October 10, 2012

DIFERENSIASI

Tugas Komunikasi Pemasaran
Konsentrasi Desain Grafis 3A
Teknik Grafika dan Penerbitan
Politeknik Negeri Jakarta
2012

Bagi marketer, diferensiasi bukanlah menyajikan sesuatu yang lebih baik, tetapi menyajikan sesuatu yang memang berbeda. “It’s better to be little bit different than to be little bit better”. It’s about perception, perception and perception. Yang mesti dibangun adalah persepsi “kualitas yang berbeda” tanpa harus mengeluarkan biaya lebih mahal dibandingkan pesaing, dan persepsi “better off” tanpa harus menurunkan harga lebih banyak dibanding pesaing. Apakah itu?

Kata kuncinya berbeda. Yang namanya beda begini: kalau saya ke kanan, Anda ke kiri. Kalau saya ke atas, Anda ke bawah.  Kalau saya ke laut, Anda ke gunung, nah ini yang namanya beda. Tetapi yang sering kita temui pemasar mengartikan diferensiasi sebagai lebih baik sedikit. Maka, kalau diterapkan dalam contoh tadi, kalau saya ke kanan dengan sepeda, Anda ke kanan dengan mobil, bukan ke kiri; kalau saya berlayar di laut dengan perahu, Anda berlayar di laut dengan kapal motor, bukan ke gunung. Alangkah sulitnya menjadi pelanggan yang harus membedakan mana yang lebih baik bagi mereka, ke kanan bersepeda atau bermobil? Berperahu layar atau berperahu motor?

Yang terjadi dengan hasil strategi pemasaran yang dilakukan perusahaan Anda selama ini adalah upaya below the line (memaksa alam sadar pelanggan) untuk terus percaya bahwa kualitas produk Anda sedikit lebih baik dibandingkan pesaing dengan harga yang lebih murah. Penjualan memang terjadi, tetapi tanpa ekuitas merek. Yang optimal adalah penjualan terjadi karena adanya ekuitas merek. Keadaan yang Anda hadapi menjadi sangat labil. Karena penjualan saat ini tidak menjamin future cash flow yang sehat. Future cash flow yang sehat ditentukan oleh kesehatan dan ekuitas merek. Untuk membangun ekuitas merek mulailah beralih menggunakan strategi ke kanan dan ke kiri atau ke gunung dan ke laut. Berbeda-berbeda. Bangun persepsi yang berbeda sekaligus disaat bersamaan mereposisi pesaing. (Yuliana Agung, MBA.)

0 komentar:

Post a Comment

 
;