May 30, 2014 0 komentar

Secangkir kopi hitam


Aku sangat menyukai kopi hitam yang panas
Seperti aku menyukai sosokmu yang ‘panas’

Kopi hitam itu membuatku bahagia
Seperti halnya ketika kita bicara berdua

Kopi hitam juga selalu mengawali hariku
Begitu juga aku yang mengawali hari dengan memikirkanmu

Aku paling suka ketika mencium aroma kopi hitamku
Seperti aku yang hafal dengan aroma parfummu

Kopi hitam kadang membuat grogi diriku
Layaknya aku yang salah tingkah ketika bertemu dirimu

Kopi hitam sering memberiku kehangatan
Seperti ketika kita saling berdekatan
Begitu hangat, tak terlupakan

Baik kopi hitam yang kuat atau lembut
Asalkan kopi hitam, aku tetap suka itu
Seperti melihatmu sedang tertawa atau cemberut
Tak peduli akan hal itu, aku tetap mengagumimu

Kopi hitam mengajariku bersabar
Karena kenikmatan ada setelah ampas kopi
Seperti diriku yang terus belajar
Bagaimana caranya kamu bisa dipahami

Jika kamu bertanya seberapa besar aku menyukaimu,
Aku menyukaimu seperti aku menyukai secangkir kopi hitamku :)
0 komentar

Senandung Biru


Masih ingatkah kamu sewaktu dulu?
Ketika kamu mengucapkan janji itu
Janji dimana kita akan selalu dapat bertemu
Meski kesibukan tak pernah meminjamkanmu waktu

Kamu bilang laut itu berwarna biru,
Dia diam, tak pernah mengeluh dan menggerutu
Kamu bilang langit itu juga biru,
Begitu indah walaupun tak bisa disentuh

Tapi sayangnya aku bukanlah laut
Aku tidak bisa diam dan selalu cemberut
Aku tidaklah seperti langit biru
Aku adalah orang yang penuh dengan cemburu

Biru?
Bagaimana dengan luka di hati ini?
Tak terlihat, tapi terasa sakit sekali
Sering sekarat dan seperti membatu
Akibat babak belur dihajar rindu

Biru?
Bagaimana dengan pikiranku?
Tak bisa berfikir yang bukan tentangmu
Tak bisa bertindak yang bukan karenamu
Tak bisa mengucap yang bukan untukmu

Biru itu tidak selalu indah,
Kadang biru adalah bukti terluka,
Kadang biru adalah tanda pucat,
Sekarat, akibat beban yang semakin berat.

Anggap saja ini seperti senandung biru,
Ketika kamu tak dapat menemukanku,
Carilah senandung tulisanku,
Apakah aku masih dihatimu,
atau sudah terusir oleh waktu…
0 komentar

Pria bersuara berat


Pernahkah kamu mencintai seseorang?
Bukan dari fisik ataupun perangainya
Pernahkah kamu mengagumi seseorang?
Hanya dari celotehan merdu suaranya

Suaranya itu seringkali menggema
Mencerminkan lelaki yang arif bijaksana
Suaranya itu berkesan cukup berat
Menggetarkan hati yang pernah sekarat

Tak penting apa yang keluar dari suaranya
Yang terpenting adalah bagaimana merdunya
Untuk dinikmati telinga tiap wanita
Sampai hafal siapa tuan pemilik nadanya

Pernahkah kamu dapat panggilan spesial?
Bukan dari sebutannya, tapi dari lantunannya
Seakan panggilannya menggoda nakal
Seakan kamu punya arti lain baginya

Apa kamu tahu apa kelebihan utamanya?
Suara berat dengan penuh tawa
Seperti saat ada yang diucapkannya
Semua yang mendengar, begitu menikmatinya.

Apa kamu tahu siapa pria bersuara berat itu? :)
May 18, 2014 0 komentar

Tak dihargai, Aku pergi


Mari kita berbicara tentang rasa,
rasa yang pernah terjadi pada diriku,
aku begini karena mengambil pelajaran dulu,
karena aku tak ingin hasil yang sama.

