February 03, 2015

Kita, yang selalu keras kepala


Setiap pagi adalah waktunya menyapa
bagi kita ketika membuka mata
tapi hari ini jariku membeku
seakan aku tak mau menegur apa-apa untukmu

Malam tadi tidak ada 'kita'
karena kita terpisah dengan hati yang hampa
saling beku membatu tak mengalah
adu argumen hebat dengan keras kepala

Kita saling mencela, saling menyalahkan
tiap kesempatan digunakan untuk saling menyudutkan
aku lupa bahwa di setiap pertengkaran
takkan ada pemenang, tak ada yang bisa bertahan

Kejadian itu lebih dari semalam
pertengkaran hebat yang hanya menghasilkan diam
kita sudah sama-sama lelah
kembali ke rumah membawa segumpal amarah

Pagi ini, aku mulai tenang
tak mudah marah mengingat kata kasarmu yang kuputar ulang
aku kira diriku masih butuh intropeksi
karena masih kekanakan dan mudah emosi

Seharusnya ini membuat kita lebih dewasa
bagaimana pendapat masing-masing diterima dengan terbuka
sudah saatnya kita harus menemukan solusi nyata
bukan lagi saling menyakiti dengan emosi belaka

Kita, yang selalu keras kepala
memang akan selalu ada hal yang membuat kecewa
tapi bagaimanapun besarnya pertengkaran kita
tak dapat mengalahkan besarnya rasa rindu di dada :')

0 komentar:

Post a Comment

 
;