Menatap suasana setiap hari,
dengan pilihan datang silih berganti,
salah benar tak punya arti,
karena semuanya punya konsekuensi.
Kamu ngotot dengan orang emosional,
lalu kamu mengeluh kalau dia emosional,
Harusnya kamu bisa menduga,
pilihan punya konsekuensinya.
Kamu suka dengan penyuka drama,
berkeluh kesah tentang dia yang penuh drama,
itu namanya tidak cerdas,
karena semua punya konsekuensi yang pantas.
Pernah berharap datangnya orang baik,
tapi kamu terlalu nyaman dengan orang buruk,
lalu mengeluh bahwa semuanya sama saja,
apa hal yang sama bisa memberikan hal yang berbeda?
Kamu memilih orang egois,
tapi kamu tak suka jika dia membuatmu menangis,
Kamu menyukai yang tampil modis,
tapi kamu cemburu jika ada yang memanggilnya manis.
Kamu nyaman dengan orang yang punya kesibukan,
tapi kamu mengeluh kalau dia tak pernah perhatian,
lalu kamu marah karena selalu tidak diacuhkan,
seakan kesibukan menjadi orang ketiga di dalam hubungan.
Kamu sangat menginginkan pasangan yang jujur,
tapi tiap hari kamu dibohongi hingga babak belur,
selalu mencari alasan agar kamu tak mundur,
selalu mengeluh tanpa pernah bersyukur.
Kamu tak mau dengan orang yang gemar tebar pesona,
tapi tiap hari kamu dibohongi hingga babak belur,
selalu mencari alasan agar kamu tak mundur,
selalu mengeluh tanpa pernah bersyukur.
Kamu tak mau dengan orang yang gemar tebar pesona,
tapi kamu suka penasaran dengan dirinya,
mengambil kesimpulan kalau dia tidak setia,
padahal kamu suka dengan pesonanya.
padahal kamu suka dengan pesonanya.
Kamu benci dengan orang pemberi harapan palsu,
tapi kamu mencari tahu kenapa dia begitu,
lebih lagi kamu senang kalau sedang bertemu,
padahal dia hanya sekedar menyapamu.
Kamu berprinsip untuk jual mahal,
tapi ketika dia pergi jauh, kamu menyesal,
seakan siapa yang tak punya akal,
entah siapa yang pemikirannya dangkal.
Kamu adalah orang yang setia menunggu,
tapi ketika dia tak kunjung menyatakan padamu,
kamu malah kesal dan menggerutu,
padahal itu konsekuensi pilihanmu.
Pilihan itu pasti selalu ada,
dan jawabannya sebenarnya ada di dirimu,
bukan tentang salah atau benarnya,
tapi bagaimana kamu menerima konsekuensi pilhanmu.
Jangan berharap dengan pilihan yang sama,
akan menghasilkan hal yang berbeda.
Be smart ! :))


0 komentar:
Post a Comment