Apakah kamu pernah mencintai?
tapi kamu malah terus tersakiti?
entah siapa yang tak tahu diri,
rasaku ini tak pernah sedikitpun dihargai.

Apakah kamu pernah percaya?
tapi yang kamu dapat adalah dikhianati?
aku tak mengerti apa yang dia mau lagi,
diri ini terlalu sibuk memuji dirinya.

Apakah kamu pernah memiliki?
tanpa tahu apa arti kehilangan?
merasakan sendiri rasa sakit hati,
menjerit sendiri menikmati kenangan.

Apakah kamu pernah merasa tulus?
tapi kamu terus dan terus dibohongi?
membuat diri semakin sekarat tak terurus,
akibat celah hati yang tak dapat diobati.

Apakah kamu pernah memilih setia?
tapi yang kamu dapat adalah diduakan?
Entah siapa yang tak punya perasaan,
begitu mudah berpaling tanpa jelas alasannya.

Apakah kamu pernah berharap?
tapi harapan itu menjadi palsu dan sia-sia?
menanti warna pada hati yang sudah gelap,
mencari apa arti cinta yang sebenarnya.

Apakah kamu pernah berpikir untuk pergi?
ketika semua rasamu tak pernah dihargai?

Dan aku,
kini memilih pergi,
karena hal paling bijak untuk orang yang tak pernah menghargai adalah...
pergi meninggalkannya.
karena masih banyak yang mampu menghargaimu.

Tapi tenang saja, aku pasti akan kembali.
Ketika kamu sudah mengerti apa arti menghargai :))
May 17, 2014 0 komentar

Kisah kita dalam mimpi


Suatu hari ketika hadirnya gelap,
seketika itu juga kesendirian menyergap,
memanjakan diri dengan tidur terlelap,
seperti sudah tidak ada hal yang bisa terucap.

Tanpa disadari ada hal datang dengan indah,
ada aku dan kamu sedang mendesah,
menghabiskan waktu hanya berdua,
membuat orang lain dianggap seperti tiada.

kita berpergian ke taman bunga,
menghabiskan waktu dengan saling cerita,
seakan tiada habisnya kita saling menggoda,
seperti berjanji tiada hal lain seindah tawa.

kemudian kita beranjak ke pinggir pantai,
saling menikmati satu sama lain dengan santai,
membuat istana dari pasir yang tak bisa tenggelam,
sampai tak ingat waktu kalau ternyata sudah malam.

Ketika pulang dan seketika turun hujan,
kita berlarian mencari tempat peneduhan,
menunggu hujan reda sambil berpegangan tangan,
saling menatap mata dengan penuh kemesraan.

keesokan harinya kita mendaki ke atas gunung,
saling menghangatkan ketika suasana mendung,
saling menjaga agar tak ada yang tersandung,
karena di puncak, akan kita rayakan dengan bersenandung.

kemudian kita beralih ke bioskop terdekat,
berdua saja hingga kini semakin dekat,
sampai saat dimana lampu mulai dipadamkan,
semua penonton gemuruh melihat kita berciuman.

Kini tiba saatnya untuk makan malam,
makan berdua dengan penuh keromantisan,
berbicara tentang hal yang berbau keseriusan,
sampai sepakat, sampai tangan saling menggenggam.

begitupun ketika menonton pertunjukkan esoknya,
di dalam keramaian kita saling menjaga,
saling memeluk dengan sekuat tenaga,
sambil menikmati dengan seru semua adegannya.

sampai pada akhirnya kita ada di rumahmu,
bertemu semua yang kamu sebut keluargamu,
menghabiskan canda dengan penuh malu,
berharap mereka akan selalu memberikan kita restu.

... ... .....

sampai pada akhirnya aku dibangunkan,
membuka mata tanpa sedikitpun senyuman,
karena ternyata semua hanya mimpi bualan,
karena aku disini, masih sendirian...
May 11, 2014 0 komentar

Apresiasi Diri


Banyak yang berkata begini,
kita tak dapat mencintai,
sebelum kita menyayangi,
semua hal tentang diri kita sendiri.

