimi untuk membidik target pasar yang berbeda. Sehingga tidak heran, jika sampai saat ini Indofood berhasil menjadi market leader untuk kategori produk mie instan. Selain itu, PT. Unilever Indonesia tbk memiliki 3 macam merk untuk kategori produk sabun mandi yaitu Lux, Lifebouy, Dove
4. Luncurkan merek baru. Jika sebuah perusahaan meluncurkan sebuah produk baru dalam kategori baru, namun tidak memungkinkan untuk menggunakan merek yang sudah ada. Maka tidak ada salahnya jika mereka menawarkan sebuah merek baru bagi produk yang akan mereka luncurkan. Cara ini telah dilakukan oleh Unilever dalam mengembangkan kategori produknya, seperti mengeluarkan merek Pepsodent untuk kategori produk pasta gigi, Blue Band untuk merek margarine, serta masih banyak lagi merek lainnya untuk kategori yang berbeda. Selain itu, PT Coca-Cola Indonesia Tbk meluncurkan merk Freshtea untuk produk baru minuman produk perusahaan yaitu the dalam kemasan botol dengan aroma bunga melati.
5. Gunakan merek bersama. Yang dimaksud dengan merek bersama yaitu menggabungkan dua atau lebih merek yang sudah terkenal dalam sebuah penawaran. Strategi ini telah dijalankan oleh Aqua-Danone dalam memasarkan produknya.

C. Produsen, distributor atau pedagang pengecer dapat melakukan strategi merek sebagai berikut:

1. Individual Branding / Merek Individu
Individual branding adalah memberi merek berbeda pada produk baru seperti pada deterjen surf dan rinso dari unilever untuk membidik segmen pasar yang berbeda seperti halnya pada wings yang memproduksi deterjen merek so klin dan daia untuk segmen pasar yang beda.

2. Family Branding / Merek Keluarga
Family branding adalah memberi merek yang sama pada beberapa produk dengan alas an mendompleng merek yang sudah ada dan dikenal mesyarakat. Contoh famili branding yakni seperti merek gery yang merupakan grup dari garudafood yang mengeluarkan banyak produk berbeda dengan merek utama gery seperti gery saluut, gery soes, gery toya toya, dan lain sebagainya. Contoh lain misalnya yaitu seperti motor suzuki yang mengeluarkan varian motor suzuki smash, suzuki sky wave, suzuki spin, suzuki thunder, suzuki arashi, suzuki shodun ,suzuki satria, dan lain-lain

Dari kedua strategi merek di atas terdapat konsekuensi berbeda bagi perusahaan yang memakainya. Strategi individual brand membutuhkan energi yang cukup besar bagi perusahaan untuk mengenalkan kepada konsumen. Hal ini karena, merek ini dijual dengan merek tersendiri dan berdiri sebagai satu unit yang terpisah dengan unit produk yang lain dari perusahaan. Akan tetapi keuntungannya adalah, jika satu merek dari unit produksi ini mengalami masalah dalam kualitasnya maka, tidak akan menjadikan merek-merek produk unit lain dalam satu perusahaan akan ikut jatuh citranya di mata konsumen. Sedang strategi family brand malah sebaliknya. Strategi family brand memiliki konsekuensi yang besar apabila salah satu unit produknya mengalami masalah dalam kualitas produknya akan menyebabkan seluruh unit produk yang memakai nama keluarga perusahaan tersebut akan ikut jatuh citranya di mata konsumen. Namun, strategi ini di sisi lain mampu membuat sebuah unit produk mudah diterima dan dipercaya oleh konsumen karena nama keluarga produk tersebut sebelumnya telah dikenal kualitasnya di pasar.

IV. Equitas Merk

A. Ekuitas merek (brand equity) adalah nilai tambah yang diberikan pada produk dan jasa. Ekuitas merek berbasis-pelanggan (customer-based brand equity) adalah pengaruh diferensial yang dimiliki pengetahuan merek atas respons konsumen terhadap pemasaran merek tersebut.

B. Ekuitas Merk Menurut Para Ahli:


1. Susanto dan Wijanarko (2004), ekuitas merek adalah seperangkat aset dan liabilitas merek yang berkaitan dengan suatu merek, nama dan simbolnya, yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh suatu barang atau jasa kepada perusahaan atau pelanggan (p. 127).
2. East (1997), “Brand equity or brand strength is the control on purchase exerted by a brand, and, by virtue of this, the brand as an asset that can be exploited to produce revenue” (p. 29). Artinya ekuitas merek atau kekuatan merek adalah kontrol dari pembelian dengan menggunakan merek, dan, kebaikan dari merek, merek sebagai aset yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pendapatan.
3. Kotler dan Armstrong (2004), “Brand equity is the positive differential effect that knowing the brand name has on customer response to the product or service” (p. 292). Artinya ekuitas merek adalah efek diferensiasi yang positif yang dapat diketahui dari respon konsumen terhadap barang atau jasa.
4. Menurut Aaker (1991:15) Brand Equity adalah satu set brand asset dan liabilitas yang berkaitan dengan suatu merek, nama dan simbolnya, yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh sebuah barang atau jasa kepada perusahaan atau para pelanggan perusahaan.
5. Durianto, dkk, (2001:1) mengatakan bahwa ekuitas merek (brand equity) adalah seperangkat aset dan liabilitas merek yang berkaitan dengan suatu merek, nama, simbol, yang dapat menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh sebuah produk atau jasa kepada perusahaan atau pada pelanggan perusahaan.

