February 16, 2014 0 komentar

Matahari


Siapa yang tidak tahu matahari ?
Semua orang di dunia ini juga kenal dengan matahari.

Ya, benda itu adalah zat kehidupan bagi mereka yang memerlukan.


Matahari menyinari dunia ini tiada henti, tiada pamrih.

Memberikan penerangan, untuk mereka yang terjebak dalam gelapnya kehidupan.
Memberikan panas, untuk mereka yang merasa kedinginan.
Memberikan arah, untuk mereka yang tersesat dalam tujuan.

Matahari,

Dia cuma ada satu,
Dia selalu memberi tanpa meminta,
Dia tak pernah lelah maupun menyerah,
Dia lah yang mengindahkan siang,
Dia juga yang menghapuskan kesunyian senja,
cuma Dia yang selalu menghangatkan malam,
dengan seorang kawan, namanya bulan.

Matahari,

yang selalu membangunkan ku tiap pagi,
tanpamu bumi ini akan gelap,
tanpamu bumi ini akan beku,
tanpamu, mungkin aku akan kehilangan semangat hidup ku.

Matahari itu, 

identik dengan memberi tanpa imbalan,
karena matahari akan memberikan semua sinarnya kepada bunga agar ia tumbuh, berkembang dan selalu menjadi bunga yang cantik. Walau matahari tahu ia hanya dapat memandang bunga dari jauh, dan membiarkan rama-rama yang akan menari bersama bunga. Asalkan bunga senang, matahari pun demikian.


Matahari juga identik dengan pengorbanan,
karena matahari lah yang membuat bulan terus bersinar indah dan dikagumi. Padahal, cahaya bulan yang indah hanyalah pantulan sinar matahari, tetapi saat semua makhluk mengagumi bulan, siapakah yang ingat akan matahari? Matahari rela memberikan cahayanya untuk bulan walaupun ia sendiri tak bisa berupaya untuk menikmati bulan, dilupakan jasa sang matahari dan kehilangan kemuliaannya sebagai pemberi cahaya agar bulan mendapatkan kemuliaan tersebut. Matahari dan bulan takkan bisa bertemu dan menyatu, tapi matahari tetap ikhlas akan hal itu.

dan Matahari pula yang identik dengan kesetiaan,

karena matahari selalu membiarkan burung-burung lepas mengudara untuk menikmati cahaya matahari, matahari rela membiarkan burung pergi dan takkan mencegahnya, seakan menunggu kapan burung-burung itu akan kembali untuk menikmati sinarnya yang indah. Matahari akan selalu ada dan menunggu burung-burung bila mereka mau kembali. Betapa setianya sang Matahari.


Lalu,
Apakah kamu mau menjadi matahari ku ?

Ya, jika kamu mau jadi matahari ku, baguslah !

Kamu hanya perlu menjauh 149.699.000 Km dari hidupku !
Jangan biarkan aku hangus terbakar didekatmu !

Apa? Kamu berubah pikiran untuk tidak menjadi matahari ku ? Baguslah !

Akhirnya kamu sadar kalau kamu memang takkan bisa menggantikan Matahari itu,
cukup temani aku, duduk disampingku, dan jadilah pelabuhan terakhir ku,
karena disanalah kita akan sama-sama menikmati indahnya matahari,
tanpa harus ada yang tersakiti.

Terima Kasih, Matahari !

Kau telah memberikan kesempatan untuk aku dan kekasihku sama-sama menikmati mu :))
February 14, 2014 0 komentar