Semua hal memang butuh apresiasi,
bukan hanya setelah dipuji,
bukan hanya setelah dibantu sana sini,
tetapi juga tentang hal-hal yang ada di dalam diri.

Pernahkah kamu bekerja keras,
membanting tulang sampai keringat diperas,
tak pandang apakah hujan atau panas,
sampai lupa bahwa badan ini juga butuh nafas.

Pernahkah kamu punya target sesuatu?
sampai semua hal kamu lakukan demi satu,
tak pandang tenaga, uang, dan waktu,
padahal tubuh ini sudah babak belur penuh batu.

Pernahkah kamu pergi kesana kemari,
menghabiskan tenaga tanpa tahu diri,
seperti sekarat layaknya mau mati,
tapi tampaknya kamu tidak sedikitpun peduli.

Pernahkah kamu terlalu mencintai,
sampai lupa rasanya menyayangi diri sendiri,
bahkan sampai ingin bunuh diri,
jika kemauanmu tak kunjung dipenuhi.

Kini aku belajar tentang arti menghargai,
bukan hanya tentang yang datang dan pergi,
namun juga yang keras hati,
apa yang dikata selalu menjadi harga mati.

Hargailah dirimu sendiri,
jika bukan dirimu, lalu siapa lagi? :))
0 komentar

Surat dari mantanmu


Dear mantanku,

Apa kabarmu? aku harap kamu baik-baik saja. Apa kamu masih mengingatku? ah apapun jawabanmu itu tidak penting, yang terpenting sekarang adalah kita bisa berkomunikasi seperti ini. Walau hanya lewat surat ini, aku ingin menyampaikan sesuatu. Semoga kamu mau mendengarkan celotehan dari orang yang pernah menyakitimu ini...

Bagaimana keadaanmu? bagaimana perasaanmu?
Aku harap kamu sudah bisa move on dan mendapatkan pasangan yang lebih baik dari aku.

Apa kau tau? semenjak disini, aku sudah bahagia dengan orang lain.
Kau tau kan aku bukanlah orang yang cepat jatuh cinta, tapi mengapa aku bisa bersama orang lain sekarang?
Jawabannya adalah aku memang gak bisa move on, tapi aku harus move on.
Move on adalah caraku menghargai hubungan kita dulu, agar aku bisa belajar dari kesalahan dan memperbaikinya di hubungan yang sekarang.
Jadi, aku disini ingin menyampaikan bahwa aku ingin menjadi temanmu, teman tanpa beban dan ikatan, karena aku merindukan peristiwa dimana kita tertawa dan menangis bersama.

Mungkin pasanganku saat ini tidak sebaik dirimu,
dia tidak bisa memahamiku seperti kamu memahamiku.
Dia mudah ngambek, tidak sepertimu yang selalu sabar menanti kabarku.
Dia mudah kesal, tidak sepertimu yang selalu setia walau tersakiti terus menerus olehku.
Dia sangat cuek, tidak sepertimu yang selalu mengingatkanku segala hal sekecil apapun itu.
Dia itu merepotkan, tidak sepertimu yang selalu mendukung segala kegiatanku.
Tapi, aku harus berterima kasih padamu, karena berkat itu semua, pasanganku kini lebih mau belajar agar dia bisa lebih hebat darimu.
Lalu bagaimana denganmu, wahai mantanku?

Aku harap kamu tidak terlarut denganku, dengan semua kenangan kita dulu,
itu semua hanya untuk dikenang, bukan terus dijalani sampai saat ini,
banyak di luar sana yang menunggumu, yang bisa memberikan hal yang lebih baik daripada aku.
apapun alasanmu bertahan di aku, aku hargai itu, tapi dunia ini butuh kamu,
kamu tidak bisa terus diam dan hanya berdiri di satu titik saja,
jika kamu memang masih sangat menyayangiku, kamu harus mampu melepasku.

Apa kamu masih berpikir untuk kembali denganku?
sesayang apapun aku padamu, aku takkan memilih itu,
kecuali memang takdir dan jodoh yang mengembalikan kita lagi,
aku harap kamu mengerti maksudku.