C. Brand Equity ini mempunyai lima kategori, yaitu:

1. Loyalitas merek (Brand Loyalty) Mencerminkan bagaimana seorang konsumen beralih ke produk lain jika terjadi perubahan harga maupun perubahan unsur-unsur produk.
2. Kesadaran merek (Name/ Brand Awareness) Merupakan kesanggupan konsumen untuk mengenali atau mengingat kembali suatu merek.
3. Kesan kualitas (Perceived Quality) Mencerminkan persepsi pelanggan terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk atau jasa layanan berkenaan dengan maksud yang diharapkan.
4. Assosiasi merek (Brand Associations) Mencerminkan pencitraan suatu merk terhadap suatu kesan tertentu dalam kaitannya dengan kebiasaan, gaya hidup, manfaat, atribut produk, geografis, harga, pesaing, selebritis, dan lain-lain.
5. Aset-aset merek lainnya (Other Proprietary Brand Assets) Aset-aset merek lainnya akan sangat bernilai jika aset-aset itu menghalangidan mencegah para kompetitor menggerogoti loyalitas konsumen. Aset-aset merek lainnya seperti hak paten, cap dagang, dan saluran hubungan, rahasia teknologi, rahasia bisnis, akses khusus terhadap pemasaok/pasar, dll.

V. Brand Awareness

Brand Awareness adalah kemampuan calon pembeli atau konsumen untuk mengenali maupun mengingat sebuah merek. Dalam hal ini tentunya bisa meliputi nama, gambar/ logo, serta slogan tertentu yang digunakan para pelaku pasar untuk mempromosikan produk-produknya.

Bisa dikatakan, brand awareness menjadi salah satu faktor penting yang dibutuhkan para pelaku usaha untuk memperkuat brand produknya. Sebab, tak bisa kita pungkiri bila semakin banyak konsumen yang mengingat brand produk Anda, maka semakin besar pula intensitas pembelian yang akan mereka lakukan.

B. Menurut Aaker, brand awareness sendiri didefinisikan menjadi 3 tingkatan, yakni sebagai berikut :
Brand recognition (pengenalan), merupakan tingkatan yang paling rendah, dimana para konsumen baru mengenal sebuah merek dan masih membutuhkan alat bantu untuk bisa mengingat merek tersebut.
Brand recall (mengingatkan kembali), kesadaran merek langsung muncul di benak para konsumen setelah merek tertentu disebutkan. Berbeda dengan recognition yang membutuhkan alat bantu, brand recall hanya membutuhkan pengulangan/ penyebutan ulang untuk mengingat merek produk.
Top of mind (puncak), adalah tingkatan tertinggi dimana merek tertentu telah mendominasi benak para konsumen, sehingga dalam level ini mereka tidak membutuhkan pengingat apapun untuk bisa mengenali merek produk tertentu

Sumber:
http://mycomgroup.wordpress.com/2010/03/20/pentingnya-mengelola-ekuitas-merek/ 
http://organisasi.org/strategi-jenis-macam-dan-pengertian-merek-merk-brand-produk-barang-dan-jasa-manajemen-pemasaran
http://rajapresentasi.com/2009/04/brand-awareness-dan-top-of-mind/
http://library.binus.ac.id/eColls/eThesis/Bab2/2008-1-00190-MN-Bab%202.pdf
http://thesis.binus.ac.id/doc/Bab2/bab2_05-122.pdf
http://bisnisukm.com/strategi-merek-dalam-pemasaran-produk.html
http://bamboed.wordpress.com/2011/08/02/strategi-merek/
 http://ramakertamukti.wordpress.com/2009/03/22/beberapa-strategi-merek-dari-para-ahli/
http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/105/jtptunimus-gdl-yuyunhiday-5249-3-bab2.pdf
http://lhorief.blogspot.com/2010/06/menciptakan-ekuitas-merek.html
http://id.shvoong.com/business-management/marketing/2171558-definisi-pengertian-dan-manfaat-ekuitas/
http://bisnisukm.com/brand-awareness.html
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/05/brand-equity-kekuatan-suatu-merek.html
October 10, 2012 0 komentar

DIFERENSIASI

Tugas Komunikasi Pemasaran
Konsentrasi Desain Grafis 3A
Teknik Grafika dan Penerbitan
Politeknik Negeri Jakarta
2012

Bagi marketer, diferensiasi bukanlah menyajikan sesuatu yang lebih baik, tetapi menyajikan sesuatu yang memang berbeda. “It’s better to be little bit different than to be little bit better”. It’s about perception, perception and perception. Yang mesti dibangun adalah persepsi “kualitas yang berbeda” tanpa harus mengeluarkan biaya lebih mahal dibandingkan pesaing, dan persepsi “better off” tanpa harus menurunkan harga lebih banyak dibanding pesaing. Apakah itu?

