Cinta itu adalah fatamorgana .
layaknya melihat pantai ketika dipadang pasir .
seperti pelangi yang muncul sehabis hujan .
bagaikan aurora ketika sinar matahari membentuk bayangan .
Lalu bagaimana dengan cinta itu sendiri?
cinta memang fatamorgana,
kadang kita jatuh cinta pada orang lain yang kita tuntut utk jadi seperti apa yg kita inginkan
itu sama saja dengan mencintai cermin diri kita sendiri .
Lalu bagaimana dengan benci ?
Benci itu hanya fikiran emosi saja .
Tidak lebih dari itu .
Coba sekarang kalian bayangkan orang yang paling kalian benci,
pikirkan apa saja keburukannya !
lalu yang saya ingin tanyakan adalah :
"Kenapa kau begitu tahu keburukan dia secara detail ?"
"Mengapa kau begitu peduli dengan orang yang kau benci daripada orang yang kau cintai?"
saya yakin anda tidak sampai sepeduli itu kan dengan orang yang anda cintai ~
Jawabannya mudah :
"Karena kalian hanya melihat 1 titik hitam tanpa melihat sisi putih lainnya"
sedangkan untuk orang yang anda cintai,
"Anda pasti melihat sisi putih tanpa melihat 1 titik hitam itu"
Dan dari kepedulian yang tak disengaja itulah, rasa anda mulai meluap .
Timbulah rasa rindu, kangen, yang berujung dengan rasa galau .
Lalu apa yang terjadi ?
Orang yang anda benci selalu dipikiran anda, dan *jeger*
"Sepertinya anda sudah jatuh cinta dengannya"
Dari statement itulah, saya dapatkan 1 kesimpulan :
"Jika saya ingin membencinya, itu sama saja saya mempedulikannya dan berujung jatuh cinta padanya"
Jika ada orang yang membenci anda, hanya 1 alasan mereka :
"Mereka ingin selalu mempedulikan anda tanpa anda harus tahu kalau itu akan membuat dirinya lebih peduli dan mempunyai kemungkinan untuk jatuh cinta pada anda"
Lalu apa yang harus kita lakukan? mudah saja :
"Kita tak punya waktu untuk membenci orang yang membenci kita, karena waktu kita telah habis untuk mencintai orang yang mencintai kita dan membenci kita"
layaknya melihat pantai ketika dipadang pasir .
seperti pelangi yang muncul sehabis hujan .
bagaikan aurora ketika sinar matahari membentuk bayangan .
Lalu bagaimana dengan cinta itu sendiri?
cinta memang fatamorgana,
kadang kita jatuh cinta pada orang lain yang kita tuntut utk jadi seperti apa yg kita inginkan
itu sama saja dengan mencintai cermin diri kita sendiri .
Lalu bagaimana dengan benci ?
Benci itu hanya fikiran emosi saja .
Tidak lebih dari itu .
Coba sekarang kalian bayangkan orang yang paling kalian benci,
pikirkan apa saja keburukannya !
lalu yang saya ingin tanyakan adalah :
"Kenapa kau begitu tahu keburukan dia secara detail ?"
"Mengapa kau begitu peduli dengan orang yang kau benci daripada orang yang kau cintai?"
saya yakin anda tidak sampai sepeduli itu kan dengan orang yang anda cintai ~
Jawabannya mudah :
"Karena kalian hanya melihat 1 titik hitam tanpa melihat sisi putih lainnya"
sedangkan untuk orang yang anda cintai,
"Anda pasti melihat sisi putih tanpa melihat 1 titik hitam itu"
Dan dari kepedulian yang tak disengaja itulah, rasa anda mulai meluap .
Timbulah rasa rindu, kangen, yang berujung dengan rasa galau .
Lalu apa yang terjadi ?
Orang yang anda benci selalu dipikiran anda, dan *jeger*
"Sepertinya anda sudah jatuh cinta dengannya"
Dari statement itulah, saya dapatkan 1 kesimpulan :
"Jika saya ingin membencinya, itu sama saja saya mempedulikannya dan berujung jatuh cinta padanya"
Jika ada orang yang membenci anda, hanya 1 alasan mereka :
"Mereka ingin selalu mempedulikan anda tanpa anda harus tahu kalau itu akan membuat dirinya lebih peduli dan mempunyai kemungkinan untuk jatuh cinta pada anda"
Lalu apa yang harus kita lakukan? mudah saja :
"Kita tak punya waktu untuk membenci orang yang membenci kita, karena waktu kita telah habis untuk mencintai orang yang mencintai kita dan membenci kita"

0 komentar:
Post a Comment