June 08, 2014 0 komentar

Wanita, tetap wanita


Apa kalian tahu siapa itu wanita?
Mereka lebih dari sekedar pengguna rasa
Mereka lebih dari sekedar gumpalan payudara
Merekalah yang menghidupkan cinta

Wanita itu mungkin ibu kita
Yang melahirkan, juga mengajarkan
Memberikan arti hidup yang sebenarnya
Mengajari cara ampuh untuk bertahan

Wanita itu mungkin kekasih kita
Kekasih yang selalu menemani
bagaimana caranya kita menaklukan dunia
dengan cara yang mereka pahami

Wanita itu mungkin teman kita
Yang selalu menghabiskan waktu bersama
Bercerita dan berdongeng apa saja
Seperti yang paling pintar menghidupkan suasana

Mereka adalah wanita
Yang menangis dalam kekuatan
Yang bertahan dalam kesusahan
Yang membantu dalam kesulitan

Mereka menyala dalam kegelapan
Mereka berbisik dalam keheningan
Mereka gagah dalam kelembutan
Mereka bisa bicara, tanpa suara

Ketika pidana datang menghardik cinta
Mereka patuh pada takdirnya
Ketika piatu datang menangis dengan remukan
Mereka hadir dengan pelukan

Mereka selalu bangga dengan segala sebutan mereka
Dari gadis, perawan tua, hingga sebutan janda
Bahkan pelacur sekalipun  

Tapi tulang tetaplah tulang
Tetap menggigil jika tak diselimuti daging
Walaupun kokoh memopang tubuhnya
Merekapun sama, bagaimanapun kuatnya mereka
Wanita, tetap wanita... 
June 07, 2014 0 komentar

Petuah emas


Apa kamu pernah merasakan rasanya dicintai?
Dikelilingi oleh orang yang ingin berbagi
Berbagi kisah hidup yang pernah mereka lewati
Kepada sosok yang kini mereka kagumi

Apa yang kukatakan adalah petuah emas
Karena mencintaiku tak pernah membuatmu malas
Karena cemburumu adalah rasa cemas
Sampai melakukan apapun yang tak waras

Janganlah memahat sosoknya dalam hatimu
Karena ketika kamu ingin melupakannya
Kamu harus menyakiti dirimu dulu
Padahal belum tentu dia melakukannya

Janganlah terlalu mendewakan dirinya
Apa yang dikata, selalu kamu turuti begitu saja
Dia seperti penentu kebahagiaanmu semata
Seperti dunia ini hanya milikmu berdua

Janganlah terlalu mengingat perhatiannya
Karena ketika kamu ingin membencinya
Kamu akan terus dan terus dibayanginya
Karena otakmu tak bisa dibuang begitu saja

Memang cinta tak ada kaitannya dengan logika
Karena teori apapun takkan bisa menemukan rumusnya
Tapi jika kamu mencintai apa adanya
Semua akan lebih indah untuk dirasa

Karena ini adalah cinta,
bukan drama ataupun cerita sandiwara
karena cinta,
juga butuh rasa dan karsa...
0 komentar

Luka merah


Pernah aku merasakan luapan amarah
Penuh ocehan dan keluh kesah
Seakan mulut ini sudah terlanjur basah
Mengatakan ucapan yang sekiranya bikin gerah

Pernah aku diam tak berbicara
Seperti dikuasai luapan emosi marah
Akibat satu persoalan dengan dirinya
Semua lingkunganku ikut kena imbasnya

Sebenarnya aku tak tahu apa mau emosiku
Rasa sayang kini berubah menjadi batu beku
Tak mau mendengarkan alasan apapun itu
Menyimpulkan satu, tidak mau tahu

Sebut saja aku si pembuat luka merah
Luka yang tidak seperti biasanya
Mungkin dimaafkan, tapi tak bisa lupa
Karena luka ini pasti selalu ada bekasnya

Tapi ada hal baru yang aku pelajari
Jika aku melukai, aku harus pandai mengobati
Ini semua adalah sebuah konsekuensi
Dari sebuah luka merah yang pernah kualami

Tapi kini aku telah berjanji
Jika aku membuat luka merah lagi
Aku takkan mau mengampuni diri ini
Karena lebih baik aku memilih mati!
0 komentar

Menghilang


Aku menghilang, untuk mengajarkanmu kerinduan
Mengukur sampai mana rindu bisa tertahan
Menilai seberapa kuat kamu bisa bertahan
Melihat bagaimana kamu menanggapi kehilangan

Aku menghilang, untuk mengajarkanmu kedewasaan
Tak ingin lagi aku melihat kamu ngambekan
Seperti anak kecil yang tak punya mainan
Atau seperti orang tua yang kekanak-kanakan

Aku menghilang, untuk mengajarkanmu kekuatan
Seberapa kuat kamu bisa mengurangi tekanan
Seberapa pantas kamu untuk dipertahankan
Seberapa hebat kamu menghiraukannya dengan kesibukan

Aku menghilang, untuk mengajarkanmu mandiri
Bukan untuk selalu dimanjakan bagai seorang puteri
Tak membuatku menjadi pelayan yang selalu memenuhi
Setiap permintaanmu yang kadang tak tahu diri

Aku menghilang, untuk mengajarkanmu pertemanan
Bahwa sebenarnya cepat lambat kamu akan kehilangan
Bahwa sebenarnya kamu masih butuh kawan
Dan berhenti menjadi orang yang ketergantungan

Aku menghilang, untuk mengajarkanmu menghargai
Bagaimana merawat apa yang telah dicintai
Bagaimana menjaga apa yang telah dipunyai
Memberi tahumu bahwa semua patut disyukuri

Tapi sebenarnya,
Aku tak menghilang,
Aku hanya memberimu waktu,
Agar kamu menyadari arti kehadiranku :)
June 01, 2014 1 komentar

Kisah abu-abu


Ini bukan tentang masa sekolah
Tapi ini tentang dua sejoli yang punya kisah
Mereka berdua saling mencinta
Tanpa terikat, hanya kenyamanan semata

Dua sejoli itu adalah kita
Kita yang tak punya apa-apa
Yang tidak terikat dengan cinta
Tapi lebih dari kata teman semata

Dunia mengira kita adalah pasangan
Padahal kita hanyalah saling berkawan
Entah mengatasnamakan kenyamanan
Atau ada rasa lebih dari sekedar teman

Kita cuma punya modal percaya
Tak mengekang, hanya saling bekabar saja
Tapi ketika kita dituntut setia
Kita tahu hati ini hanya untuk siapa

Apa teman tidak boleh bergandengan tangan?
Apa kawan tidak boleh berpelukan?
Asalkan kita berdua punya kesepakatan
Dunia ini pun rasanya mudah tuk ditaklukan

Kita juga sering bertengkar
Dari masalah sepele sampai yang berakar
Tapi ini juga yang menguatkan kita
Karena kita tak hanya sekedar soal cinta

Entah berakhir atau memang dipersatukan
Kisah abu-abu ini akan mengakar di ingatan

Karena hubungan bukan hanya perihal cinta
Ada hal lain yang tak bisa dijelaskan maknanya
Mungkin kalian semua takkan ada yang percaya
Tapi kisah abu-abu ini menjadi buktinya...
Bahwa jatuh cinta dan mencintai adalah hal yang berbeda :)
 
;