Kata kuncinya berbeda. Yang namanya beda begini: kalau saya ke kanan, Anda ke kiri. Kalau saya ke atas, Anda ke bawah.  Kalau saya ke laut, Anda ke gunung, nah ini yang namanya beda. Tetapi yang sering kita temui pemasar mengartikan diferensiasi sebagai lebih baik sedikit. Maka, kalau diterapkan dalam contoh tadi, kalau saya ke kanan dengan sepeda, Anda ke kanan dengan mobil, bukan ke kiri; kalau saya berlayar di laut dengan perahu, Anda berlayar di laut dengan kapal motor, bukan ke gunung. Alangkah sulitnya menjadi pelanggan yang harus membedakan mana yang lebih baik bagi mereka, ke kanan bersepeda atau bermobil? Berperahu layar atau berperahu motor?

Yang terjadi dengan hasil strategi pemasaran yang dilakukan perusahaan Anda selama ini adalah upaya below the line (memaksa alam sadar pelanggan) untuk terus percaya bahwa kualitas produk Anda sedikit lebih baik dibandingkan pesaing dengan harga yang lebih murah. Penjualan memang terjadi, tetapi tanpa ekuitas merek. Yang optimal adalah penjualan terjadi karena adanya ekuitas merek. Keadaan yang Anda hadapi menjadi sangat labil. Karena penjualan saat ini tidak menjamin future cash flow yang sehat. Future cash flow yang sehat ditentukan oleh kesehatan dan ekuitas merek. Untuk membangun ekuitas merek mulailah beralih menggunakan strategi ke kanan dan ke kiri atau ke gunung dan ke laut. Berbeda-berbeda. Bangun persepsi yang berbeda sekaligus disaat bersamaan mereposisi pesaing. (Yuliana Agung, MBA.)

1 komentar

STP (Segmentasi, Targeting, dan Positioning)

Tugas Komunikasi Pemasaran
Konsentrasi Desain Grafis 3A
Teknik Grafika dan Penerbitan
Politeknik Negeri Jakarta
2012

SEGMENTASI
- Manajemen Pemasaran. 
- Definisi Segmentasi Pasar
Segmentasi Pasar sebagai kegiatan membagi–bagi pasar/market yang bersifat heterogen kedalam satuan–satuan pasar yang bersifat homogen. [Swastha & Handoko (1997)]

Segmentasi Pasar sebagai suatu proses pembagian pasar keseluruhan menjadi kelompok–kelompok pasar yang terdiri dari orang–orang yang secara relatif memiliki kebutuhan produk yang serupa. [Pride & Ferrel (1995)]

Manfaat dan Kelemahan Segmentasi
Banyaknya perusahaan yang melakukan segmentasi pasar atas dasar pengelompokkan variabel tertentu. Dengan menggolongkan atau mensegmentasikan pasar seperti itu, dapat dikatakan bahwa secara umum perusahaan mempunyai motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat penjualan dan yang lebih penting lagi agar operasi perusahaan dalam jangka panjang dapat berkelanjutan dan kompetitif (Porter, 1991).
Manfaat yang lain dengan dilakukannya segmentasi pasar, antara lain:
  • Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
  • Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
  • Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
  • Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
  • Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.
Gitosudarmo (2000) menambahkan manfaat segmentasi pasar, sebagai berikut:
  • Dapat membedakan antara segmen yang satu dengan segmen lainnya.
  • Dapat digunakan untuk mengetahui sifat masing-masing segmen.
  • Dapat digunakan untuk mencari segmen mana yang potensinya paling besar.
  • Dapat digunakan untuk memilih segmen mana yang akan dijadikan pasar sasaran.
Ini merupakan kelemahan-kelemahan dari tindakan segmentasi itu sendiri, antara lain:
  • Biaya produksi akan lebih tinggi, karena jangka waktu proses produksi lebih pendek.
  • Biaya penelitian/ riset pasar akan bertambah searah dengan banyaknya ragam dan macam segmen pasar yang ditetapkan.
  • Biaya promosi akan menjadi lebih tinggi, ketika sejumlah media tidak menyediakan diskon.
  • Kemungkinan akan menghadapi pesaing yang membidik segmen serupa.
Bahkan mungkin akan terjadi persaingan yang tidak sehat, misalnya kanibalisme sesama produsen untuk produk dan segmen yang sama.
Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Melakukan Segmentasi
Dalam mengelompokkan beberapa konsumen ke dalam suatu segmen, ada faktor yang terlebih dahulu perlu dicermati. Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut:

1. Variabel-Variabel Segmentasi
- Dalam hubungan ini Kotler (1995) mengklasifikasikan jenis-jenis variabel segmentasi sebagai berikut:

1.Segmentasi Geografi
Segmentasi ini membagi pasar menjadi unit-unit geografi yang berbeda, seperti negara, propinsi, kabupaten, kota, wilayah, daerah atau kawasan. Jadi dengan segmentasi ini, pemasar memperoleh kepastian kemana atau dimana produk ini harus dipasarkan.