Surat Cinta buat Kamu


Dear Diriku Di Masa Kini,
Aku adalah kamu yang hidup bertahun-tahun di masa depan. Di jaman aku hidup ini sedang ngetren mengirim pesan ke masa lalu, tapi teknologi masih agak terbatas. Jadi eksperimen ini seperti menulis surat di dalam botol dan melemparkannya ke laut. Aku hanya bisa berharap surat ini bisa sampai padamu lewat bantuan tangan-tangan orang asing. Jika kamu sedang membaca surat ini sekarang, artinya eksperimen berhasil.
Apa kabarmu? Aku bisa mengingat-ingat kejadian besar di masa lalu, tapi ada banyak sekali yang terjadi jadi aku tidak tahu persis apa yang belakangan sedang terjadi saat kamu membaca surat ini.
Mungkin kamu sedang merasa kesepian. Aku bisa ingat beberapa momen di mana aku dulu merasa ditinggalkan, diacuhkan, dianggap tiada. Ada masanya teman-teman terdekat terlihat tidak peduli kamu. Kalaupun mengaku peduli, mereka sepertinya menganggap remeh apa yang sedang kamu alami dan tidak berusaha melakukan apa-apa. Kamu pasti mengerti maksudku.
Mungkin kamu sedang merasa kecewa. Dikhianati oleh orang-orang yang kamu sayangi. Ditipu oleh janji dan harapan yang mereka ucapkan. Ditikam dari belakang di saat-saat kamu sedang membutuhkan bantuan. Tidak jarang juga dikecewakan oleh diri sendiri yang lalai dan kerap mengulangi kesalahan yang sama.  Oh betapa aku ingin memelukmu pada saat ini juga.  Aku tahu persis rasanya, karena aku pernah mengalaminya. Aku adalah kamu.
Mungkin kamu sedang merasa putus asa. Kamu lelah berputar-putar dalam badai kegagalan. Kamu ingin berteriak marah sekaligus menyerah karena sekian lama harus berjuang keras tanpa pernah melihat jalan keluar. Api yang ada di dalam hatimu sudah mulai mengecil, dan kamu mulai terbayangi pikiran untuk menyudahi segalanya, menyerah dan pergi meninggalkan semuanya.
Atau mungkin juga kamu sedang merasa bahagia sempurna, aman mencintai dan dicintai, serta bersemangat menjalani kehidupanmu. Ya aku bisa ingat ketika hari-hari indah itu terjadi. Rasanya seperti ada di atas puncak gunung tertinggi dan melihat seluruh dunia dengan rasa kagum bangga. Saat menulis ini, aku sambil membuka folder foto-foto aku dan kamu di masa lalu dan tersenyum mengenang semua kejadian itu.
Apapun yang sedang kamu rasakan, negatif, positif, baik, buruk, gelap, maupun terang, aku mau mengingatkanmu bahwa itu adalah bagian-bagian berharga dalam hidupmu. Kamu berhak untuk merasa terpukul sedih, sama seperti kamu berhak untuk merasa tertawa bahagia. Kamu berhak untuk menyesali kesalahan, sama seperti kamu berhak untuk menikmati keberhasilan. Semua yang kamu alami itu membuat hidupmu semakin unik dan berharga. Percayalah, karena aku sudah melewati semua itu dan aku benar-benar merasa bangga diberikan kesempatan menjalaninya.
Kamu mungkin sudah tahu semua ini, tapi aku tetap ingin mengucapkannya: kamu lebih cerdas, berbakat, dan kuat daripada apapun yang kamu pikir sekarang! Kamu cuma perlu lebih berani mengekspresikannya setiap hari. Kamu harus lebih sering menyayangi dirimu, karena tidak ada yang bisa membuatmu lebih bahagia daripada kamu sendiri. Kamu sangat berharga, karena itu hargailah dirimu sendiri. Ya aku tahu itu terdengar klise seklise-klisenya, tapi masihkah kamu ingat jaman fotografi klasik dulu ketika foto harus dicetak dari klise? Jadi klise pun tetap mengandung kebenaran realita ;)

