March 23, 2014

Dari Jauh


Hari demi hari terlihat berantakan,
seperti halnya orang yang dikecewakan,
entah kemana hilangnya harapan,
semuanya dibuat hancur oleh perasaan.

Tidak sebentar aku di bumi ini,

telah banyak yang kutemukan,
hingga detik ini aku percaya,
mencintai bukanlah suatu kebetulan.

Memang tidaklah keliru,
mewaspadai semua tindak manisku,
sebab aku manusia yang bisa salah,
menginginkan hal hal tentang mereka semua.

Bukan kepastian dariku yang kau perlukan,
karena aku bukan apa dan siapamu,
kamu hanya perlu memastikan kalau mampu tertawa,
ada atau tanpaku.

Karena tawamu mudah kuingat, 
bahkan sekalipun aku pelupa.
Tertawalah, 
walau tak harus bersamaku.

Adakah disini perempuan yang sedang menangis?

Sebab daripada aku tertawa sendirian,
aku lebih baik menangis bersamanya.

Bimbanglah karena orang lain termasuk aku,

supaya kau tidak sembarang pikir mencinta,
tentang mudah atau dia adalah tepat.

Entah harus bilang apalagi,

tetapi ini pengakuanku,
yaitu tenang kudapatkan diriku,
ketika aku bercermin pada matamu,
Meski itu sudah tak bisa ku lakukan lagi.

Bukan aku yang menjauh,

melainkan kamu yang meragu.
Dan semenjak malam itu, 
apa yang kamu pikirkan,
tidak semanis biasanya, tentangku.

Kau berpikir terlalu jauh,

seakan aku sudah meninggalkanmu,
padahal aku belum beranjak sedikitpun,
tapi baiklah, aku akan.

Aku lelah disakiti,

aku bosan mengecewakan,
terjebak di permainan sendiri,
entah kapan hati bisa dipertemukan.

Sesungguhnya aku ingin segera hadir,

untuk sekedar buatmu tertawa,
Namun sampai pada saatnya ...
dimana aku sedang khawatirkan kamu,
dengan nyamannya sedang menangisiku :)

0 komentar:

Post a Comment

 
;