2. Segmentasi Demografi
Segmentasi ini memberikan gambaran bagi pemasar kepada siapa produk ini harus ditawarkan. Jawaban atas pertanyaan kepada siapa dapat berkonotasi pada umur, jenis kelamin, jumlah anggota keluarga, siklus kehidupan keluarga seperti anak-anak, remaja, dewasa, kawin/ belum kawin, keluarga muda dengan satu anak, keluarga dengan dua anak, keluarga yang anak-anaknya sudah bekerja dan seterusnya. Dapat pula berkonotasi pada tingkat penghasilan, pendidikan, jenis pekerjaan, pengalaman, agama dan keturunan
misalnya: Jawa, Madura, Bali, Manado, Cina dan sebagainya.

3. Segmentasi Psikografi
Pada segmentasi ini pembeli dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan:
a. Status sosial, misalnya: pemimpin masyarakat, pendidik, golongan elite, golongan menengah, golongan rendah.
b. Gaya hidup misalnya: modern, tradisional, kuno, boros, hemat, mewah dan sebagainya.
c. Kepribadian, misalnya: penggemar, pecandu atau pemerhati suatu produk.

4. Segmentasi Tingkah Laku
Segmentasi tingkah laku mengelompokkan pembeli berdasarkan pada pengetahuan, sikap, penggunaan atau reaksi mereka terhadap suatu produk. Banyak pemasar yakin bahwa variabel tingkah laku merupakan awal paling baik untuk membentuk segmen pasar.
Segmentasi perilaku dapat diukur menggunakan indikator sebagai berikut (Armstrong, 1997):
1. Manfaat yang dicari
Salah satu bentuk segmentasi yang ampuh adalah mengelompokkan pembeli menurut manfaat berbeda yang mereka cari dari produk. Segmentasi manfaat menuntut ditemukannya manfaat utama yang dicari orang dalam kelas produk, jenis orang yang mencari setiap manfaat dan merek utama yang mempunyai setiap manfaat. Perusahaan dapat menggunakan segmentasi manfaat untuk memperjelas segmen manfaat yang mereka inginkan, karakteristiknya serta merek utama yang bersaing. Mereka juga dapat mencari manfaat baru dan meluncurkan merek yang memberikan manfaat tersebut.
2. Status Pengguna
Pasar dapat disegmentasikan menjadi kelompok bukan pengguna, mantan pengguna, pengguna potensial, pengguna pertama kali dan pengguna regular dari suatu produk. Pengguna potensial dan pengguna regular mungkin memerlukan imbauan pemasaran yang berbeda.
3. Tingkat Pemakaian
Pasar dapat juga disegmentasikan menjadi kelompok pengguna ringan, menengah dan berat. Jumlah pengguna berat sering kali hanya persentase kecil dari seluruh pasar, tetapi menghasilkan persentase yang tinggi dari total pembelian. Pengguna produk dibagi menjadi dua bagian sama banyak, sebagian pengguna ringan dan sebagian lagi pengguna berat menurut tingkat pembelian dari produk spesifik.
4. Status Loyalitas
Sebuah pasar dapat juga disegmentasikan berdasarkan loyalitas konsumen. Konsumen dapat loyal terhadap merek, toko dan perusahaan. Pembeli dapat dibagi menjadi beberapa kelompok menurut tingkat loyalitas mereka. Beberapa konsumen benar-benar loyal, mereka selalu membeli satu macam merek. Kelompok lain agak loyal,mereka loyal pada dua merek atau lebih dari satu produk atau menyukai satu merek tetapi kadang-kadang membeli merek lain. Pembeli lain tidak menunjukkan loyalitas pada merek apapun. Mereka mungkin ingin sesuatu yang baru setiap kali atau mereka membeli apapun yang diobral.

Sumber :

TARGETING
Targeting atau membidik target market yang telah kita pilih dalam analisa segmentasi pasar. Dalam hal ini tentu saja serangkaian program pemasaran yang dilakukan harus pas dengan karakteristik pasar sasaran yang hendak kita tuju. Sebagai misal produk-produk tas dan sepatu mewah seperti dengan merk Gucci atau Louis Vuitton, maka mereka selalu memilih mal kelas atas seperti Plaza Senayan dan Pacific Place untuk membuka outletnya; dan bukan di mal kelas menengah seperti Plaza Jatinegara. Hal diatas dilakukan agar kegiatan promosi pemasaran yang dilakukan pas dan tepat sasaran dengan segmen pasar yang ditujunya.

Sumber :

POSITIONING
Menurut Kotler (1997: 262) :
"Positioning is the act of designing the company’s offer so that it occupies a distinct and value placed in the target customer mind”.
Maknanya, mencari ‘posisi’ di dalam pasar, langkah ini dilakukan setelah menentukan strategi segmentasi yang dipakai.
Dengan kata lain Positioning adalah suatu tindakan atau langkah-langkah dari produsen untuk mendesain citra perusahaan dan penawaran nilai dimana konsumen didalam suatu segmen tertentu mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu segmen tertentu, mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu perusahaan, dibandingkan dengan pesaingnya.

