May 11, 2014

Surat dari mantanmu


Dear mantanku,

Apa kabarmu? aku harap kamu baik-baik saja. Apa kamu masih mengingatku? ah apapun jawabanmu itu tidak penting, yang terpenting sekarang adalah kita bisa berkomunikasi seperti ini. Walau hanya lewat surat ini, aku ingin menyampaikan sesuatu. Semoga kamu mau mendengarkan celotehan dari orang yang pernah menyakitimu ini...

Bagaimana keadaanmu? bagaimana perasaanmu?
Aku harap kamu sudah bisa move on dan mendapatkan pasangan yang lebih baik dari aku.

Apa kau tau? semenjak disini, aku sudah bahagia dengan orang lain.
Kau tau kan aku bukanlah orang yang cepat jatuh cinta, tapi mengapa aku bisa bersama orang lain sekarang?
Jawabannya adalah aku memang gak bisa move on, tapi aku harus move on.
Move on adalah caraku menghargai hubungan kita dulu, agar aku bisa belajar dari kesalahan dan memperbaikinya di hubungan yang sekarang.
Jadi, aku disini ingin menyampaikan bahwa aku ingin menjadi temanmu, teman tanpa beban dan ikatan, karena aku merindukan peristiwa dimana kita tertawa dan menangis bersama.

Mungkin pasanganku saat ini tidak sebaik dirimu,
dia tidak bisa memahamiku seperti kamu memahamiku.
Dia mudah ngambek, tidak sepertimu yang selalu sabar menanti kabarku.
Dia mudah kesal, tidak sepertimu yang selalu setia walau tersakiti terus menerus olehku.
Dia sangat cuek, tidak sepertimu yang selalu mengingatkanku segala hal sekecil apapun itu.
Dia itu merepotkan, tidak sepertimu yang selalu mendukung segala kegiatanku.
Tapi, aku harus berterima kasih padamu, karena berkat itu semua, pasanganku kini lebih mau belajar agar dia bisa lebih hebat darimu.
Lalu bagaimana denganmu, wahai mantanku?

Aku harap kamu tidak terlarut denganku, dengan semua kenangan kita dulu,
itu semua hanya untuk dikenang, bukan terus dijalani sampai saat ini,
banyak di luar sana yang menunggumu, yang bisa memberikan hal yang lebih baik daripada aku.
apapun alasanmu bertahan di aku, aku hargai itu, tapi dunia ini butuh kamu,
kamu tidak bisa terus diam dan hanya berdiri di satu titik saja,
jika kamu memang masih sangat menyayangiku, kamu harus mampu melepasku.

Apa kamu masih berpikir untuk kembali denganku?
sesayang apapun aku padamu, aku takkan memilih itu,
kecuali memang takdir dan jodoh yang mengembalikan kita lagi,
aku harap kamu mengerti maksudku.

Setauku kamu itu hebat, tapi kenapa kamu malah diam terpaku dengan aku? kemana kehebatanmu?
yang aku tau kamu itu tegar, tapi kenapa kamu masih sering menangisiku? mana ketegaranmu?
aku tau kamu itu perasa, tapi kenapa semua yang mendekatimu, kamu acuhkan begitu saja gara-gara aku?
kamu kan cantik, tapi kenapa kamu malah jadi malas mengurus dirimu?
kamu harusnya bisa tampil lebih baik daripada waktu bersamaku dulu.

Aku mengatakan ini semua bukan karena aku membencimu,
tapi karena aku merindukanmu yang pernah menjadi cerita dan bagian dari hidupku,
banyak hal yang bisa dipelajari waktu kita bersama dulu,
kini aku hanya bisa mendukung apapun keinginanmu yang bukan tentangku,
aku percaya, kamu itu bisa hidup lebih baik tanpaku, aku percaya itu.

Ohiya satu hal lagi, aku ingin menantangmu.
jika kamu masih sayang padaku, mampukah kamu melepasku?
jika kamu masih peduli denganku, mampukah kamu hidup tanpaku?
jika kamu masih merindukanku, mampukah kamu menerima kenyataan ini semua?
aku menantangmu, masih bisa kah kamu membuka hatimu untuk orang lain?

aku percaya kamu pasti bisa menyelesaikan semua tantanganku.
aku tunggu surat balasanmu dengan cerita baru yang membuatku cemburu,
aku tunggu...
jangan kecewakan aku, mantanku.
maaf untuk semua kelakuanku selama ini,
dan terima kasih telah memberikanku kesempatan untuk hadir di hidupmu :))


Dengan penuh kenangan,

Mantanmu 

0 komentar:

Post a Comment

 
;