Jika saat ini kamu sudah memiliki seseorang yang mencintaimu sebesar kamu mencintainya, jangan sepenuhnya bergantung padanya karena kamu tetap wajib independen dan mencintai dirimu sendiri. Dan tanggungjawab mencintai diri sendiri itu jauh lebih besar lagi jika saat ini kamu memang belum menemukan sang kekasih idaman. Sebab bagaimana mungkin ada orang yang tertarik membahagiakanmu jika dia tidak melihat kamu cukup peduli untuk merawat dan membahagiakan diri sendiri?
Kamu tidak perlu menjadi orang yang sempurna, kamu hanya perlu berusaha jadi diri yang terbaik dibanding hari-hari sebelumnya. Melakukan itu jauh lebih mudah daripada memikirkannya lho.. dan aku bilang begitu karena aku tahu kamu suka terlalu banyak berpikir, lalu akhirnya malah tidak melakukan apa-apa. :))
Nah kalau kalau mau berpikir, sering-seringlah berpikir akan satu fakta ini: kamu adalah orang terfavorit dalam hidupku, karena berkat kamulah aku bisa hidup, berkarya, merasakan cinta dan sukses bahagia di jamanku ini. Asal tahu saja, kamu tidak akan pernah sendirian karena aku sudah, sedang dan akan selalu bersama kamu di sepanjang waktu. Aku ingin memelukmu saat ini juga, menepuk pundakmu dan membisikkan semuanya akan baik-baik saja, tapi aku tidak bisa. Kalau kamu tidak mengerti itu, tenang saja karena suatu saat kamu akan belajar tentang fisika kuantum dan teori dimensi waktu, hehehe!
Seperti aku bilang di awal tadi, kalau kamu sedang membaca surat ini berarti eksperimenku berhasil. Aku tidak bisa mengendalikan kapan surat ini kamu terima, tapi aku punya harapan kamu membacanya di satu hari tertentu. Jadi semoga saja harapanku terkabul, karena jika tidak rasanya aneh sekali aku mengakhiri surat ini dengan kalimat ini…

Selamat Hari Kasih Sayang !

Aku akan selalu menyangimu ...... :))
Dengan Penuh Kasih Sayang,
Kamu Dari Masa Depan.
edited -hitmansystem-
February 13, 2014 0 komentar

Aku yang sebenarnya



Aku ini kelaparan,
bukan karena kurang makan,
namun terlalu bayak jenis makanan sampai aku bingung harus memakan yang mana.

Aku ini kehausan,

bukan karena kurang minum,
namun terlalu banyak jenis minuman sampai aku merasa kembung melihatnya.

Aku ini sekarat,

bukan karena aku kehabisan daya,
namun karena daya ku masih terlalu banyak tersisa karena tak pernah digunakan.

Aku ini kesepian,

bukan karena tak ada yang memperhatikan,
namun karena terlalu banyak yang perhatian sampai-sampai aku lupa rasanya diperhatikan.

Aku ini sendirian,

bukan karena tak punya teman,
namun karena terlalu banyak teman yang silih berganti datang.

Aku ini merasa lemah,

bukan karena tak punya kekuatan,
namun karena hanya kamu yang tahu sisi lemahku,

Aku ini mati rasa,

bukan karena sering disakiti,
namun karena terlalu banyak kebahagiaan yang tak selalu bisa kubagi.

Aku ini kamu.

bukan karena kita punya perawakan yang sama,
namun karena aku merasakan hal yang pernah kamu rasakan..

Aku, mungkin terbuang,

sumber kejenuhan dan kesengsaraan,
namun kamu yang mengajarkan arti kelaparan dan kehausan sebenarnya,
yang menunjukkan arti sekarat sesungguhnya,
yang mengajarkanku menghadapi kesepian dan kesendirian,
yang membuatku bangkit dari rasa lemah,
yang membangunkanku dari mati rasaku,
Itu ulahmu,
yang memberitahuku siapa Aku yang sebenarnya :)
February 09, 2014 0 komentar

Itulah Cinta ...


Jika kita mencintai seseorang, 
kita akan senantiasa mendo'akannya walaupun dia tidak berada di sisi kita.

Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta ...


Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. 

Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. 
Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi, jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan, walaupun mereka telah dikecewakan. 

Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. 
Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti.
Kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia tersebut.


Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah 

mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.

Seandainya kamu ingin mencintai atau memiliki hati seorang gadis, ibaratkanlah seperti menyunting sekuntum mawar merah. Kadangkala kamu mencium harum mawar tersebut, tetapi kadangkala kamu merasakan duri mawar itu menusuk jari.


Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu, hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi.


Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehingga kamu kehilangannya. 

Pada saat itu, tiada guna penyesalan karena perginya tanpa berkata lagi.