Menurut Cravens (1991:255): "Keputusan pemilihan target pasar merupakan titik vokal dari strategi pemasaran itu sendiri dan menjadi dasar dalam menentukan tujuan dan pengembangan strategi positioning"
Dengan kata lain, Positioning adalah usaha untuk menemukan suatu celah di benak konsumen agar konsumen mempunyai image yang khusus terhadap produk atau merk produk atau bahkan terhadap perusahaan.

Peran Positioning Dalam Strategi Pemasaran
Menurut Craven (1991:270) bahwa positioning memegang peran yang sangat besar dalam strategi pemasaran, setelah melakukan analisis pasar dan analisis pesaing dalam suatu analisis internal perusahaan(total situation analysis).
Product Positioning
Dalam proses positioning selalu dimulai product positioning. Pendapat ini dikemukakan oleh Regis Mc Kenna (1985: 37), yang juga mengemukakan definisi product positioning sebagai berikut:
“The positioning process should begin with the product themselves. To gain a strong product positioning, a company must differentiate its product from all other products on the market. The goal is to give theproduct a unique position in the market place.”
Rumusan positioning yang dikemukakan Kenna (1985:37) menjelaskan perusahaan sewaktu akan melakukan product positioning perlu mempertimbangkan 4 (empat) hal kunci utama, disebut sebagai The Golden Rules of Product. adapun uraiannya sebagai berikut:
1. Perusahaan perlu mengkutitrend dan dinamika pasar, seperti trend teknologi, persaingan, sosial, dan ekonomi.
2. Perusahaan harus memfokuskan pada posisi teknologi dan kualitas.
3.Perusahaan harus mentargetkan produknya pada segmen pasar tertentu misalnya pada segmen masyarakat atas, menengah atau bawah. Karena lebih baik menjadi ikan besar dalam kolam kecil daripada menjadi ikan kecil di kolam besar (it's better to big fish in a little pond,).
4. Perusahaan harus mau bereksperimen dengan tipe produk baru, kemudian memperhatikan reaksi pasar. Jika pemakai menyarankan perubahan maka perusahaan harus menyesuaikan strateginya.

Product Positioning Strategy
Product positioning sangat berhubungan dengan segmentasi pasar karena penempatan produk tersebut ditujukan melayani target market tertentu. Oleh karena itu, pengertian strategi product positioning sebagai suatu strategi yang digunakan untuk menanamkan suatu citra produk di benak konsumen sehingga produk tersebut terlihat menonjol dibandingkan dengan produk pesaing. Fokus utamanya adalah bagaimana caranya sehingga konsumen mempunyai persepsi yang sama dengan yang diharapkan produsen tentang produk yang ditawarkan. Kembali Kotler (1997:265) menjelaskan beberapa cara product positioning yang dapat dilakukan pemasar dalam memasarkan produk kepada konsumen yang dituju, antara lain: 

1. Penentuan posisi menurut atribut
Ini terjadi bila suatu perusahaan memposisikan dengan menonjolkan atribut produk yang lebih unggul dibanding pesaingnya, seperti ukuran, lama keberadaannya, dan seterusnya. Misalnya Disneyland dapat mengiklankan din sebagai taman hiburan terbesar di dunia.

2. Penentuan posisi menurut manfaat
Dalam pengertian ini produk diposisikan sebagai pemimpin dalam suatu manfaat tertentu. Misalnya Knotts Berry Farm memposisikan diri sebagai taman hiburan untuk orang-orang yang mencari pengalaman fantasi, seperti hidup di jamankeemasan koboi Old West.

3. Penentuan posisi menurut penggunaan atau penerapan Seperangkat nilai-nilai penggunaan atau penerapan inilah yang digunakan sebagai unsur yang ditonjolkan dibandingkan pesaingnya, misal: Japanese Deer Park memposisikan diri untuk wisatawan yang hanya ingin memperoleh hiburan singkat.

4. Penentuan posisi menurut pemakai
Ini berarti memposisikan produk sebagai yang terbaik untuk sejumlah kelompok pemakai. Dengan kata lain pasar sasaran lebih ditujukan pada sebuah atau lebih komunitas, baik dalam arti sempit maupun dalam arti luas. Misalnya Magic Mountain dapat mengiklankan diri sebagai taman hiburan untuk ‘pencari tantangan’.

5. Penentuan posisi menurut pesaing
Disini produk secara keseluruhan menonjolkan nama mereknya secara utuh dan diposisiskan lebih baik daripada pesaing. Misalnya: Lion Country Safari dapat beriklan memilk lebih banyak macam binatang jika dibandingkan dengan Japanese Deer Park.

6.Penentuan posisi menurut kategori produk
Disini produk diposisikan sebagai pemimpin dalam suatu kategori produk. Misalnya: Marineland of the Pacific dapat memposisikan diri bukan sebagai ‘taman rekreasi’ tapi sebagai ‘lembaga pendidikan’.

