Siapa yang tidak tahu matahari ?
Semua orang di dunia ini juga kenal dengan matahari.
Ya, benda itu adalah zat kehidupan bagi mereka yang memerlukan.
Matahari menyinari dunia ini tiada henti, tiada pamrih.
Memberikan penerangan, untuk mereka yang terjebak dalam gelapnya kehidupan.
Memberikan panas, untuk mereka yang merasa kedinginan.
Memberikan arah, untuk mereka yang tersesat dalam tujuan.
Matahari,
Dia cuma ada satu,
Dia selalu memberi tanpa meminta,
Dia tak pernah lelah maupun menyerah,
Dia lah yang mengindahkan siang,
Dia juga yang menghapuskan kesunyian senja,
cuma Dia yang selalu menghangatkan malam,
dengan seorang kawan, namanya bulan.
Matahari,
yang selalu membangunkan ku tiap pagi,
tanpamu bumi ini akan gelap,
tanpamu bumi ini akan beku,
tanpamu, mungkin aku akan kehilangan semangat hidup ku.
Matahari itu,
identik dengan memberi tanpa imbalan,
karena matahari akan memberikan semua sinarnya kepada bunga agar ia tumbuh, berkembang dan selalu menjadi bunga yang cantik. Walau matahari tahu ia hanya dapat memandang bunga dari jauh, dan membiarkan rama-rama yang akan menari bersama bunga. Asalkan bunga senang, matahari pun demikian.
karena matahari lah yang membuat bulan terus bersinar indah dan dikagumi. Padahal, cahaya bulan yang indah hanyalah pantulan sinar matahari, tetapi saat semua makhluk mengagumi bulan, siapakah yang ingat akan matahari? Matahari rela memberikan cahayanya untuk bulan walaupun ia sendiri tak bisa berupaya untuk menikmati bulan, dilupakan jasa sang matahari dan kehilangan kemuliaannya sebagai pemberi cahaya agar bulan mendapatkan kemuliaan tersebut. Matahari dan bulan takkan bisa bertemu dan menyatu, tapi matahari tetap ikhlas akan hal itu.
dan Matahari pula yang identik dengan kesetiaan,
karena matahari selalu membiarkan burung-burung lepas mengudara untuk menikmati cahaya matahari, matahari rela membiarkan burung pergi dan takkan mencegahnya, seakan menunggu kapan burung-burung itu akan kembali untuk menikmati sinarnya yang indah. Matahari akan selalu ada dan menunggu burung-burung bila mereka mau kembali. Betapa setianya sang Matahari.
Apakah kamu mau menjadi matahari ku ?
Ya, jika kamu mau jadi matahari ku, baguslah !
Kamu hanya perlu menjauh 149.699.000 Km dari hidupku !
Jangan biarkan aku hangus terbakar didekatmu !
Apa? Kamu berubah pikiran untuk tidak menjadi matahari ku ? Baguslah !
Akhirnya kamu sadar kalau kamu memang takkan bisa menggantikan Matahari itu,
cukup temani aku, duduk disampingku, dan jadilah pelabuhan terakhir ku,
karena disanalah kita akan sama-sama menikmati indahnya matahari,
tanpa harus ada yang tersakiti.
Terima Kasih, Matahari !
Kau telah memberikan kesempatan untuk aku dan kekasihku sama-sama menikmati mu :))






- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact