February 18, 2015 2 komentar

Krisis kepercayaan


Apakah gelap ini nyata?
atau hanya aku yang terbiasa tanpa cahaya?
apakah kamu akan terus berpijar?
ketika lampu ini semakin memudar?

Padahal kita saling memberi cahaya
tapi siapa yang mampu percaya?
belum saatnya semua dibakar dengan sinar matahari
jika panasnya masih mampu menghangatkanmu setiap pagi

Kita masih mampu tertawa bersama
tapi kamu menganggapnya alasan belaka
kita masih mampu saling memberi
tapi kamu merasa semua ini klise pribadi

Jangan menilai orang, dari cerita orang
sehingga kepercayaan terbakar habis menjadi arang
jangan menilai sebelum membuktikan
karena dunia ini, bersaing dengan saling menjatuhkan

Bukanlah bintang atau bulan yang aku minta
aku hanya perlu kita bersama
lihatlah pada langit yang ikut terluka
atas matinya sebuah rasa percaya

Kini di malam yang sama
bahkan dengan dingin yang sama
tapi ada yang berbeda
yaitu kini tak ada lagi rasa percaya

Bagaimana aku dapat membayar rindu
jika rasa percaya telah kamu bakar menjadi abu
sebenarnya tak ada yang salah atas suatu perasaan
hanya waktu yang tidak tepat mungkin kita dipertemukan

Aku tahu kini kita dalam krisis kepercayaan
karenanya aku masih terus berusaha dalam kesabaran
tapi jika waktu pun tak dapat menjelaskan
semoga kamu dapat belajar dari sebuah kehilangan :))
February 17, 2015 0 komentar

Terabaikan oleh kesibukan


Ketika kita punya sama rasa
rasa untuk menulis sebuah cerita
namun cerita kita tak pernah dibuat
karena pertemuan selalu menghambat

Cerita kita seakan terabaikan
seperti alur yang tak pernah berjalan
karena hadirnya orang ketiga dalam hubungan
bukan manusia, melainkan kesibukan

hari kita penuh janji
tapi sampai saat ini belum ada yang ditepati
entah harus menyalahkan diri sendiri
atau memang kita tak pantas tuk saling melengkapi

Katanya cinta itu tanpa batas
tapi kenapa kita dibatasi oleh masing-masing prioritas
katanya cinta itu pasti punya waktu
tapi kenapa kita sangat sulit untuk bertemu

Entah apa yang kita cari
seakan setiap pekerjaan kita patuhi
entah apa yang membuat kita saling berjauhan
terabaikan oleh kesibukan

hari kerja seperti tak bisa diganggu
akhir pekan pun tak punya waktu
apa aku harus membuat hari baru
agar aku bisa membayar semua rindu

apa kita harus memilih antara pekerjaan
ataukah memprioritaskan sebuah hubungan
karena apapun yang menjadi keputusan
semoga kita tak lagi terabaikan, oleh kesibukan :')
0 komentar

Entah ada apa sebenarnya dengan kita


Jika semua hal berawal dari pertemuan
cerita ini tentulah berlawanan
pernah saling melihat tanpa berkenalan
itupun hanya saling melempar senyuman

Entah apa yang membuat kita saling mengisi
aku saja lupa bagaimana kontakmu ada disini
entah apa yang membuat kita saling peduli
menghabiskan malam dengan saling menemani

Kita hanya berbicara via suara
kita hanya berbincang lewat dunia maya
tapi apakah kamu bisa mengerti
pesanmu adalah hal yang kutunggu setiap pagi

Entah ada apa sebenarnya dengan kita
kadang berdebat menjadi hal yang biasa
merubah sedih dan kesal menjadi tawa
bahkan hal sepele pun menjadi istimewa

Jika ini adalah sebuah rasa
aku yakin ini lebih dari sekedar saudara
tapi aku tak tahu apakah ini nyata
karena kita belum sepenuhnya bertatap muka

Tapi kita masih punya janji
dimana kita harus bertemu suatu saat nanti
untuk tahu apa yang sedang terjadi
apakah ini cinta, atau hanya sandiwara diri
February 03, 2015 0 komentar

Kita, yang selalu keras kepala


Setiap pagi adalah waktunya menyapa
bagi kita ketika membuka mata
tapi hari ini jariku membeku
seakan aku tak mau menegur apa-apa untukmu

Malam tadi tidak ada 'kita'
karena kita terpisah dengan hati yang hampa
saling beku membatu tak mengalah
adu argumen hebat dengan keras kepala

Kita saling mencela, saling menyalahkan
tiap kesempatan digunakan untuk saling menyudutkan
aku lupa bahwa di setiap pertengkaran
takkan ada pemenang, tak ada yang bisa bertahan

Kejadian itu lebih dari semalam
pertengkaran hebat yang hanya menghasilkan diam
kita sudah sama-sama lelah
kembali ke rumah membawa segumpal amarah

Pagi ini, aku mulai tenang
tak mudah marah mengingat kata kasarmu yang kuputar ulang
aku kira diriku masih butuh intropeksi
karena masih kekanakan dan mudah emosi

Seharusnya ini membuat kita lebih dewasa
bagaimana pendapat masing-masing diterima dengan terbuka
sudah saatnya kita harus menemukan solusi nyata
bukan lagi saling menyakiti dengan emosi belaka

Kita, yang selalu keras kepala
memang akan selalu ada hal yang membuat kecewa
tapi bagaimanapun besarnya pertengkaran kita
tak dapat mengalahkan besarnya rasa rindu di dada :')
 
;