7. Penentuan posisi harga atau kualitas
Disini produk diposisikan sebagai menawarkan nilai terbaik. Misalnya Busch Gardens dapat memposisikan din sebagai nilai terbaik untuk harga (dibandingkan penentuan posisi seperti kualitas tinggi/harga tinggi atau harga termurah.

Sumber:

6 komentar

Definisi Komunikasi Pemasaran


Tugas Komunikasi Pemasaran
Konsentrasi Desain Grafis 3A
Teknik Grafika dan Penerbitan
Politeknik Negeri Jakarta
2012

Komunikasi Pemasaran adalah kombinasi dari penjualan tata muka, periklanan, promosi penjualan,
publisitas dan hubungan masyarakat yang membantu pencapaian tujuan perusahaan.[Stanton (1991; 194)]

Komunikasi Pemasaran adalah aktivitas yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi dan membujuk atau mengingatkan pasan sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan. [Djasmin Saladin (2001; 123)]

Komunikasi Pemasaran adalah kombinasi strategi yang paling baik dari unsur-unsur promosi tersebut, maka untuk dapat efektifnya promosi dilakukan oleh suatu perusahaan, perlu ditentukan terlebih dahulu peralatan atau unsur promosi apa saja yang sebaiknya digunakan dan bagaimana pengkombinasian unsur-unsur tersebut agar hasilnya dapat optimal.  [Sofyan Assauri (1996:243)]

Komunikasi Pemasaran adalah proses pertukaran informasi yang dilakukan secara persuasif sehingga proses pemasaran dapat berjalan secara efektif dan efisien.  [William G. Nickels - Marketing Communication and Promotion (1984)]

Komunikasi Pemasaran adalah hubungan sistematis antara sebuah bisnis dan pasarnya, dimana pelaku pasar memasang beberapa ide-ide yang luas, desain-desain, pesan-pesan, media, potonganpotongan, bentuk-bentuk dan warna-warna, keduanya untuk mengkomunikasikan ide-ide dan untuk merangsang persepsi khusus tentang produk dan layanan-layanan oleh individual masyarakat yang telah dikumpulkan atau disatukan kedalam sebuah target pasar. (Paul Smith , Chris Berry dan Alan Pulford)

Sumber: 




January 28, 2012 0 komentar

Nevermore

Apa ini yang namanya cinta?
Katanya cinta itu buta
Padahal cinta bisa bedain yang mana BMX yang mana BMW.
Cinta juga ga tuli,
bisa bedain mana suara Honda beat, mana suara Honda jazz.

Apa ini yang namanya cinta?
Ketika pacaran berkata, “Aku sayang kamu!”
Ketika udahan berkata, “Gue benci sama lu!”
Pas jadian bilang, “Ga salah deh aku milih kamu!”
Pas putus perkataannya jadi, “Nyesel deh gue milih lu!”

Apa ini yang namanya cinta?
Pas punya pasangan, dunia berasa milik berdua
Pas sendirian, dunia berasa bukan miliknya lagi
Apa cinta itu benar benar bisa muncul dari kepribadian?
seperti mobil pribadi, rumah pribadi dan deposito pribadi?

Apa ini yang namanya cinta?
Apa yang dia mau dibeliin
Siapa yang deketin harus digebukin
Bagaimana cara ngedapetinnya, apa aja jadi mungkin
Ketika dia nolak, terus-terusan maksain
Ketika diterima, langsung di pelukin
Pas marahan, gamau ngertiin
Pas putus, mantan dicaci-makiin

Apa ini yang namanya cinta?
kalo kalian merasa salah satu dari itu semua?
apa kalian mau lebih terpuruk dengan hal yang kalian sebut cinta itu?
Atau kalian memang tak tahu harus apa?
Atau kalian mau bebas dan mencari cinta baru?
January 17, 2012 0 komentar

Got it, dude !

If you’re better than me, why do you still insult me ?

If you’re stronger than me, why do you still fight against girls ?

If you’re smarter than me, why do you still ask any help ?

If you’re more handsome than me, why are you still alone ?

If you’re better than me, why do you still do some suck and fool things like I did ?

If you’re richer than me, why are you still greedy ?

If you’re not me, why are you still envy with what I had, what I did, what I wore, and what-ever ?

If you’re not mine, why did you still say that I’m yours ?

If you have heart, why do you still ignore me ?

If you have sweetheart, why do you still attract my attention ?

If you’re expert, why do you still ask me to help you ?

If you’re everything, why do you still do nothing ?

If you’re cool, why are you still look like a beggar ?

If you’re important person, why are you still stuck and useless ?

If you love him/her, why do you still let him/her go away ?

If you read all of this shit, why are you still un-realize ? :’)
January 12, 2012 0 komentar

Lope!

Cinta itu ...
Gak bisa diungkapin dalam 140 karakter
Gak bisa dihitung nilainya berapa
Gak punya aturan undang-undang
Dan gak tau rasanya kaya apa !

Tapi cinta itu ...
Bisa bunuh banyak orang
Buat orang-orang jadi gila
Karena hal harampun jadi halal .