Setauku kamu itu hebat, tapi kenapa kamu malah diam terpaku dengan aku? kemana kehebatanmu?
yang aku tau kamu itu tegar, tapi kenapa kamu masih sering menangisiku? mana ketegaranmu?
aku tau kamu itu perasa, tapi kenapa semua yang mendekatimu, kamu acuhkan begitu saja gara-gara aku?
kamu kan cantik, tapi kenapa kamu malah jadi malas mengurus dirimu?
kamu harusnya bisa tampil lebih baik daripada waktu bersamaku dulu.

Aku mengatakan ini semua bukan karena aku membencimu,
tapi karena aku merindukanmu yang pernah menjadi cerita dan bagian dari hidupku,
banyak hal yang bisa dipelajari waktu kita bersama dulu,
kini aku hanya bisa mendukung apapun keinginanmu yang bukan tentangku,
aku percaya, kamu itu bisa hidup lebih baik tanpaku, aku percaya itu.

Ohiya satu hal lagi, aku ingin menantangmu.
jika kamu masih sayang padaku, mampukah kamu melepasku?
jika kamu masih peduli denganku, mampukah kamu hidup tanpaku?
jika kamu masih merindukanku, mampukah kamu menerima kenyataan ini semua?
aku menantangmu, masih bisa kah kamu membuka hatimu untuk orang lain?

aku percaya kamu pasti bisa menyelesaikan semua tantanganku.
aku tunggu surat balasanmu dengan cerita baru yang membuatku cemburu,
aku tunggu...
jangan kecewakan aku, mantanku.
maaf untuk semua kelakuanku selama ini,
dan terima kasih telah memberikanku kesempatan untuk hadir di hidupmu :))


Dengan penuh kenangan,

Mantanmu 
0 komentar

'Nona petualang'


Ini bukan hanya sekedar petualangan,
ini adalah kisah tentang perempuan,
yang gemar bergonta-ganti pasangan,
entah tiap minggu atau mungkin tiap bulan.

Nona pergi ke arah barat,
mencari, mengenal, lalu menjerat,
mencari hasil bibit dari kaum konglomerat,
sehabis recehan dan kepingannya sekarat,
mencari mangsa baru layaknya keparat.

Siapa yang tak kenal nona,
banyak teman prianya terpesona,
banyak teman wanitanya bermuka dua,
sayang hatinya tak secantik rupanya.

Nona pergi ke arah selatan,
mengeksplorasi semua pria bermuka tampan,
memanfaatkan seluruh pria tergolong mapan,
mudah memulai dan juga mudah menyelesaikan,
tak ada makna lain untuk sebuah hubungan,
ketika nona sudah punya alasan dan tujuan.

Nona begitu lucu menggemaskan,
senyumnya penuh kesan akan perhatian,
begitu sempurna layaknya tiap perawan,
begitu dominan layaknya putri kerajaan.

Nona pergi ke arah timur,
mencari yang muda sampai yang berumur,
dengan jurusnya yang mudah membaur,
hati para pria pun dengan mudahnya hancur.

Nona sering dianggap murahan,
karena nona dengan mudahnya berganti pasangan,
kini nona berada di kehidupan yang serba mewah,
karena sering mendapatkan hadiah yang berlimpah.

Nona pergi ke utara,
dan semakin mudahnya nona mengucap cinta,
hubungan kini semakin tidak ada artinya,
kerena semua harus sesuai dengan rencana nona.

Kini nona berhenti di satu tempat,
menangis dengan jeritan penat,
kini nona berjanji untuk mengakhiri,
tapi tak ada yang percaya nona lagi.

Aku memperhatikan nona,
bukan karena terpikat dengan pesona,
namun karena kasihan dan iba,
aku ingin menolong nona.

Jika nona tak mau lagi menjadi piala bergilir,
jika nona memilih tuk mencari petualangan akhir,
aku ada untuk mengajari,
bahwa cinta tak harusnya begini.

Jika nona siap berhenti bertualang,
aku akan membantu nona mencari jalan pulang :))
 
;