Cintailah seseorang itu atas dasar siapa dia sekarang dan bukan siapa dia sebelumnya. 

Kisah silam tidak perlu diungkit lagi, kiranya kamu benar-benar mencintainya setulus hati.

Apa yang kamu sayangi mungkin tersimpan pada keburukan di dalam dirinya.

Apa yang kamu benci mungkin tersimpan dalam kebaikan di dalam dirinya.

Cinta kepada harta artinya Bakhil,

cinta kepada wanita artinya Alam,
cinta kepada diri sendiri artinya Bijaksana, 
cinta kepada mati artinya Hidup,
dan cinta kepada Tuhan artinya Takwa.

Seandainya kamu dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan alam, 

tetapi tidak mempunyai perasaan cinta dan kasih, 
dirimu tak ubah seperti gong yang bergaung atau sekedar canang yang gemericing.

Cinta adalah keabadian

dan kenangan cinta adalah hal terindah yang pernah dimiliki.

Siapapun pandai menghayati cinta, tapi tak seorangpun pandai menilai cinta.

Karena cinta bukanlah suatu objek yang bisa dilihat oleh kasat mata, 
sebaliknya cinta hanya dapat dirasakan melalui hati dan perasaan.

Cinta sebenarnya adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri.

Bukan merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. 
Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.

Kamu tidak akan pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. Namun apabila sampai saatnya itu, 

raihlah dengan kedua tanganmu dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya di hatinya.

Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut kemulut.

Cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.

Cinta sebenarnya tidak buta. Cinta adalah sesuatu yang murni, luhur dan diperlukan. 

Yang buta adalah bila cinta itu menguasai dirimu tanpa suatu pertimbangan.

Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak, 

bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka, 
bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merasa rindu dan cemburu.

Cinta bukanlah dari kata-kata tetapi dari segumpal keinginan diberi pada hati yang memerlukan. 

Tangisan juga bukanlah pengobat cinta karena ia tidak mengerti perjalanan hati nurani.

Kejarlah cita-cita sebelum cinta, 

apabila tercapainya cita-cita maka dengan sendirinya cinta itu akan hadir.

Cinta seringkali akan lari bila kita mencari, 

tetapi cinta jua seringkali dibiarkan pergi bila ia menghampiri.

Cinta pertama adalah kenangan, 

Cinta kedua adalah pelajaran, 
dan cinta yang seterusnya adalah satu keperluan 
Karena itu jagalah cinta yang dianugerahkan itu sebaik-baiknya agar ia terus mekar dan wangi sepanjang musim.

Hanya butuh waktu semenit untuk menafsirkan seseorang,

satu jam untuk menyukai seseorang 
dan sehari untuk mencintai seseorang, 
tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.

Cintailah orang yang engkau kasihi itu sekedarnya, 

mungkin saja dia akan menjadi orang yang kau benci pada suatu hari kelak. 

Juga bencilah terhadap orang yang kamu benci itu sekedarnya, 

barangkali dia akan menjadi orang yang engkau kasihi pada suatu hari nanti.

Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu, jangan mengharapkan balasan cinta, 

tunggulah sampai cinta berkembang dihatinya, 
tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh dihatimu.

Cinta bukanlah dari kata-kata, tetapi dari segumpal keinginan diberi pada hati yang memerlukan.


Cinta lebih mudah mekar dihati yang sedang dilanda kecewa, 

Cinta seperti ini adalah cinta yang mengharapkan belas kasihan, 
oleh karena itu, bila sepi telah punah maka biasanya cinta juga akan turut terbang.

Dalam sebuah percintaan, janganlah kamu sesali perpisahan tetapi sesalilah pertemuan. 

Karena tanpa pertemuan tidak akan ada perpisahan. 

Cinta yang suci dapat dilihat dari pengorbanan seseorang, bukanlah dari pemberian semata.

Ibaratkalah kehilangan cinta itu seumpama hilangnya cincin permata di lautan luas yang tiada bertepi dan harus dilupakan. 

Cinta tidak selalu bersama jodoh, tapi jodoh selalu bersama cinta. 