Apa sih cinta itu ?
Mengapa semua orang galau karenanya ?
Bagaimana cara mengungkapkannya ?
Siapa yang pantas menerimanya ?
Kapan dan dimana kita menemukannya ?

Cinta itu bikin nyaman ?
Cinta itu bukan mainan ?
Cinta itu bukan becandaan ?
Cinta itu pengertian ?

Cinta itu ...
Cuma sekedar 5 huruf yang membentuk kata,
Sampai seseorang akan memberinya makna :)
0 komentar

Detail :)




January 10, 2012 0 komentar

Paradigma ?

Cinta itu adalah fatamorgana .
layaknya melihat pantai ketika dipadang pasir .
seperti pelangi yang muncul sehabis hujan .
bagaikan aurora ketika sinar matahari membentuk bayangan .

Lalu bagaimana dengan cinta itu sendiri?
cinta memang fatamorgana,
kadang kita jatuh cinta pada orang lain yang kita tuntut utk jadi seperti apa yg kita inginkan
itu sama saja dengan mencintai cermin diri kita sendiri .

Lalu bagaimana dengan benci ?
Benci itu hanya fikiran emosi saja .
Tidak lebih dari itu .

Coba sekarang kalian bayangkan orang yang paling kalian benci,
pikirkan apa saja keburukannya !

lalu yang saya ingin tanyakan adalah :
"Kenapa kau begitu tahu keburukan dia secara detail ?"
"Mengapa kau begitu peduli dengan orang yang kau benci daripada orang yang kau cintai?"
saya yakin anda tidak sampai sepeduli itu kan dengan orang yang anda cintai ~

Jawabannya mudah :
"Karena kalian hanya melihat 1 titik hitam tanpa melihat sisi putih lainnya"
sedangkan untuk orang yang anda cintai,
"Anda pasti melihat sisi putih tanpa melihat 1 titik hitam itu"

Dan dari kepedulian yang tak disengaja itulah, rasa anda mulai meluap .
Timbulah rasa rindu, kangen, yang berujung dengan rasa galau .
Lalu apa yang terjadi ?

Orang yang anda benci selalu dipikiran anda, dan *jeger*
"Sepertinya anda sudah jatuh cinta dengannya"

Dari statement itulah, saya dapatkan 1 kesimpulan :
"Jika saya ingin membencinya, itu sama saja saya mempedulikannya dan berujung jatuh cinta padanya"

Jika ada orang yang membenci anda, hanya 1 alasan mereka :
"Mereka ingin selalu mempedulikan anda tanpa anda harus tahu kalau itu akan membuat dirinya lebih peduli dan mempunyai kemungkinan untuk jatuh cinta pada anda"

Lalu apa yang harus kita lakukan? mudah saja :
"Kita tak punya waktu untuk membenci orang yang membenci kita, karena waktu kita telah habis untuk mencintai orang yang mencintai kita dan membenci kita"
1 komentar

Are you "Gentleman" ?

1. Wanita memang membutuhkan rasa aman, tapi bukan berarti anda harus bersikap kasar kepada smua orang yang mendekatinya .
Karena : wanita merasa aman jika dilindungi, bukan dipertunjukkan sikap kasar .

2. Wanita itu memang butuh perhatian, tapi bukan brarti anda sebagai pendampingnya tau apa saja yang dilakukan sang wanita perdetiknya .
Karena : Wanita akan merasa tidak nyaman, perhatian seperlunya sudah cukup membuat wanita bahagia .

3. Wanita memang butuh Kebersamaan, tapi bukan berarti kemanapun ia pergi anda harus mengikutinya . Berilah sedikit ruang gerak untung sang wanita.
Karena: Wanita itu senang berbagi. Jika anda mengikutinya terus, kapan ia mau berbagi dengan teman-temannya . Apa lagi anda hanyalah sekedar pacar, bukan tunangan ataupun calon suami .

4. Wanita memang senang dipuji walaupun mereka tidak tahu bagaimana cara menerima pujian itu . Tapi janganlah memuji di setiap waktu dan janganlah berlebihan . Gombal boleh tapi pada tmpat dan wktu yang tepat .
Karena:
wanita itu sering merasa paling hebat dibandingkan yang lainnya, beri sedikit pujian akan lebih membuat ia nyaman dengan anda.

5. Wanita butuh pria yang dewasa, karena wanita akan selalu memberi seluruh kepercayaannya pada sang pria . Bersikaplah dewasa, berbicara ala anak kecil boleh , tapi harus pada tempat dan waktu yang tepat .
Karena : wanita sangat meng-agungkan pria dewasa

6. Wanita sering menguji sang pria untuk cemburu . Cemburulah jika memang harus cemburu, tapi jangan kelewatan apa lagi dengan bersikap kasar .
Karena : cemburu merupakan bukti tanda sayang, tapi kalo cemburunya kelewatan, itu berarti bukti tanda kasar .

