Konsentrasi Desain Grafis 3A
Teknik Grafika dan Penerbitan
Politeknik Negeri Jakarta
2012
Bagi marketer, diferensiasi bukanlah menyajikan sesuatu yang
lebih baik, tetapi menyajikan sesuatu yang memang berbeda. “It’s better to be
little bit different than to be little bit better”. It’s about perception,
perception and perception. Yang mesti dibangun adalah persepsi “kualitas yang
berbeda” tanpa harus mengeluarkan biaya lebih mahal dibandingkan pesaing, dan
persepsi “better off” tanpa harus menurunkan harga lebih banyak dibanding
pesaing. Apakah itu?
Kata kuncinya berbeda. Yang namanya beda begini: kalau saya
ke kanan, Anda ke kiri. Kalau saya ke atas, Anda ke bawah. Kalau saya ke laut, Anda ke gunung, nah ini
yang namanya beda. Tetapi yang sering kita temui pemasar mengartikan
diferensiasi sebagai lebih baik sedikit. Maka, kalau diterapkan dalam contoh
tadi, kalau saya ke kanan dengan sepeda, Anda ke kanan dengan mobil, bukan ke
kiri; kalau saya berlayar di laut dengan perahu, Anda berlayar di laut dengan
kapal motor, bukan ke gunung. Alangkah sulitnya menjadi pelanggan yang harus
membedakan mana yang lebih baik bagi mereka, ke kanan bersepeda atau bermobil?
Berperahu layar atau berperahu motor?
Yang terjadi dengan hasil strategi pemasaran yang dilakukan
perusahaan Anda selama ini adalah upaya below the line (memaksa alam sadar
pelanggan) untuk terus percaya bahwa kualitas produk Anda sedikit lebih baik
dibandingkan pesaing dengan harga yang lebih murah. Penjualan memang terjadi,
tetapi tanpa ekuitas merek. Yang optimal adalah penjualan terjadi karena adanya
ekuitas merek. Keadaan yang Anda hadapi menjadi sangat labil. Karena penjualan
saat ini tidak menjamin future cash flow yang sehat. Future cash flow yang
sehat ditentukan oleh kesehatan dan ekuitas merek. Untuk membangun ekuitas
merek mulailah beralih menggunakan strategi ke kanan dan ke kiri atau ke gunung
dan ke laut. Berbeda-berbeda. Bangun persepsi yang berbeda sekaligus disaat
bersamaan mereposisi pesaing. (Yuliana Agung, MBA.)

0 komentar:
Post a Comment