Cinta letaknya di hati, meskipun tersembunyi, namun getarannya jelas terasa sekali.

Tak ada yang mampu menyembunyikan cinta.
Karena kadang Ia mampu mempengaruhi fikiran sekaligus mengendalikan tindakan kita sehingga kadangkala kita melakukan hal terbodoh tanpa kita sadari.

Lemparkan seorang yang bahagia dalam cinta ke dalam laut, 

pasti ia akan membawa seekor ikan. 

Lemparkan pula seorang yang gagal dalam bercinta ke dalam gudang roti,

pasti ia akan mati kelaparan.

Itulah Cinta ...
0 komentar

Cinta dan Perkawinan

Suatu hari, Plato bertanya pada gurunya, "Apa itu cinta? Bagaimana saya menemukannya?"
Gurunya menjawab, "Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting.
Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta"

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.

Gurunya bertanya, "Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?"
Plato menjawab, "Aku hanya boleh membawa satu saja,dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik)".

Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwa ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya"

Gurunya kemudian menjawab " Jadi ya itulah cinta"

Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya,"Apa itu perkawinan? Bagaimana saya bisa menemukannya?"

Gurunya pun menjawab "Ada hutan yang subur didepan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan"

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar/subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.

Gurunya bertanya, "Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?"

Plato pun menjawab, "sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya"

Gurunya pun kemudian menjawab, "Dan ya itulah perkawinan"

Moral dari cerita ini adalah :
"Bahwa penyesalan cinta pun selalu datang terakhir . Berilah kesempatan kepada siapapun untuk mengenal cinta . Boleh memiliki persyaratan untuk calon, tapii juga tidak salah memberi kesempatan kepada orang yang telah mengenal cinta melalui dirimu ,"
February 02, 2014 0 komentar

Bis seperti apa yang kamu tunggu?


Cinta itu sama seperti orang yg sedang menunggu bis.

Sebuah bis datang, dan kamu bilang,
"Wah..terlalu penuh, sumpek, bakalan nggak bisa duduk nyaman neh! Aku tunggu bis berikutnya aja deh."

Kemudian, bis berikutnya datang.
Kamu melihatnya dan berkata,"Aduh bisnya kurang asik nih, nggak bagus lagi.. nggak mau ah.."

Bis selanjutnya datang, cool dan kamu berminat,
tapi seakan-akan dia tidak melihatmu dan lewat begitu saja.

Bis keempat berhenti di depan kamu. Bis itu kosong, cukup bagus,
tapi kamu bilang,"Nggak ada AC nih, bisa kepanasan aku".

Maka kamu membiarkan bis keempat itu pergi.
Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat pergi ke kantor.

Ketika bis kelima datang,kamu sudah tak sabar,
kamu langsung melompat masuk ke dalamnya.

Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau kamu salah menaiki bis.
Bis tersebut jurusannya bukan yang kamu tuju!
Dan kamu baru sadar telah menyiakan waktumu sekian lama.

Moral dari cerita ini :
Sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar 'ideal' untuk menjadi pasangan hidupnya.

Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan kita.
Dan kamu pun sekali-kali tidak akan pernah bisa menjadi 100% sesuai keinginan dia.
Tidak ada salahnya memiliki 'persyaratan' untuk 'calon',
tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan kita.

Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju.
Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat.
tapi kamu masih bisa berteriak 'Kiri' ! dan keluar dengan sopan.

Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depanmu,
semuanya bergantung pada keputusanmu.
Daripada kita harus jalan kaki sendiri menuju kantormu,
dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi.

Cerita ini juga berarti, kalau kebetulan kamu menemukan bis yang kosong,
kamu sukai dan bisa kamu percayai, dan tentunya sejurusan dengan tujuanmu,
kamu dapat berusaha sebisamu untuk menghentikan bis tersebut di depanmu,
agar dia dapat memberi kesempatan kepadamu untuk masuk ke dalamnya.

Karena menemukan yang seperti itu adalah suatu berkah yang sangat berharga dan sangat berarti.
Bagimu sendiri, dan bagi dia.
Lalu bis seperti apa yang kamu tunggu?
 
;