7. Ini nih yang terpenting, banyak pria yang menjalin hubungan, lupa kepada teman"nya . Dan sedikit-sedikit wanita, sedikit-sedikit wanita .
Karena : Wanita memang penting, tapi kelemahan pria adalah tidak bisa apa-apa jika sendri, perlu bantuan teman", dan janganlah mengagungkan sang wanita ketika senang dan berkumpul bersama teman ketika sedih .

8. Wanita memang butuh cinta, tapi bukan cinta palsu maupun cinta kontrak . Jangan mempermainkan wanita karena sama saja dengan mempermainkan sang ibu . Jujurlah, Tuluslah mencintainya .
Karena: Terbukti wanita bisa lebih kejam dari pria, wanita bisa saja membunuh atau saja melakukan hal yang tidak logis lainnya karena patah hati.
0 komentar

Puisi sampai sembilan

Saat semua mulai lenyap
Ambisi manusia pun terlahap
Tak ada waktu untuk bersiap
Untuk mereka yang masih terlelap

Doa orang-orang baik
Usaha yang terbaik
Atas segala urusan pelik

Terdapatlah suatu pertanyaan
Inikah yang namanya cinta?
Gemetar sembari memikirkan
Akankah engkau merasakan hal serupa ?

Emosi bercampur kegelisahan mendalam
Mata hati tertutup bagai malam yang kelam
Paksaan jiwa tertolak hati yang suram
Apalah arti hidup jika cinta ini tenggelam
Tenggelam cahaya hati dalam gelapnya malam

Lihat dunia yang sudah tak rata
Ingin sekali menghilangkan derita
Mengunjungi kamar saja sudah tak bisa
Apalagi merasakan nikmat didepan mata

Entah mengapa kau selalu datang
Nestapa hati sudah tak terhalang
Angan-anganku yang tak pernah hilang
Menjadikanmu sebuah bintang

Tempat berdiam selanjutnya bukanlah di sini
Untuk sebuah alasan bodoh aku berhenti
Jalan panjang membentang untuk dicintai
Untuk seorang wanita berparas bidadari
Hati berkata, "aku menunggumu disini"

Derita itu cukup sampai disini
Elok wajahmu cantik dan berseri
Luncurkan perkataanku memberi
Apakah engkau menyadari
Pulau-pulau disana telah ku sebrangi
Aku begitu demi yang kusayangi
Nyonya cantik pengisi hati ini

Sulit memang sempurnakan diriku
Emas dan perak bukan punyaku
Mobil mewah hanya mimpiku
Bahagia pun tak bisa bersamaku
Impianku hanya menjadi tukang sapu
Lihat sana sini tergoda gadis lucu
Akupun kadang menghiraukanmu
Namun, aku tetap sayang padamu ...
0 komentar

One-stop-love

Hariku mulai terasa penat,
Terkurung aku dalam sedih yang melekat,
Aku tersungkur dibatas asa yang mejerat,
Karenamu ... Aku sekarat.

Kubiarkan luka ini mengendap dalam emosi yang terlunta lunta.
Agar Bisa kunikmati rasa sakitnya hingga ke akarnya.

Detak hati ini terlanjur berhenti,
Terasing sepi menyusuri hitam diri,
Tak ada yang bisa membela diri ini,
Hanya sepi yang hidup jadi prasasti.

Terbata dalam cakap, Tertatih dalam jejak.
Terkulai dalam senyap, Terluka dalam penantian.
Mungkin dalam dinginnya hujan,
aku bisa temukan sebuah jawaban.
Bahwa ...
Dalam kata ada yang disembunyikan
1 komentar

Little Hope !

Dekatilah aku tuhan,
Dekatilah aku kasih ...

Kalau memang kasih harus pergi,
Tetap dekatlah dengan aku tuhan!!

Jika memang kasih tak kembali,
Tetap dekatlah dengan aku tuhan!!

Karena jika tuhan menjauhiku,
Kasih pun sudah tak ada gunanya,

Hidup pun sudah tak terasa,
Alangkah baiknya jika ku mati saja,
Daripada sepi tanpa Tuhan sehingga hidup hampa ...
0 komentar

All about jewelry is all about girl

1. Ruby
Biasanya cewe tipe ruby, cantik dan feminim. tapi klo sudah di sakitin, dendamnya  bisa abadi .

2. Cristal
Luar dalemnya cantik, tapi sensitif dan posesif !!

3. Shappire
Biasanya cewe tipe ini sering jual mahal !! Merupakan tipe malu-malu kucing dan gengsi .

4. Diamond
Cewe tipe ini sangat agresif. Tapi jika dia di sentuh sedikit saja, langsung diam!

5. Pink Diamond
Cewe tipe ini juga agresif tapi dia itu suka sentuh sana sentuh sini!! Serba disentuhlah pokoknya.

6. Giok
Cewe tipe ini sangat pendiam, tapi diam-diam menghanyutkan ...

7. Berlian
Cewe ini biasanya cerewet banget, tapi cukup setia .

8. Mutiara
Cewe tipe ini sangat susah di temuin, luar dalemnya cantik, feminim dan lembut. Dan dia sangat anti terhadap pemikiran-pemikiran yg negatif!!
 
;